200 Rumah Tenggelam, 400 KK Terdampak Banjir di Perumahan Green Sulawesi Mamuju

200 Rumah Tenggelam, 400 KK Terdampak Banjir di Perumahan Green Sulawesi Mamuju

Kabar dunia hari ini diwarnai peristiwa penting. Topik 200 Rumah Tenggelam, 400 KK Terdampak Banjir di Perumahan Green Sulawesi Mamuju tengah menjadi perhatian global. Berikut laporan selengkapnya.
200 Rumah Tenggelam, 400 KK Terdampak Banjir di Perumahan Green Sulawesi Mamuju

Banjir di Mamuju Akibat Hujan Deras

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, sejak hari Minggu (26/10/2025) siang menyebabkan banjir di kawasan Perumahan Green Sulawesi, Jalan Ir. Juanda, Kecamatan Mamunyu. Banjir ini terjadi setelah air mulai naik pada waktu magrib, sehingga mengakibatkan 200 rumah warga terendam.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mamuju, Muhammad Taslim, menjelaskan bahwa banjir disebabkan oleh intensitas hujan yang cukup tinggi sejak siang hari. Selain itu, Sungai Kali Mamuju meluap dan tidak mampu menampung debit air yang tinggi.

Menurut data dari BPBD Mamuju, sekitar 400 kepala keluarga (KK) terdampak dalam peristiwa ini. Petugas langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi warga, terutama anak-anak dan lansia, ke tempat yang lebih aman.

“Kami fokus pada evakuasi warga yang rentan. Mereka juga mengungsi mandiri ke rumah keluarga atau kerabat,” ujar Taslim saat ditemui di lokasi, Minggu malam.

Taslim menambahkan bahwa pihaknya masih melakukan pendataan lanjutan dan pemantauan debit air di beberapa titik rawan banjir. Proses ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan keselamatan warga serta mencegah terjadinya banjir lanjutan.

Dampak Banjir dan Upaya Penanganan

Banjir yang terjadi di wilayah Mamuju tidak hanya mengancam kehidupan warga tetapi juga mengganggu aktivitas sehari-hari. Sejumlah jalan utama di sekitar lokasi banjir tergenang, sehingga menghambat mobilitas masyarakat. Namun, petugas BPBD bersama dengan aparat setempat berusaha mempercepat proses evakuasi dan memberikan bantuan darurat kepada warga yang terkena dampak banjir.

Beberapa warga yang rumahnya terendam air memilih untuk mengungsi ke rumah kerabat atau keluarga. Sementara itu, pihak BPBD terus memantau situasi secara berkala untuk memastikan tidak ada korban jiwa dan agar semua warga dapat segera pulang ke rumah masing-masing.

Selain itu, pihak berwenang juga memberikan informasi dan arahan kepada warga tentang cara menghadapi bencana alam seperti banjir. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya persiapan dan tindakan cepat dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem.

Pemantauan dan Langkah Lanjutan

Pemantauan debit air di beberapa titik rawan banjir terus dilakukan oleh tim BPBD Mamuju. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa tidak ada daerah lain yang terkena dampak banjir akibat meluapnya sungai-sungai di sekitar wilayah tersebut.

Petugas juga sedang melakukan pendataan terkait jumlah warga yang terkena dampak banjir, kerusakan rumah, dan kebutuhan bantuan darurat. Data ini akan digunakan sebagai dasar untuk pengambilan kebijakan dan penyaluran bantuan yang tepat sasaran.

Dalam upaya meminimalkan risiko bencana alam, pemerintah setempat juga berencana untuk meningkatkan infrastruktur penanggulangan bencana, seperti pembuatan saluran drainase yang lebih efisien dan penguatan tanggul sungai. Rencana ini diharapkan bisa membantu mencegah terulangnya banjir yang sama di masa depan.

Kesimpulan

Banjir yang terjadi di Mamuju menjadi pengingat penting bagi masyarakat dan pemerintah setempat untuk lebih waspada terhadap perubahan iklim dan kondisi cuaca yang semakin tidak menentu. Dengan kerja sama antara pihak BPBD, aparat setempat, dan masyarakat, diharapkan situasi darurat bisa segera teratasi dan mencegah terjadinya bencana yang lebih besar.

Kesimpulan: Demikian kabar dari dunia internasional. Ikuti terus perkembangan global hanya di sini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar