Industri Cat Edukasi: Bahaya Timbal pada Kesehatan Anak dan Ibu Hamil

admin | Friday, 2026-04-17
Thumbnail
Industri Cat Edukasi: Bahaya Timbal pada Kesehatan Anak dan Ibu Hamil

Industri Cat di Indonesia Mulai Berpindah ke Produk Bebas Timbal

Industri cat dan pelapis menjadi bagian dari industri kimia hilir yang memiliki peran penting dalam perekonomian nasional. Sebagai sektor strategis, industri ini terus menunjukkan pertumbuhan positif di Indonesia. Salah satu perkembangan terkini adalah peningkatan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan material bahan bangunan yang bebas timbal.

Kesadaran Masyarakat Terhadap Kesehatan

Kesadaran masyarakat terhadap dampak kesehatan akibat paparan timbal semakin meningkat. Hal ini disebabkan oleh risiko kesehatan yang tinggi, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Paparan timbal dapat memengaruhi perkembangan otak dan kemampuan kognitif pada anak, serta berpotensi menyebabkan gangguan pada sistem reproduksi dan metabolisme tubuh.

Industri cat nasional juga mulai beralih dari penggunaan bahan baku yang mengandung timbal. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas produk dan keamanan masyarakat. Menurut Emmy Suryandari ST MTM, Kepala Badan Standarisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian RI, industri cat memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan sektor prioritas seperti perumahan rakyat hingga gedung pemerintahan.

Tantangan dan Peluang Industri

Di tahun 2025, industri cat nasional memiliki kapasitas terpasang sebesar 1,5 juta metrik ton per tahun dan menyerap 36.000 tenaga kerja. Potensi kebutuhan pasar dalam negeri lebih dari 1 juta metrik ton. Untuk menjaga pertumbuhan industri tersebut, aspek kualitas dan keamanan produk menjadi semakin penting.

“Penerapan standar serta pembatasan bahan berbahaya menjadi fondasi penting dalam melindungi masyarakat. Kami mengapresiasi langkah pelaku industri, termasuk Kansai Paint yang terus berinovasi dalam menghadirkan produk yang lebih aman sebagai kontribusi nyata dalam menciptakan bangunan dan lingkungan yang lebih baik bagi masyarakat,” ujar Emmy.

Inovasi Produk Bebas Timbal

Takahiko Tsuda, President Director PT Kansai Prakarsa Coatings, menjelaskan bahwa seluruh solusi cat yang diproduksi perusahaan sejak September 2026 bebas timbal. Langkah ini mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) serta praktik terbaik internasional.

“Hal tersebut diperkuat melalui sertifikasi SNI untuk Cat Dekoratif Berbasis Pelarut yang telah mengadopsi batas kandungan timbal nasional sebesar 90 ppm (parts per million), sesuai dengan rekomendasi World Health Organization (WHO),” ujarnya.

Menurut Takahiko, langkah ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan. Dia menegaskan bahwa selain berfungsi untuk memperindah, cat juga berkontribusi pada rasa aman, kenyamanan, dan kualitas hidup masyarakat.

Tren Hunian yang Lebih Aman

Tren hunian dan bangunan kini semakin mengarah pada penggunaan material yang selain estetis juga aman dan mendukung kesejahteraan hidup. “Pemilihan material bangunan menjadi aspek penting dalam mewujudkan ruang hidup yang sehat, nyaman, dan relevan dengan kebutuhan masa kini, sekaligus mencerminkan pergeseran menuju standar hunian dan bangunan yang lebih berkualitas,” ungkapnya.

Risiko Kesehatan Akibat Paparan Timbal

Ivan Mahardika, Program Manager Lead Exposure Elimination Project (LEEP), organisasi internasional yang mendorong transisi menuju cat bebas timbal, menjelaskan bahwa paparan timbal masih menjadi perhatian utama dalam isu kesehatan lingkungan, khususnya bagi tumbuh kembang anak-anak.

“Kami menyambut inisiatif positif dari berbagai produsen cat Indonesia termasuk Kansai Paint yang berkomitmen memproduksi cat bebas timbal. Produksi cat bebas timbal bisa dilakukan, dan merupakan langkah penting untuk menjaga hunian dan bangunan aman bagi semua,” ujarnya.

Dampak Buruk Timbal pada Tubuh Manusia

Dr. dr. Laurentius Aswin, Sp.PD-KEMD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Metabolisme, Endokrinologi, dan Diabetes, menjelaskan bahwa paparan timbal dalam jangka panjang berdampak buruk pada anak-anak membuat lambat perkembangan otak dan kemampuan kognitifnya.

“Ini menjadi concern individu dan masyarakat. Timbal biasa dipakai di sektor industri, salah satunya industri cat, industri bahan bakar kendaraan dan alat masak. Timbal mencemari lingkungan dan tidak ada batas aman pada timbal,” tegasnya.

Dia menambahkan, kandungan timbal pada tubuh hanya bisa diketahui jika dilakukan pemeriksaan di lab melalui pemeriksaan darah. “Pada dasarnya, semua usia tidak boleh terpapar timbal. Tapi yang paling rentan terpapar adalah anak usai balita, wanita hamil dan lansia,” sebutnya.

“Timbal bisa mengganggu pembentukan sel syaraf dan otak pada ibu hamil, bisa memicu keguguran juga. Pada lansia, bisa mempercepat penurunan memori. Bisa juga gangguan kesuburan atau infertilitas pada perempuan usia produktif dan pada laki-laki memicu gangguan sperma,” bebernya.

Dia menambahkan, paparan timbal juga mengganggu hormon insulin yang pada tubuh dibutuhkan untuk menurunkan kadar gula darah. “Timbal membuat produksi insulin bermasalah dan memicu diabetes. Timbal mengganggu produksi hormon pada tubuh,” sebutnya.

“Paparan timbal yang terlalu tinggi mengganggu perkembangan anak seperti keterlambatan bicara, perkembangan otak anak dan lain lain. Timbal bisa masuk ke tubuh karena material yang mengandung timbal dipegang, dicium, dihirup,” tegasnya.


Label: #berita#kesehatan dan obat-obatan#kesehatan#kesehatan masyarakat#kedokteran dan kesehatan