Perkembangan Koperasi Merah Putih di Kabupaten Bandung
Koperasi Merah Putih di Kabupaten Bandung terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Saat ini, sebanyak 80 persen dari total Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sudah beroperasi. Hal ini merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa dan menjadi bukti komitmen pemerintah setempat dalam mendukung pengembangan koperasi-koperasi tersebut.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Operasional Koperasi Merah Putih
Menurut informasi yang diberikan oleh Kadiskop dan UKM Kabupaten Bandung, Dindin Syahidin, operasional suatu koperasi dianggap telah berjalan jika memiliki pengurus, anggota, serta memenuhi aturan terkait simpanan pokok dan simpanan wajib. Selain itu, koperasi juga harus memiliki kantor sebagai tempat operasional.
"Mayoritas KDMP yang beroperasi saat ini memiliki satu gerai di kantor mereka," ujar Dindin menjelaskan. Ia menambahkan bahwa selama ini, sebagian besar koperasi tersebut telah memenuhi syarat-syarat operasional yang ditetapkan.
Berbagai Jenis Gerai yang Ada
Selain gerai kantor, beberapa koperasi juga memiliki berbagai jenis gerai lainnya. Berikut adalah rincian jumlah gerai yang ada:
- Gerai simpan pinjam: 53
- Gerai sembako: 27
- Cold storage: 9
- Klinik: 3
- Gerai obat: 3
Pencapaian ini menunjukkan bahwa pengurus koperasi telah meningkatkan kapasitas mereka melalui pelatihan dan inisiatif sendiri.
Pendamping untuk Pengawasan
Untuk memastikan pengelolaan koperasi berjalan dengan baik, Pemkab Bandung telah menurunkan pendamping di tiap kecamatan. Pendamping ini bertugas memberikan pengetahuan dan pengawasan kepada pengurus koperasi.
"Kami telah menerjunkan pendamping per 1 Oktober 2025 kemarin. Insya Allah, kami adalah daerah pertama yang merekrut pendamping seperti ini," kata Dindin.
Selain pendamping dari pemerintah kabupaten, pendamping dari Kementerian juga akan menyusul.
Kerjasama dengan SPPG
Salah satu perkembangan terbaru adalah adanya 12 koperasi yang sudah terkoneksi dan bekerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kerjasama ini dilakukan secara mandiri oleh koperasi-koperasi tersebut.
"Kami sangat bangga dengan inisiatif para pengurus koperasi ini. Bupati juga sangat senang dengan hal ini dan rencananya akan segera melakukan beberapa langkah lebih lanjut," tambah Dindin.
Beberapa contoh koperasi yang telah bekerja sama dengan SPPG antara lain KDMP Cikasungka Kecamatan Cikancung dan KDMP Kecamatan Cileunyi Wetan Kecamatan Cileunyi.
Inovasi dan Pengembangan Potensi Wilayah
Tidak hanya fokus pada kerjasama dengan SPPG, beberapa koperasi juga menunjukkan inovasi dalam mengembangkan potensi wilayah. Misalnya, KDMP Desa Pulosari Pangalengan, Margamukti, dan Margamulya Pangalengan aktif dalam mengembangkan pertanian dan potensi wisata.
Rencana Masa Depan
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, direncanakan akan turun langsung ke desa-desa untuk memberikan arahan lebih lanjut. Namun, hingga saat ini, ia masih menunggu data dari kecamatan serta kondisi lapangan.
Selain itu, Bupati juga akan melakukan penyertaan modal terhadap koperasi-koperasi yang potensial. Total nilai penyertaan modal mencapai Rp 10 miliar untuk 100 KDMP berpotensi, sehingga masing-masing koperasi dapat mendapatkan Rp 100 juta.
Namun, proses penyertaan modal ini masih dalam pembahasan karena memerlukan kajian analisis investasi.
Dampak Ekonomi dari Koperasi Merah Putih
Dindin menegaskan bahwa Bupati Bandung sangat mendorong berkembangnya Koperasi Merah Putih karena perputaran uang yang besar dapat menciptakan kemandirian ekonomi di masyarakat.
"Produk-produk dari potensi desa dijual ke KDMP, oleh KDMP disalurkan ke SPPG. Lalu produk SPPG-nya untuk masyarakat desa tersebut, jadi muter dan perputaran uangnya ada di desa. Ini tentu akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengurangi pengangguran, dan banyak dampak positif dari rangkaian ini," ujarnya.
Kesimpulan
Perkembangan Koperasi Merah Putih di Kabupaten Bandung menunjukkan adanya komitmen yang kuat dari pemerintah setempat. Dengan dukungan penuh dari Bupati dan pelibatan pendamping, koperasi-koperasi ini diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian masyarakat.

Komentar
Kirim Komentar