Analisis Psikologi Geng Motor di Jambi: Akar dan Solusi

Berita mancanegara hari ini diwarnai peristiwa penting. Topik Analisis Psikologi Geng Motor di Jambi: Akar dan Solusi tengah menjadi perhatian global. Berikut laporan selengkapnya.
Analisis Psikologi Geng Motor di Jambi: Akar dan Solusi

Peran Psikolog dalam Memahami Fenomena Geng Motor di Kalangan Remaja

Psikolog klinis di Jambi, Dian Syafitrah, menjelaskan bahwa fenomena geng motor perlu dilihat dari sudut pandang psikologis perkembangan remaja. Perilaku remaja yang tergabung dalam kelompok tersebut erat kaitannya dengan krisis identitas. Dalam psikologi, masa remaja adalah tahap di mana seseorang sedang mencari jati diri dan fungsi dirinya di lingkungan sosial. Ketika hal ini tidak ditemukan, mereka cenderung mencari pengakuan di luar, termasuk lewat kelompok seperti geng motor.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Dosen luar biasa psikologi Universitas Jambi itu menambahkan bahwa remaja yang belum menemukan arah identitas sering ingin menunjukkan eksistensi dan popularitas di lingkungannya. Mereka bergabung dengan geng motor karena dianggap keren, menjadi bagian dari kelompok yang mereka anggap ideal. Namun, hal ini bisa berujung pada perilaku antisosial, seperti tindakan anarkis, tidak menghormati lingkungan, atau bahkan melakukan tindak kriminal.

Ada kecenderungan perilaku antisosial, seperti kebohongan, penipuan, eksploitasi teman, hingga pelanggaran hukum. Ini merupakan bentuk ekspresi salah arah dari kebutuhan identitas yang belum terbentuk. Upaya pencegahan tidak hanya bisa dilakukan oleh aparat saja, tetapi harus melibatkan banyak pihak, termasuk keluarga. Yang paling penting adalah fungsi keluarga.

Orang tua harus tahu anaknya ke mana, dengan siapa bergaul, dan bagaimana aktivitasnya. Minimnya pengawasan dan ketidakharmonisan keluarga dapat memicu anak mencari pelarian di luar rumah. Faktor seperti konflik orang tua, ketidakamanan di rumah, hingga kondisi ekonomi bisa membuat anak merasa tidak nyaman dan mencari tempat lain untuk diterima.

Orang tua sebaiknya aktif memantau dan mendampingi anak-anak di masa remaja, karena fase ini merupakan masa transisi dengan pemikiran yang belum matang. Remaja belum sepenuhnya bisa membedakan mana yang baik dan buruk. Di sinilah pentingnya peran orang tua untuk membersamai mereka.

Di Kota Jambi, terdapat layanan gratis untuk membantu keluarga yang menghadapi permasalahan perilaku anak. Ada Puspaga, Pusat Layanan Keluarga. Di sana ada konselor, psikolog, dan pendamping yang siap membantu tanpa biaya. Melalui layanan tersebut, orang tua bisa berkonsultasi jika anak mulai menunjukkan perilaku membangkang, sulit diatur, atau sering keluar malam.

Tidak ada alasan bagi keluarga untuk diam saja. Pemerintah sudah menyediakan fasilitas, tinggal kemauan untuk memanfaatkannya.

Pentingnya Peran Orang Tua dalam Pengasuhan Anak

Peran orang tua sangat krusial dalam memandu anak selama masa remaja. Masa ini merupakan fase yang rentan, di mana anak masih mencari jati diri dan cenderung mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya. Kehadiran orang tua yang aktif dan peduli dapat mencegah anak dari terjebak dalam kelompok-kelompok negatif seperti geng motor.

Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh orang tua antara lain:

  • Meningkatkan komunikasi: Orang tua harus lebih terbuka dalam berbicara dengan anak, sehingga anak merasa didengar dan dipahami.
  • Memberikan batasan yang jelas: Anak perlu tahu batasan-batasan yang diberikan orang tua agar mereka tidak terjebak dalam perilaku yang tidak sehat.
  • Mendorong partisipasi dalam kegiatan positif: Mengajak anak ikut dalam kegiatan ekstrakurikuler atau kegiatan sosial dapat membantu mereka menemukan minat dan bakat serta membangun rasa percaya diri.

Layanan Gratis untuk Bantuan Keluarga

Puspaga, Pusat Layanan Keluarga di Kota Jambi, menawarkan bantuan gratis kepada keluarga yang menghadapi masalah perilaku anak. Layanan ini mencakup konseling, psikologis, dan pendampingan dari para ahli yang siap membantu. Orang tua dapat berkonsultasi jika anak menunjukkan tanda-tanda perilaku yang tidak normal, seperti sulit diatur atau sering keluar malam.

Layanan ini merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap keluarga, yang dapat dimanfaatkan oleh siapa pun yang membutuhkan. Tidak ada alasan untuk tidak menggunakan fasilitas yang tersedia, karena tujuan utamanya adalah untuk membantu anak-anak dalam menemukan jalan yang benar dalam hidup mereka.


Kesimpulan: Demikian kabar dari dunia internasional. Simak terus perkembangan global hanya di sini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar