7 Fakta Menarik Hari Natal, Perayaan yang Lebih dari Sekadar Kelahiran

7 Fakta Menarik Hari Natal, Perayaan yang Lebih dari Sekadar Kelahiran

Media sosial sedang ramai membicarakan topik ini. Banyak netizen yang ingin tahu kebenaran di balik 7 Fakta Menarik Hari Natal, Perayaan yang Lebih dari Sekadar Kelahiran. Berikut fakta yang berhasil kami kumpulkan.

Sejarah Perayaan Hari Natal yang Tidak Hanya tentang Kelahiran Yesus Kristus

Hari Natal sering dianggap sebagai hari suci keagamaan bagi umat Nasrani, khususnya yang merayakan kelahiran Tuhan Yesus Kristus. Namun, sejarah perayaan ini jauh lebih dalam dan kompleks dari yang kita bayangkan. Dari budaya pagan hingga adaptasi lokal di berbagai negara, perayaan Natal telah mengalami perkembangan yang menarik.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

1. Perayaan Natal Telah Ada Jauh Sebelum Kelahiran Yesus


Natal yang kita kenal saat ini adalah perayaan hari kelahiran Yesus Kristus. Namun, sebenarnya masyarakat kuno sudah merayakan momen serupa jauh sebelum masa itu. Kata "Natal" berasal dari bahasa Latin Dies Natalis, yang berarti hari kelahiran. Menurut sejarah, perayaan seperti ini sudah ada di Eropa seabad sebelum kelahiran Yesus Kristus.

Perayaan tersebut dilakukan setelah musim dingin yang tergelap, sebagai simbol atas kehadiran cahaya. Pada masa itu, banyak orang mengharapkan keberlanjutan cahaya matahari yang lebih lama.

2. Natal Lebih Berkaitan dengan Budaya Lokal


Di berbagai negara, perayaan Natal memiliki makna dan cara yang berbeda. Di Jerman pada masa lalu, Natal dikenal dengan adanya dewa bernama Oden. Orang Jerman takut kepada Oden karena ia bisa terbang di malam hari dan menentukan nasib manusia. Oleh karena itu, mereka merayakan Natal dengan tetap tinggal di dalam rumah.

Di Skandinavia, Natal dikenal dengan nama Yule. Perayaan ini berlangsung antara tanggal 21 Desember hingga awal Januari. Selama masa itu, ayah dan anak lelaki dalam sebuah keluarga akan membakar kayu besar. Pesta berlangsung hingga api padam, dan setiap percikan api melambangkan kelahiran hewan ternak tahun depan.

3. Perdebatan Mengenai Arti Natal sebagai Hari Kelahiran Yesus Kristus


Menurut ensiklopedia Britannica, menetapkan Natal sebagai hari kelahiran Yesus Kristus memicu banyak perdebatan. Banyak pihak menganggap tidak tepat merayakan hari kelahiran Yesus dalam konteks budaya pagan. Tidak ada catatan pasti mengenai tanggal kelahiran Yesus. Alkitab juga tidak menyebutkan tanggal lahirnya secara eksplisit.

Namun, Sextus Julius Africanus percaya bahwa Yesus lahir pada 25 Desember tahun 211. Pernyataan ini akhirnya diakui oleh Paus Julius I dan menjadi dasar perayaan Natal hingga saat ini.

4. Asal Kata Natal dari Bahasa Latin


Dalam bahasa Inggris, kata "Natal" diterjemahkan menjadi Christmas. Namun, penggunaannya sangat berbeda dari aslinya. Kata "Natal" berasal dari bahasa Latin Dies Natalis, yang artinya hari kelahiran. Sedangkan Christmas berasal dari Christ's Mass, yang berarti misa di hari Kristus.

Oleh karena itu, selalu ada perayaan misa oleh umat Nasrani pada malam Natal dan tanggal 25 Desember.

5. Natal Pernah Ditiadakan


Pada abad ke-17, perayaan Natal di Eropa mengalami perubahan. Oliver Cromwell dan kelompok Puritannya mengambil alih Inggris pada tahun 1645 dan meniadakan perayaan Natal. Natal kembali dirayakan ketika Charles II kembali menjadi raja.

Masalah serupa terjadi di Amerika pada tahun 1620, ketika kelompok Puritan yang lebih ortodoks membuat koloni di Boston. Kota ini melarang perayaan Natal dari tahun 1659 hingga 1681.

6. Awal Mula Perayaan Natal di Indonesia


Perayaan Natal masuk ke Indonesia bersamaan dengan hadirnya umat Kristen. Meskipun demikian, kapan budaya ini masuk ke Nusantara masih belum diketahui secara pasti. Pada tahun 1966, J. Bakker SJ menulis di majalah Basis bahwa agama Katolik sudah tersebar di Sumatra Utara sejak abad ke-7. Ini menunjukkan bahwa Natal mungkin sudah dirayakan di Indonesia sejak masa itu.

7. Perayaan Natal di Indonesia Berbeda-Beda


Perayaan Natal di Indonesia beradaptasi dengan budaya lokal. Contohnya, beberapa gereja di Yogyakarta mengadakan pertunjukan wayang kulit dengan tema Kelahiran Yesus Kristus. Sementara itu, masyarakat di Flores merayakan Natal dengan menembakkan meriam bambu yang berisi kembang api.

Itulah sejarah perayaan Natal yang tidak hanya tentang kelahiran Yesus Kristus, tapi juga perpaduan budaya dan tradisi. Bagaimana perayaan Natal di daerahmu?

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa share artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan berita heboh ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar