59 Tahun UIN Mataram: Keunggulan di Balik Jalan Gajah Mada

59 Tahun UIN Mataram: Keunggulan di Balik Jalan Gajah Mada

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai 59 Tahun UIN Mataram: Keunggulan di Balik Jalan Gajah Mada menjadi informasi krusial bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.
59 Tahun UIN Mataram: Keunggulan di Balik Jalan Gajah Mada

Kampus UIN Mataram di Tengah Perubahan yang Cepat

UIN Mataram, sebuah perguruan tinggi yang telah berusia 59 tahun, memiliki capaian akademik yang luar biasa. Namun, kenyataan sosial di sekitar kampus ini menunjukkan adanya paradoks antara prestasi yang dicapai dengan kondisi lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Kampus ini berada di Jalan Gajah Mada, sebuah wilayah yang sedang mengalami perubahan cepat menjadi laboratorium kecil dari paradoks modernitas kota Mataram. Antara kemajuan dan kesesakan, antara pembangunan dan kehilangan arah tata ruang.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pemilihan lokasi kampus UIN Mataram di Jalan Gajah Mada adalah hasil dari improvisasi. Dulu, ada tanah kosong yang bisa dibeli dan dianggap strategis. Namun, hal ini menunjukkan bahwa pemilihan lokasi tidak didasarkan pada perhitungan matang atas masa depan yang rapuh. Kini, kawasan tersebut mulai menunjukkan efek-efek negatif dari pembangunan yang tidak terencana.

Beberapa hal yang pasti akan terjadi dalam 5 hingga 10 tahun ke depan di Jalan Gajah Mada: * UIN Mataram akan dikepung oleh kesesakan ekosistem. Pembangunan pemukiman dan ruang perniagaan semakin memperlebar jurang ekonomi antara elit dan rakyat miskin. Harga properti dan komoditas akan terus meningkat sementara kemiskinan semakin dalam. * UIN Mataram akan berada di tengah-tengah kebisingan, kemacetan, kesesakan psikologis, dan keterjepitan pergaulan sosial. * UIN Mataram akan tenggelam oleh banjir karena ruang pembuangan air yang semakin kecil dan pergeseran tanah yang lebih cepat akibat pembangunan tanpa perhitungan dan pembangunan tanpa asas keadilan.

Jalan Gajah Mada yang dahulu menjadi simpul tenang kini bertransformasi menjadi lorong kemacetan. Suara klakson menjadi latar permanen perkuliahan. Pembauran sosial yang semakin rumit dan kabur. Kelas-kelas sosial mulai terbentuk secara jelas. Dalam situasi ini, capaian unggul tidak lagi mudah didefinisikan. Sebab keunggulan akademik yang tumbuh di tengah kerumitan sosial, laju pembangunan yang ceroboh, dan ketimpangan ekonomi akan selalu diuji oleh realitas tersebut.

Pembangunan di sekitar kampus tidak hanya mengubah wajah fisik, tetapi juga menggeser makna ruang akademik itu sendiri. Ketika lahan semakin sempit dan drainase tersumbat oleh beton, UIN Mataram menghadapi ancaman ekologis yang nyata. Banjir dan pergeseran tanah. Ruang pembuangan air yang makin kecil menjadi simbol dari krisis perencanaan kota yang tidak peka terhadap keberlanjutan. Di tengah situasi ini, UIN Mataram yang seharusnya menjadi pelopor kesadaran ekologis justru tampak terperangkap dalam arus pragmatis pembangunan.

Dalam 5 sampai 10 tahun ke depan, Jalan Gajah Mada akan menjadi contoh sempurna tentang benturan antara logika pengetahuan dan logika kapital. Ketika kantor wali kota Mataram dan berbagai pusat ekonomi mulai beroperasi, UIN Mataram akan dikepung oleh aktivitas yang serba cepat, serba sibuk, dan serba komersial. Kampus akan kehilangan jarak simboliknya sebagai ruang berpikir dan berubah menjadi bagian dari ritme kota yang padat dan bising. Pada saat itu, keunggulan yang dideklarasikan dalam dokumen visi dan misi bisa menjadi ilusi jika tidak disertai upaya serius untuk menciptakan ruang akademik yang mandiri dari tekanan urban.

Oleh karena itu, UIN Mataram perlu memandang masa depan dengan: * Kesadaran kritis. * Kesadaran kenyataan. * Keberpihakan kepada kenyataan.

Dalam hal ini perlu ditegaskan bahwa unggul bukan kenyataan melainkan pencapaian administratif. Sebelumnya, keputusan membangun kampus baru di Jalan Gajah Mada bukan sekadar strategi ekspansi fisik, tetapi keharusan ekologis dan epistemologis. Ruang akademik memerlukan jarak dari hiruk-pikuk kota agar dapat berfungsi sebagai tempat kontemplasi, penelitian, dan pencarian jalan keluar. Namun kenyataannya, UIN Mataram terjebal pada dimensi yang bertindih antar velositi dan kenyataan di sekitar yang semakin terbenam.

UIN Mataram juga harus memperlambat kedatangan masa depan yang rapuh. Istilah ini penting karena memperlambat, bukan menolak. Sebab masa depan yang dibentuk oleh kapitalisme urban dan pembangunan tak terkendali tidak bisa ditolak sepenuhnya, tetapi dapat diintervensi dengan paradigma alternatif. UIN Mataram harus mengembangkan paradigma pembangunan berbasis komunitas. Gerakan sosial yang menghubungkan akademisi dengan masyarakat di sekitarnya. Selama ini, UIN Mataram berbicara tentang pengabdian masyarakat, bisa jadi tanpa sepenuhnya menarik benang merah antara masyarakat yang sedang kehilangan ruang hidup akibat pembangunan.

Dalam kerangka itu, restrukturisasi kurikulum menjadi keharusan mendesak. Kurikulum yang hanya mencetak sarjana tanpa kemampuan membaca kenyataan tidak akan memberi kontribusi apa pun terhadap masa depan. Di tengah perubahan sosial yang cepat, UIN Mataram harus berani menempatkan realitas sebagai laboratorium utama. Kurikulum harus dirancang untuk mengasah kemampuan mahasiswa membaca persoalan riil seperti kemacetan, kesenjangan sosial, bencana ekologis, urbanisasi liar, dan transformasi budaya. Artinya, arah pendidikan tidak lagi sekadar menghasilkan ijazah, tetapi menghasilkan kesadaran kritis terhadap kehidupan.

Sangat penting dihargai komitmen UIN Mataram terkait akreditasi, peringkat, dan indikator kinerja. Semua itu penting, tetapi tanpa kesadaran realitas sosial, keunggulan yang dibangun hanya bersifat administratif. Keunggulan merupakan pengadminitrasian pekerjaan. Namun tidak serta-merta bermakna keunggulan dapat menyelami kenyataan di Jalan Gajah Mada yang akan terus bertambah runyam.

Pada titik ini, UIN Mataram harus mengembangkan ekosistem akademik yang berorientasi pada penyelesaian masalah nyata. Berpikir harus bertumpu pada di mana kaki berijak. Teori atas kenyataan harus diciptakan. Bukan semakin terbungkam oleh teori besar yang semakin membubung jauh dari kenyataan di Jalan Gajah Mada. Budaya ilmiah tidak boleh berhenti pada ruang seminar dan laporan penelitian, tetapi harus menjelma menjadi tindakan sosial yang konkret.

Mahasiswa perlu dilatih untuk berpikir interdisipliner, dosen perlu didorong untuk meneliti masalah kota dan masyarakat di lingkaran UIN Mataram dengan cara-cara baru yang melibatkan warga sebagai mitra sejajar. Keilmuan Islam yang menjadi dasar identitas kampus juga harus ditafsir ulang agar mampu berbicara dengan konteks sosial modern. Bukan sekadar dogma, tetapi etika sosial yang menuntun pembangunan berkeadilan.

Paradoks UIN Mataram hari ini terletak pada jarak antara cita-cita akademik dan realitas Jalan Gajah Mada. Kampus ini sebagai yang pertama berperingkat unggul di NTB, tetapi ruang di sekitarnya semakin rapuh. Perkembangan pemikiran dan kajian tentang keislaman dan kemanusiaan, bisa jadi meningkat, tetapi masyarakat di sekitarnya terjebak dalam logika pembangunan yang meminggirkan. Ini menegaskan bahwa UIN Mataram dikungkungi oleh kenyataan yang belum terbaca. Kenyataan di mana Jalan Gajah Mada dan ekosistem lainnya menuju kerapuhan.

Kita mesti menyadari bahwa dalam dekade mendatang, UIN Mataram akan menghadapi tekanan ekologis, sosial, dan epistemologis yang semakin kompleks. Karena itu, langkah penting adalah terus-menerus membangun kesadaran dan kebiasaan bahwa pengetahuan bukan hanya soal capaian akademik, tetapi juga soal keberpihakan terhadap kehidupan yang lebih luas.

Pengetahuan sejati ialah keberpihakan kepada penyelesaian masalah atas kenyataan.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai 59 Tahun UIN Mataram: Keunggulan di Balik Jalan Gajah Mada ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Salam sukses dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar