bimbingan orang tua yang membentuk siapa saya hari ini

bimbingan orang tua yang membentuk siapa saya hari ini

orang tua selalu memiliki cara tersendiri dalam membimbing anaknya, terkadang lembut, terkadang tegas, namun semuanya berangkat dari kasih sayang yang tulus. sejak kecil, saya dibesarkan dengan perhatian yang mungkin tidak selalu terlihat manis, tetapi selalu penuh makna. setiap nasihat, teguran, bahkan keheningan mereka, terasa seperti bentuk kasih yang disampaikan dengan cara yang berbeda-beda.

di rumah, orang tua tidak hanya mengajarkan saya untuk menjadi pribadi yang baik, tetapi juga menanamkan pentingnya menghargai orang lain. mereka sering mengingatkan bahwa sopan santun tidak akan membuat seseorang merugi. mulai dari kebiasaan sederhana seperti mengucapkan terima kasih, hingga memahami perasaan orang lain, semua itu mereka ajarkan perlahan namun melekat kuat dalam diri saya.

orang tua juga banyak membimbing saya dalam hal menjaga hati. mereka mengingatkan bahwa dalam hidup ini, kita akan bertemu berbagai macam karakter, baik ataupun tidak. namun saya diajarkan untuk tetap bersikap ramah, tetap tersenyum, dan tetap menjadi diri sendiri tanpa membalas keburukan dengan keburukan. menurut mereka, membalas dengan kebaikan akan membuat hati jauh lebih tenang.

setiap langkah dalam hidup saya pun tidak pernah terlepas dari pendampingan mereka. meskipun bukan tipe yang sering memeluk, perhatian mereka hadir dalam bentuk semangat, cerita, dan doa. ketika saya merasa lelah atau ingin menyerah, mereka selalu menunjukkan bahwa saya sebenarnya memiliki kekuatan lebih besar dari yang saya bayangkan.

nasihat yang paling membekas bagi saya hingga sekarang adalah, “mau berhasil atau tidak kamu tetap anak kami, tapi ingat keberhasilan membuat kami bahagia. ayo semangat. di luar sana banyak orang yang kesulitan dalam menggapai mimpinya, tapi kamu jangan. kamu harus sukses, kamu harus jadi anak yang dapat meraih keberhasilan itu. kejar semua yang kamu inginkan, nak.” bagi saya, kalimat tersebut bukan hanya nasihat, tetapi sumber kekuatan untuk terus melangkah.

orang tua juga menanamkan nilai-nilai agama dengan cara yang hangat dan tidak memaksa. mereka membimbing saya perlahan untuk memahami bahwa hubungan dengan tuhan adalah pegangan penting dalam hidup. mereka menunjukkan bahwa hidup akan terasa lebih ringan bila saya ingat siapa yang selalu menjaga saya.

semakin saya tumbuh, semakin saya menyadari bahwa segala hal dalam diri saya hari ini—cara berpikir, bersikap, dan menghadapi berbagai masalah—merupakan hasil dari bimbingan orang tua. bahkan ketika saya tidak menyadarinya, mereka sudah membentuk saya menjadi pribadi yang lebih baik, sedikit demi sedikit.

dan kini, ketika saya mulai melangkah sendiri, barulah terasa betapa besarnya peran mereka dalam hidup saya. orang tua bukan hanya sosok yang membesarkan, tetapi fondasi yang membentuk siapa saya hari ini. tanpa mereka, saya mungkin tidak akan memiliki keberanian untuk bermimpi, apalagi mengejarnya. apa pun yang saya capai nanti, nama mereka selalu ada dalam setiap langkahnya.

Berita Popular

Advertisement