
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Tips Mengemudi Mobil Matik Saat Melintasi Turunan
Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) sering dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata ke kawasan Puncak yang dikenal dengan jalur berkelok dan turunan panjang. Kondisi ini menuntut pengemudi mobil, terutama pengguna transmisi otomatis atau mobil matik, untuk lebih memahami teknik berkendara yang aman.
Salah satu hal penting adalah penggunaan engine brake mobil matik untuk mengontrol kecepatan kendaraan saat melintasi turunan agar rem tidak bekerja terlalu berat. Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana menjelaskan bahwa engine brake pada mobil matik juga bisa dilakukan dengan menurunkan tuas transmisi ke gigi yang lebih rendah.
“Untuk kendaraan yang matik-nya model lawas, memang tidak ada engine brake-nya. Biasakan mengurangi kecepatan sebelum turunan, kontrol kecepatan dengan menurunkan gear ke rendah dan menginjak pedal rem secara gradual,” ujar Sony kepada aiotrade, belum lama ini.
Sony Susmana menambahkan bahwa mobil transmisi matik keluaran terbaru umumnya sudah dilengkapi engine brake untuk membantu mengurangi laju kendaraan. Sementara itu, pada mobil matik yang belum memiliki fitur tersebut, perpindahan gigi harus dilakukan dengan tepat.
Penggunaan Engine Brake yang Benar
Iwan, Pemilik Iwan Motor Honda Auto Clinic Solo, menjelaskan bahwa engine brake di turunan berguna mengurangi beban kerja rem agar tidak cepat panas. Namun, penggunaannya harus benar agar tidak merusak transmisi matik.
“Penggunaan engine brake harus dilakukan dengan langkah yang benar, agar tidak merusak matik. Lakukan perpindahan gigi secara perlahan dan bertahap untuk mendapatkan efek engine brake,” kata Iwan kepada aiotrade, belum lama ini.
Selain itu, saat melewati turunan posisi tuas transmisi jangan langsung dipindah ke 1 atau L. Pengemudi perlu memperhatikan putaran mesin.
“Karena kalau putaran mesin masih tinggi bisa merusak transmisi. Lakukan perpindahan ke 1 atau L saat putaran mesin sudah rendah. Idealnya putaran ideal sampai 1.000 rpm paling aman,” jelas Iwan.
Iwan juga menyampaikan bahwa melakukan engine brake terlalu lama juga bisa mengakibatkan oli matik overheat. Oleh karena itu, gunakan saja seperlunya.
Pentingnya Teknik Berkendara yang Benar
Mengemudi mobil matik di area turunan membutuhkan kesadaran dan pemahaman tentang cara mengoperasikan transmisi. Teknik seperti menurunkan gigi secara bertahap, mengontrol kecepatan, serta memperhatikan putaran mesin sangat penting untuk menjaga keamanan dan kenyamanan selama perjalanan.
Selain itu, pengemudi juga disarankan untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum melakukan perjalanan. Hal ini termasuk memeriksa sistem rem, oli transmisi, dan kondisi ban.
Dengan memahami cara menggunakan engine brake dengan benar, pengemudi dapat mengurangi risiko kerusakan pada kendaraan dan meningkatkan keselamatan selama perjalanan. Terlebih lagi, saat liburan Nataru yang sering kali digunakan untuk berwisata ke daerah dengan medan berliku dan turunan tajam.
Tips Tambahan untuk Pengemudi Mobil Matik
- Pastikan Anda memahami jenis mobil yang Anda kendarai. Beberapa mobil matik memiliki fitur engine brake, sementara yang lain tidak.
- Latih diri Anda untuk mengoperasikan transmisi dengan benar, terutama saat melintasi turunan.
- Jangan terburu-buru dalam mengubah gigi. Lakukan secara perlahan dan bertahap agar tidak merusak komponen transmisi.
- Perhatikan putaran mesin saat menurunkan gigi. Jangan langsung mengubah ke gigi terendah jika putaran mesin masih tinggi.
- Gunakan rem secara bertahap dan tidak terlalu keras, terutama saat turunan panjang.
Dengan mengikuti tips-tips di atas, pengemudi mobil matik akan lebih siap menghadapi medan jalan yang berliku dan turunan tajam, terutama saat liburan Nataru.
Komentar
Kirim Komentar