Hamas Menolak Lepaskan Senjata, BoP Dituduh Pro-Israel dan Minta Rencana Diubah

admin | Saturday, 2026-04-18
Thumbnail
Hamas Menolak Lepaskan Senjata, BoP Dituduh Pro-Israel dan Minta Rencana Diubah

Kegiatan Perundingan Gencatan Senjata Gaza yang Mengalami Tantangan

Pertemuan antara pihak-pihak terkait dalam upaya mencapai gencatan senjata di Gaza kembali menghadapi tantangan. Hamas, salah satu kelompok utama di wilayah tersebut, menolak rencana pelucutan senjata yang diajukan oleh Board of Peace (BoP). Penolakan ini dilakukan secara tegas dan memicu permintaan agar BoP merevisi isi proposal tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, hadir perwakilan tinggi dari BoP, Nickolay Mladenov, bersama dengan tiga mediator lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa pihak-pihak terkait masih berupaya untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh semua pihak.

Tudingan Terhadap Keterlibatan Mediator

Secara terpisah, seorang pejabat senior Palestina yang mengikuti pembicaraan tersebut menyampaikan kepada BBC bahwa Nickolay Mladenov dianggap bias dan lebih menguntungkan Israel. Tudingan ini menunjukkan adanya ketidakpuasan terhadap cara mediator bekerja dalam proses perundingan.

Pejabat tersebut juga menuding bahwa Israel belum memenuhi kewajiban Tahap I dari kesepakatan gencatan senjata. "Kami menunggu Mladenov menyampaikan jadwal yang jelas kapan Israel menyelesaikan kewajiban Tahap I," ujar seorang pejabat senior Hamas kepada BBC.

Ia menegaskan, Hamas tidak akan terlibat dalam perundingan Tahap II sebelum komitmen itu dipenuhi. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan antara pihak-pihak terkait masih rendah, dan penyelesaian masalah ini membutuhkan langkah-langkah konkret dari semua pihak.

Pernyataan Israel Mengenai Langkah-Langkah yang Diambil

Di sisi lain, Israel menyatakan telah menarik pasukan dari kawasan permukiman di Gaza Strip ke posisi di timur Garis Kuning. Selain itu, aliran bantuan kemanusiaan meningkat, serta Israel menekankan bahwa kemajuan berikutnya mensyaratkan langkah nyata menuju pelucutan senjata Hamas.

Rencana disarmament BoP pertama kali diserahkan kepada Hamas dalam pertemuan di Kairo bulan lalu, menyusul pengumuman Tahap II oleh utusan Timur Tengah pemerintahan Trump, Steve Witkoff, pada pertengahan Januari. Meski pelucutan senjata tercantum dalam kesepakatan gencatan senjata yang ditandatangani Oktober lalu, Hamas berulang kali menegaskan tidak akan menyerahkan persenjataannya.

Penolakan dan Tenggat Waktu yang Berlalu

Penolakan terbaru ini juga muncul setelah tenggat waktu BoP bagi Hamas untuk menyetujui proposal tersebut berakhir akhir pekan lalu. Sebelumnya, Hamas dinilai mengulur waktu dalam memberikan respons.

Tak lama setelah proposal disampaikan, Palestinian Islamic Jihad dan faksi bersenjata lainnya langsung menolaknya, dengan alasan rencana itu lebih menekankan pelucutan senjata ketimbang rekonstruksi Gaza.

Kesimpulan

Perundingan gencatan senjata Gaza masih menghadapi tantangan besar. Penolakan Hamas terhadap rencana pelucutan senjata menunjukkan bahwa pihak-pihak terkait masih memiliki ketidaksepahaman dan kurangnya kepercayaan. Diperlukan komitmen kuat dari semua pihak untuk mencapai solusi yang dapat diterima oleh semua pihak.

Label: #berita#politik#senjata#media berita#diplomasi dan diplomat