
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Kondisi Ekonomi dan Pengangguran di Tengah Perdebatan Politik
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap situasi ekonomi saat ini. Dalam sebuah unggahan video di akun Instagram pribadinya, ia menyebut bahwa suasana pasar kini semakin sepi, cicilan makin berat, dan banyak orang yang mencari informasi lowongan kerja melalui grup obrolan alumni.
Anies menyoroti peningkatan upah pekerja yang dinilainya sangat kecil, hanya sekitar 1,8 persen. Ia membandingkan angka ini dengan inflasi nasional yang mencapai 2,3 persen. "Rata-rata upah kita naiknya tipis. Presiden bilang inflasi kita ini 2,3 persen. Itu terendah di antara negara-negara G20. Masalahnya, upah kita naiknya cuma 1,8 persen," ujarnya.
Menurut Anies, kenaikan upah tersebut masih kalah dari tingkat inflasi. Ia juga menyoroti bahwa inflasi pada sektor makanan justru meningkat, sehingga membuat masyarakat merasa ada ketidaksesuaian antara informasi yang diberikan oleh pemerintah dan kondisi nyata di lapangan.
"Jadi, pantas ya kalau banyak yang merasa apa yang ada di berita itu beda dengan apa yang ada di dompet," katanya.
Selain itu, Anies menekankan bahwa kondisi pasar yang sepi dan kesulitan dalam mencari pekerjaan menjadi indikasi nyata dari masalah ekonomi. "Di pasar sepi, cicilan makin berat, grup chat alumni isinya cari info loker. Nah, kita nggak usah takutlah lihat kenyataan dengan lengkap," ucapnya.
Ia menyarankan agar data ekonomi disajikan secara jujur dan lengkap agar publik dapat memberikan dukungan terhadap langkah-langkah pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja formal yang layak. "Kalau data dibuka dengan jujur, dengan lengkap, maka publik juga bisa dukung langkah pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja formal yang full time, yang bermartabat, kemudian melindungi pekerja informal biar bisa naik kelas dan menyerap anak-anak muda dengan ekosistem usaha yang adil," tambahnya.
Anies menilai bahwa tanggung jawab utama dalam mengatasi pengangguran ada di tangan pemerintah. Namun, ia mengkritik jika data yang disampaikan hanya setengah-setengah. "Jadi, ya, tanggung jawab terbesar memang ada di pemerintah. Tapi, kalau data ditampilkan hanya setengah-setengah, publik juga bingung."
"Kita mau dukung ke mana? Atau jangan-jangan Presiden juga tidak diberi data yang lengkap ya?" ujarnya sambil meletakkan telunjuk di depan bibir.
Dalam video tersebut, Anies awalnya menyoroti pernyataan Presiden tentang angka pengangguran yang terendah sejak tahun 1998. "Setahun sudah pemerintahan baru ini berjalan. Pak Presiden baru saja bilang bahwa angka pengangguran terendah sejak tahun 1998. Bagus dong kalau begitu," kata Anies.
Namun, ia juga bertanya mengapa informasi yang didengar dari masyarakat justru berbeda. "Tapi kenapa obrolan sehari-hari yang kedengarannya malah sebaliknya. Susah cari kerja, lowongan seret, PHK (pemutusan hubungan kerja) di mana-mana," tambahnya.
Pernyataan Presiden tentang Angka Pengangguran
Presiden RI, Prabowo Subianto, menyatakan bahwa tingkat pengangguran nasional berhasil turun ke level terendah sejak krisis 1998. Pernyataan ini disampaikannya dalam pidato di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI, Jumat (15/8/2025).
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyampaikan rencana pemerintah dan DPR RI dalam membentuk Badan Pengelola Investasi Danantara. Badan ini akan fokus pada penciptaan jutaan lapangan kerja berkualitas, terutama di bidang hilirisasi.
Selain itu, Prabowo menambahkan bahwa pemerintahannya juga akan membangun sistem kesehatan yang lebih adil dan merata. Saat ini, program cek kesehatan gratis telah digunakan oleh lebih dari 18 juta warga.
"66 rumah sakit di 66 Kabupaten sedang kami tingkatkan kelasnya. Kawasan Ekonomi Khusus Sanur kami hadirkan sebagai pusat layanan medis bertaraf internasional agar orang Indonesia tidak harus berobat ke luar negeri," ujar Prabowo.
Komentar
Kirim Komentar