Lonjakan Pneumonia Balita di Yogyakarta Terus Berlangsung

admin | Saturday, 2026-04-18
Thumbnail

Lonjakan Kasus Pneumonia pada Balita di Kota Yogyakarta

Sebanyak lebih dari seratus anak usia bawah lima tahun (balita) di Kota Yogyakarta tercatat mengalami penyakit pneumonia sepanjang tahun ini. Angka tersebut mencapai 110 kasus hanya dalam tiga bulan pertama tahun 2026, yaitu Januari hingga Maret.

Kepala Seksi Pencegahan, Pengendalian Penyakit Menular, dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Endang Sri Rahayu, menyatakan bahwa peningkatan kasus pneumonia tahun ini kemungkinan merupakan kelanjutan dari temuan tahun lalu. Tahun 2025 lalu, berdasarkan laporan yang dikumpulkan dari 18 unit puskesmas di kota tersebut, terjadi lonjakan signifikan dalam jumlah penderita pneumonia.

Dalam seluruh tahun 2025, ditemukan sebanyak 434 kasus pada balita, 135 kasus pada anak-anak, 122 kasus pada remaja dan dewasa, serta 184 kasus pada lansia. Endang menjelaskan bahwa faktor-faktor pemicu pneumonia sangat beragam. Mulai dari infeksi bakteri, virus, dan jamur hingga faktor lingkungan seperti paparan asap rokok, asap kendaraan bermotor, dan kepadatan penduduk.

Selain itu, kondisi kesehatan anak yang rentan juga menjadi salah satu pemicu. Misalnya, malnutrisi dan kurangnya pemberian ASI eksklusif dapat meningkatkan risiko anak menderita pneumonia. Endang menepis anggapan bahwa cuaca, terutama hujan, adalah satu-satunya penyebab utama penyakit ini. "Pneumonia memang sering dikaitkan dengan perubahan cuaca, terutama cuaca dingin, lembap, atau tidak menentu. Namun, hal tersebut tidak secara langsung menciptakan bakteri," ujarnya pada Jumat, 17 April 2026.

Endang menambahkan bahwa pneumonia pada anak biasanya ditandai oleh gejala seperti batuk, demam, dan sesak napas. "Napas anak bisa menjadi sangat cepat atau berbunyi," katanya.

Upaya Pencegahan Pneumonia

Salah satu cara untuk mencegah pneumonia adalah melalui imunisasi. Salah satu vaksin penting yang direkomendasikan adalah Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV), yang diberikan sejak dini. Menurut Endang, imunisasi lengkap meliputi pemberian vaksin PCV saat anak berusia 2 bulan, 3 bulan, dan diulang kembali pada usia 1 tahun, serta vaksin hexavalen.

Namun, Endang menyoroti bahwa banyak orang tua yang tidak menjalani imunisasi pencegahan ini secara lengkap. "Jadi penting memang melengkapi imunisasi anak sesuai usia," kata dia.

Faktor Lingkungan dan Kesehatan Anak

Selain imunisasi, faktor lingkungan juga memainkan peran penting dalam pencegahan pneumonia. Paparan asap rokok, asap kendaraan bermotor, dan kepadatan penduduk dapat meningkatkan risiko anak terinfeksi. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk menjaga lingkungan sekitar agar tetap bersih dan sehat.

Selain itu, kesehatan anak juga harus diperhatikan. Malnutrisi dan kurangnya pemberian ASI eksklusif dapat membuat sistem imun anak menjadi lebih rentan terhadap infeksi. Dengan memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan, anak akan mendapatkan perlindungan alami yang kuat terhadap berbagai penyakit.

Kesimpulan

Pneumonia tetap menjadi ancaman serius bagi kesehatan anak, terutama balita. Dengan kesadaran masyarakat yang tinggi terhadap pentingnya imunisasi dan menjaga lingkungan sehat, risiko penyebaran penyakit ini dapat diminimalkan. Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan memberikan edukasi yang tepat tentang pencegahan penyakit pneumonia.

Label: #berita#penyakit#kesehatan#penyakit menular#kesehatan masyarakat