
Alasan Tasya Farasya Menggugat Cerai Ahmad Assegaf Terungkap
Tasya Farasya, seorang vlogger dan selebgram ternama di Indonesia, akhirnya mengungkap alasan pribadi di balik gugatan cerainya terhadap suaminya, Ahmad Assegaf. Berbeda dengan isu yang sempat beredar, seperti perselingkuhan atau konflik rumah tangga biasa, Tasya menyatakan bahwa permasalahan utamanya adalah penggelapan uang dan penyalahgunaan aset keluarga.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Dalam sebuah tayangan eksklusif di media sosial Instagram, Tasya menjawab pertanyaan netizen mengenai kebenaran dugaan tersebut. Ia secara tegas mengonfirmasi bahwa Ahmad Assegaf tidak hanya menggadaikan rumah mewah milik ibunya, Bu Ala, tetapi juga melakukan penggelapan uang senilai Rp23 miliar dari perusahaan tempat ia bekerja sebagai Chief Financial Officer (CFO) di MOP Beauty.
u201cYa,u201d jawab Tasya singkat ketika ditanya apakah hal itu benar adanya.
Kejadian ini membuat Tasya merasa terpuruk dan sangat terluka. Ia menggambarkan perasaannya dengan kata-kata seperti u201cbungkam, shock, nangisu201d yang menunjukkan betapa dalamnya rasa kecewa dan kehilangan yang ia alami.
Selain itu, Tasya juga membantah isu perselingkuhan yang sempat beredar tentang suaminya. Ia menegaskan bahwa tidak ada hubungan terlarang antara dirinya dan Ahmad Assegaf selama masa pernikahan mereka.
Perkembangan Gugatan Cerai
Sebelum mengajukan gugatan perceraian secara hukum, Tasya dan Ahmad Assegaf sudah berpisah secara agama. Penceraian agama dilakukan oleh Ahmad pada 10 September 2025, sebelum gugatan resmi diajukan ke pengadilan.
Sidang perdana perceraian keduanya digelar pada 24 September 2025, namun suasana dalam persidangan terlihat tegang. Tasya dan Ahmad tidak saling bertegur sapa sejak tiba di pengadilan hingga sidang berakhir.
Kuasa hukum Tasya, Sangun Ragahdo, menjelaskan bahwa kliennya dan Ahmad sudah tidak lagi menjadi pasangan suami istri secara agama sebelum gugatan diajukan. Bahkan, keduanya sudah tidak tinggal serumah.
Menurut Sangun, alasan perceraian bukanlah karena masalah nafkah, melainkan karena hilangnya kepercayaan akibat tindakan yang dilakukan oleh Ahmad Assegaf. Ia juga memberikan kode bahwa dugaan penggelapan uang perusahaan memang benar adanya.
Tuntutan Nafkah yang Unik
Dalam gugatan cerainya, Tasya Farasya menuntut nafkah sebesar Rp100 kepada Ahmad Assegaf. Meski jumlahnya terkesan kecil, tuntutan ini memiliki makna tersendiri bagi Tasya. Selama pernikahan, ia mengaku tidak pernah mendapatkan nafkah lahir maupun batin dari suaminya.
M. Fattah Riphat, kuasa hukum Tasya, menjelaskan bahwa tuntutan ini dimaksudkan sebagai bentuk tanggung jawab mantan suami terhadap anak-anak mereka. Ia juga menyampaikan bahwa jika nominal tersebut tidak bisa dipenuhi, maka akan menjadi pertanyaan besar tentang tanggung jawab Ahmad Assegaf.
Profil Ahmad Assegaf
Ahmad Assegaf dikenal sebagai seorang pengusaha properti yang aktif dalam beberapa bidang usaha. Ia menjabat sebagai Wakil Direktur PT Hashimawira Bersaudara (HWB), sebuah perusahaan yang telah berdiri sejak 1990 dan fokus pada pembangunan perumahan. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Manajer Operasi Koperasi Khasanah Indonesia sejak tahun 2017.
Ahmad juga memiliki latar belakang pendidikan yang cukup mentereng. Ia lulus dari Central Washington University dengan gelar Bachelor of Science di bidang Logistics, Materials, and Supply Chain Management. Selain itu, ia juga pernah menempuh studi di Edmonds Community College dengan jurusan Accounting and Business/Management.
Di samping bisnis propertinya, Ahmad juga sedang mengembangkan usaha shisha bernama Delshiha, yang akun resminya ia unggah di bio Instagram pribadinya.
Komentar
Kirim Komentar