Klarifikasi Hotman Paris Mengenai Perkataannya yang Viral
Pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea, akhirnya memberikan klarifikasi terkait pernyataannya yang sempat menjadi sorotan di media sosial. Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, ia menjelaskan latar belakang dari ucapan yang dinilai menyudutkan para jurnalis.
Hotman mengungkapkan bahwa ucapannya dalam konferensi pers beberapa waktu lalu tidak sepenuhnya mencerminkan keadaan sebenarnya. Ia menegaskan bahwa video yang beredar hanya menampilkan bagian akhir dari percakapan tersebut, tanpa menyertakan konteks lengkapnya.
"Secara terbuka saya menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan saya saat konferensi pers," tulis Hotman dalam unggahannya.
Dalam video klarifikasi tersebut, Hotman menjelaskan bahwa situasi memanas ketika seorang jurnalis bertanya tentang dugaan agenda terselubung dari instansi terkait. Ia menjawab bahwa dirinya tidak memiliki kapasitas untuk menjawab pertanyaan tersebut.
Namun, sebelum penjelasannya selesai, jurnalis lain kembali melontarkan pertanyaan serupa. Akibatnya, Hotman merasa kesal dan akhirnya mengucapkan kalimat "kamu punya otak enggak sih?".
Ia menegaskan bahwa pernyataan tersebut bukanlah niat untuk merendahkan profesi jurnalis. Menurutnya, respons tersebut muncul karena rasa frustrasi akibat pertanyaan yang terus-menerus diajukan meskipun sudah dijawab.
Reaksi dari Asosiasi Jurnalis
Peristiwa ini memicu reaksi keras dari berbagai asosiasi jurnalis di Indonesia. Mereka mengecam sikap Hotman yang dinilai kurang profesional saat dijumpai di Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Jumat (17/7/2026).
Keributan bermula ketika Hotman sedang memberikan penjelasan terkait kliennya, Febrie Adriansyah, mantan Jampidsus Kejagung yang tersangkut perkara dugaan korupsi. Saat dicecar pertanyaan oleh awak media, respons yang diberikan Hotman dinilai tidak profesional dan cenderung menyerang pribadi jurnalis.
Selain kalimat "lu punya otak enggak?", beberapa ucapan lain yang dilontarkan Hotman juga dianggap menyudutkan jurnalis. Antara lain, instruksi untuk "shut up" serta tudingan "pengecut" jika jurnalis tidak berani bertanya langsung kepada pihak Mabes Polri.
Langkah Penyelesaian
Menyadari bahwa pernyataannya telah memicu kegaduhan di kalangan pekerja pers, Hotman memilih untuk menurunkan ego dan meminta maaf secara terbuka. Ia berharap dengan klarifikasi ini, masyarakat dapat memahami konteks sebenarnya dari ucapan yang dilontarkannya.
Hotman juga berharap agar para jurnalis dapat lebih memahami situasi yang dihadapi selama konferensi pers. Ia berjanji untuk lebih waspada dalam menyampaikan pernyataan di masa depan.
Dengan langkah ini, Hotman berharap bisa memperbaiki hubungan dengan para jurnalis dan menjaga profesionalisme dalam setiap interaksi yang dilakukannya.