Amazon Pertimbangkan Investasi Rp167 Triliun ke OpenAI, ChatGPT Tetap Jadi Standar Global AI

Amazon Pertimbangkan Investasi Rp167 Triliun ke OpenAI, ChatGPT Tetap Jadi Standar Global AI

Dunia gadget kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Amazon Pertimbangkan Investasi Rp167 Triliun ke OpenAI, ChatGPT Tetap Jadi Standar Global AI yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Peran Amazon dalam Kekuasaan Teknologi AI

Kemunculan rencana investasi besar dari Amazon ke OpenAI menunjukkan pergeseran persaingan di dunia kecerdasan buatan. Kini, kompetisi tidak lagi hanya terbatas pada pengembangan produk, tetapi juga pada penguasaan infrastruktur dan kapasitas komputasi yang sangat mendasar.

Relasi antara Amazon dan OpenAI mencerminkan pertarungan jangka panjang antara para pemain teknologi dalam menentukan siapa yang akan menjadi fondasi utama industri AI. Dalam lanskap ini, ChatGPT tidak lagi sekadar aplikasi, melainkan simbol kekuatan pasar dan daya tawar teknologi.

Menurut laporan Fortune, Amazon sedang dalam pembicaraan untuk menanamkan investasi sebesar 10 miliar dolar AS ke OpenAI. Kesepakatan ini berpotensi mendorong valuasi OpenAI melebihi 500 miliar dolar AS. Namun, analis mengatakan struktur kerja samanya lebih mirip dengan kerangka strategis jangka panjang daripada investasi modal ventura konvensional.

Charles Fitzgerald, investor infrastruktur komputasi awan dan mantan karyawan Microsoft, menyebut kesepakatan ini sebagai "kerangka". Menurutnya, OpenAI tidak memiliki kas yang cukup untuk memenuhi komitmen belanja komputasi dalam skala puluhan miliar dolar yang telah diumumkan sebelumnya.

Mekanisme Investasi Amazon

Dalam praktiknya, rencana investasi Amazon dipandang sebagai bentuk pembiayaan sirkular. Dana 10 miliar dolar AS tersebut akan mengalir dari neraca Amazon ke OpenAI, lalu kembali lagi ke Amazon Web Services (AWS) sebagai pembayaran kapasitas komputasi.

Fitzgerald menjelaskan bahwa meskipun terlihat seperti pembiayaan melingkar, Amazon tetap memungkinkan pencatatan pendapatan baru dari layanan cloud. Anshel Sag, analis utama di Moor Insights & Strategy, melihat pola ini sebagai konsekuensi dari mahalnya biaya pengembangan AI mutakhir.

“Banyak ekonomi sirkular yang terjadi saat ini. Dengan melakukan investasi finansial, risiko memang meningkat, tetapi juga menciptakan jaring pengaman,” ujarnya. Menurut Sag, Amazon pada dasarnya membeli kepastian permintaan bagi ekspansi pusat data dan chip yang telah dibangunnya.

Keuntungan dan Tantangan bagi OpenAI

Bagi OpenAI, kesepakatan ini mencerminkan kebutuhan mendesak akan kapasitas komputasi. “OpenAI sedang berusaha mengamankan kapasitas komputasi sebanyak mungkin, dari sebanyak mungkin sumber,” kata Sag.

Ketergantungan pada Nvidia dan Microsoft mendorong OpenAI membuka opsi lain, termasuk memanfaatkan chip Trainium dan Inferentia milik Amazon, meski performanya belum menyamai chip Nvidia generasi terbaru.

Strategi Amazon di Pasar AI Generatif

Sebaliknya, bagi Amazon, taruhan utamanya adalah kredibilitas di pasar AI generatif. Meski menjadi penyedia cloud terbesar dunia, Amazon masih tertinggal dalam persepsi sebagai pemain utama AI. Sag menegaskan, “ChatGPT masih dipandang sebagai acuan utama industri AI. Jika OpenAI menggunakan perangkat keras Anda dalam skala besar, hal itu menjadi bentuk pengakuan yang sangat kuat.”

Namun, peluang tersebut datang bersama risiko. Fitzgerald mengingatkan bahwa klaster pelatihan model AI merupakan bisnis yang mahal dan cepat usang. “Klaster pelatihan adalah bisnis terburuk. Biayanya sangat besar, dipakai intensif dalam waktu singkat, lalu menjadi tidak relevan ketika Nvidia merilis generasi berikutnya,” ujarnya.

Evaluasi Kinerja Kesepakatan

Pada akhirnya, keberhasilan kesepakatan ini akan diukur dari seberapa besar angka investasi yang diumumkan benar-benar berubah menjadi pendapatan nyata bagi Amazon Web Services. Hingga saat itu, realisasi dana tersebut, menurut Fitzgerald, “kemungkinan besar masih dalam proses dan belum benar-benar terealisasi.”

Kesimpulan: Bagaimana komentar Anda mengenai teknologi ini? Apakah sesuai ekspektasi Anda? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar