Ada Kekacauan Pemerintah AS, BI Percaya Rupiah Akan Bangkit Kembali

Ada Kekacauan Pemerintah AS, BI Percaya Rupiah Akan Bangkit Kembali

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Ada Kekacauan Pemerintah AS, BI Percaya Rupiah Akan Bangkit Kembali menjadi sinyal penting bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.


Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk terus melakukan intervensi di pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang saat ini mengalami penurunan. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa bank sentral akan selalu hadir di pasar untuk memastikan pergerakan rupiah tetap terkendali.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

"BI akan selalu ada di pasar untuk memberikan jaminan kepada pelaku pasar terkait dengan upaya menstabilkan nilai tukar rupiah. Dan BI akan terus melakukan intervensi secara bold, baik di pasar domestik maupun di pasar offshore untuk memastikan bahwa pergerakan rupiah itu tetap terkendali,” ujar Denny ketika ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (1/10).

Ramdan menjelaskan bahwa BI melihat adanya ruang bagi rupiah untuk kembali menguat secara bertahap. Keyakinan tersebut muncul seiring dengan perkembangan kondisi pasar yang dinilai semakin stabil dari waktu ke waktu.

"Dan kita optimis dengan seiring berjalan-berjalannya waktu Rupiah akan menguat secara perlahan,” kata Ramdan.


Mengenai faktor eksternal, Ramdan menyoroti dinamika global, termasuk penutupan operasi pemerintah Amerika Serikat (government shutdown) pada 1 Oktober 2025 akibat kegagalan Kongres dan Presiden Donald Trump mengesahkan undang-undang anggaran. Kondisi tersebut, kata dia, berdampak pada seluruh mata uang dunia, bukan hanya rupiah.

“Saya pikir pergerakan nilai mata uang semua negara itu kan pasti dua faktor ya. Faktor dalam negeri dan faktor luar negeri gitu ya. Dan saya pikir tak hanya Rupiah, kalau dilihat semua mata uang juga akan terkena dampaknya terkait dengan bagaimana perkembangan global, termasuk khususnya bagaimana perkembangan di AS,” jelasnya.

Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, Rupiah tercatat bergerak fluktuatif pada pekan terakhir September hingga awal Oktober 2025. Pada 22 September 2025, rupiah berada di level Rp 16.607 per dolar AS. Nilai tukar kemudian melemah ke Rp 16.636 pada 23 September dan Rp 16.680 pada 24 September.

Rupiah sempat menguat tipis ke Rp 16.680 pada 25 September, namun kembali melemah ke Rp 16.775 pada 26 September. Pada 29 September, kurs rupiah berada di Rp 16.680, lalu melemah lagi ke Rp 16.692 pada 30 September.

Memasuki 1 Oktober 2025, rupiah terpantau stabil di kisaran Rp 16.680 per dolar AS.

Faktor Penyebab Fluktuasi Rupiah

Beberapa faktor utama yang memengaruhi fluktuasi nilai tukar rupiah antara lain:

  • Perkembangan ekonomi global
    Perubahan kondisi ekonomi di negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Tiongkok memiliki dampak signifikan terhadap pasar keuangan global. Kondisi seperti government shutdown di AS dapat menciptakan ketidakpastian yang memengaruhi arus modal dan nilai tukar mata uang.

  • Kinerja ekonomi dalam negeri
    Indikator-indikator ekonomi seperti inflasi, tingkat suku bunga, dan pertumbuhan ekonomi menjadi faktor penting dalam menentukan stabilitas rupiah. BI terus memantau data-data tersebut untuk mengambil langkah-langkah yang tepat.

  • Perilaku pelaku pasar
    Perilaku spekulatif atau reaksi terhadap isu-isu ekonomi dapat mempercepat fluktuasi nilai tukar. BI berupaya untuk memberikan kepastian dan membangun kepercayaan di kalangan pelaku pasar.

Upaya BI dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

BI telah melakukan beberapa langkah strategis untuk menjaga stabilitas rupiah, antara lain:

  • Intervensi di pasar valuta asing
    BI aktif melakukan transaksi di pasar domestik dan internasional untuk mengontrol pergerakan rupiah. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi gejolak yang berlebihan.

  • Komunikasi yang transparan
    BI terus memberikan informasi secara terbuka tentang kebijakan moneter dan kondisi pasar. Tujuannya adalah untuk meminimalkan ketidakpastian dan membangun kepercayaan publik.

  • Pemantauan kondisi pasar
    BI terus memantau perkembangan pasar secara real-time untuk dapat merespons dengan cepat terhadap perubahan yang terjadi.

Prediksi dan Harapan Masa Depan

Meski rupiah mengalami tekanan dalam beberapa minggu terakhir, BI tetap optimis bahwa nilai tukar rupiah akan kembali stabil dalam jangka panjang. Ramdan Denny Prakoso menekankan bahwa stabilitas ekonomi dan pengelolaan kebijakan yang tepat akan menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga rupiah.

"Kita optimis dengan seiring berjalan-berjalannya waktu Rupiah akan menguat secara perlahan,” tambahnya.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Ada Kekacauan Pemerintah AS, BI Percaya Rupiah Akan Bangkit Kembali ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Tetap optimis dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar