6 Tempat Wisata Sejarah dan Budaya di Solo yang Harus Dikunjungi, Termasuk Museum Lokananta

6 Tempat Wisata Sejarah dan Budaya di Solo yang Harus Dikunjungi, Termasuk Museum Lokananta

Media sosial sedang heboh membicarakan topik ini. Banyak netizen yang penasaran kebenaran di balik 6 Tempat Wisata Sejarah dan Budaya di Solo yang Harus Dikunjungi, Termasuk Museum Lokananta. Berikut fakta yang berhasil kami kumpulkan.

Wisata Sejarah dan Budaya di Kota Solo yang Wajib Dikunjungi

Kota Solo, Jawa Tengah, dikenal sebagai pusat kebudayaan Jawa yang kaya akan nilai sejarah. Beragam destinasi wisata sejarah dan budaya bisa dijumpai, mulai dari keraton hingga museum legendaris. Tak hanya menawarkan edukasi, tempat-tempat ini juga menyuguhkan keindahan arsitektur dan cerita masa lalu. Berikut enam wisata sejarah dan budaya di Solo yang wajib masuk daftar kunjungan Anda:

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

1. Benteng Vastenburg

Benteng Vastenburg menjadi salah satu wisata Solo yang layak dikunjungi. Benteng ini adalah peninggalan Belanda yang dibangun pada 1745 atas perintah Gubernur Jenderal Baron Van Imhoff. Sebagai bagian dari pengawasan Belanda terhadap penguasa Surakarta, khususnya terhadap keraton Surakarta, benteng yang memiliki tinggi enam meter ini juga digunakan sebagai pusat garnisun.

Di seberangnya terletak kediaman gubernur Belanda (sekarang kantor Balaikota Surakarta). Setelah kemerdekaan, benteng ini digunakan sebagai markas TNI untuk mempertahankan kemerdekaan. Pada masa 1970-1980an, bangunan ini digunakan sebagai tempat pelatihan keprajuritan dan pusat Brigade Infanteri 6/Trisakti Baladaya Kostrad untuk wilayah Karesidenan Surakarta dan sekitarnya.

Sempat terbengkelai lantaran lahannya telah dimiliki swasta, Benteng Vastenburg dipercantik setelah ditetapkan sebagai situs cagar budaya per 2010 lalu. Lokasinya berada di Kedung Lumbu, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah. Hanya berjarak 450 meter dari Pasar Gede Solo, bisa ditempuh 7 menit jalan kaki.

2. Museum Radya Pustaka

Selanjutnya, wisata di Solo bernuansa sejarah dan budaya adalah Museum Radya Pustaka. Museum ini sudah ada sejak tahun 1890 dan diketahui berdiri pada masa Sri Susuhunan Pakubuwono IX. Pengunjung bisa melihat beragam pusaka kuno, seperti keris, tombak, wayang kulit, gamelan, dan naskah kuno.

Lokasi Museum Radya Pustaka ada di Jalan Slamet Riyadi Nomor 275, Sriwedari, Laweyan. Hanya berjarak 2,9 kilometer dari Pasar Gede Solo, bisa ditempuh 8 menit sepeda motor. Adapun jadwal bukanya adalah pukul 08.30 WIB sampai dengan 15.30 WIB, serta tutup pada hari Senin.

3. Museum Lokananta

Wisata di Solo lainnya yang patut dikunjungi adalah Museum Lokananta. Awalnya, Lokananta merupakan perusahaan rekaman pertama yang ada di Indonesia, lalu kini dijadikan sebuah museum musik. Meski sudah dijadikan museum, tempat ini juga masih digunakan sebagai tempat rekaman sejumlah karya.

Koleksinya ada berbagai alat-alat rekaman kuno dan piringan hitam dari musisi Tanah Air, khususnya dari masa lalu. Jam buka Museum Lokananta adalah mulai pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB, dan tutup pada hari Sabtu. Museum ini berada di Jalan A. Yani Nomor 379 A, Kerten, Laweyan. Berjarak 5,9 kilometer dari Pasar Gede Solo, bisa ditempuh 15 menit sepeda motor.

4. Museum Keris Nusantara

Museum Keris Nusantara juga menjadi salah satu wisata di Solo yang direkomendasikan untuk dikunjungi. Museum ini menyimpan banyak koleksi keris dari berbagai usia dan bentuk. Bangunan museum terdiri dari empat lantai, dengan dilengkapi eskalator. Tak hanya memajang keris-keris, museum ini juga mengoleksi sejumlah pakaian adat Jawa Tengah hingga gamelan yang bisa dilihat.

Alamatnya ada di Jalan Bhayangkara Nomor 2, Sriwedari, Laweyan. Hanya berjarak 3,5 kilometer dari Pasar Gede Solo, bisa ditempuh 10 menit sepeda motor. Buka pada pukul 09.00 WIB hingga 15.00 WIB, dan tutup pada hari Senin.

5. Taman Balekambang

Taman Balekambang merupakan salah satu tempat wisata di Solo. Letak dari taman ini adalah di Jalan Balekambang Nomor 1 Surakarta. Berjarak 4,3 kilometer dari Pasar Gede Solo, bisa ditempuh 14 menit sepeda motor.

Taman Balekambang sudah ada sejak 1921 dan menjadi salah satu taman bersejarah yang dibangun secara langsung oleh Mangkunegoro VII. Taman ini memiliki sebuah danau yang bisa dinikmati dengan menggunakan kapal kayu. Selain itu, taman tersebut juga memiliki beberapa spot foto yang tentunya bisa kalian jadikan lokasi mengabadikan setiap momen indah.

Jam operasional dari taman Balekambang adalah pukul 06.00 hingga pukul 17.00 WIB.

6. Ponten Ngebrusan Solo

Ponten Ngebrusan dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai tempat mandi cuci kakus atau MCK. Bangunan Ponten Ngebrusan sudah ada sejak Raja Mangkunegara VLL. Bangunan ini diyakini sudah berdiri sejak tahun 1937 dan sampai saat ini masih terlihat kokoh dengan desain nuansa dinding putih.

Perlu diketahui juga jika Ponten Ngebrusan didesain khusus oleh arsitektur Belanda pada zaman dahulu. Saat ini, Ponten Ngebrusan sudah banyak dikunjungi oleh banyak wisatawan dan kerap dijadikan sebagai spot foto pre wedding.

Lokasinya ada di Jalan Belitung, Kestalan, Banjarsari, Solo. Berjarak 1,8 kilometer dari Pasar Gede Solo, bisa ditempuh 6 menit sepeda motor.

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa share artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan info viral ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar