Anjuran Doa dan Amalan Utama Bulan Rajab Menurut NU dan Muhammadiyah

Anjuran Doa dan Amalan Utama Bulan Rajab Menurut NU dan Muhammadiyah

Informasi terkini hadir untuk Anda. Mengenai Anjuran Doa dan Amalan Utama Bulan Rajab Menurut NU dan Muhammadiyah, berikut adalah fakta yang berhasil kami himpun dari lapangan.


aiotrade

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Perbedaan Pandangan tentang Doa dan Amalan di Bulan Rajab

Bulan Rajab kembali menjadi perhatian umat Islam, terutama dalam hal doa dan amalan yang dilakukan. Di tengah berbagai pandangan yang muncul, dua organisasi besar Islam di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, memiliki pendekatan yang berbeda dalam menyikapi bulan ini. Meskipun demikian, keduanya sepakat bahwa bulan Rajab adalah momen penting untuk meningkatkan kualitas ibadah.

Pandangan NU tentang Doa dan Amalan Bulan Rajab

Menurut NU, bulan Rajab merupakan waktu istimewa untuk memperbanyak amal kebaikan. Umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah seperti istighfar, sedekah, puasa sunah, dan doa sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah Swt.

NU juga mengutip doa yang diriwayatkan dibaca oleh Rasulullah saw ketika memasuki bulan Rajab, yaitu:
Allahumma bārik lanā fī Rajaba wa Sya‘bāna wa ballighnā Ramadhāna.
Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban, serta sampaikanlah kami hingga bulan Ramadan.”

Doa ini dimaknai sebagai permohonan keberkahan agar umat Islam diberi kekuatan menjalani tiga bulan beruntun menuju Ramadan. Para ulama NU menafsirkan Rajab sebagai waktu menanam pahala, Syaban sebagai masa merawat amal, dan Ramadan sebagai masa memanen hasilnya. Karena itu, memperbanyak doa dan amal saleh sejak Rajab dinilai sebagai ikhtiar spiritual yang penting.

Pandangan Muhammadiyah: Tidak Ada Amalan Khusus Rajab

Berbeda dengan NU, Muhammadiyah menegaskan bahwa tidak ada doa maupun amalan khusus yang disyariatkan secara spesifik pada bulan Rajab. Pandangan ini disampaikan oleh Muhammad Yusran Hadi dalam Suara Muhammadiyah.

Menurut Muhammadiyah, anggapan bahwa Rajab memiliki amalan khusus seperti puasa tertentu, shalat Raghaib, doa-doa khusus, atau ibadah dengan keutamaan tertentu tidak memiliki dasar dalil yang sahih. Hadits-hadits yang sering dijadikan rujukan terkait keutamaan khusus bulan Rajab dinilai lemah bahkan palsu.

Muhammadiyah merujuk pada penelitian para ulama hadits, termasuk Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Tabyiinul ‘Ajab yang menyimpulkan tidak ada satu pun hadits sahih tentang keutamaan khusus Rajab maupun amalannya. Karena itu, mengkhususkan ibadah tertentu dengan keyakinan adanya keutamaan khusus di bulan Rajab dinilai sebagai bid‘ah.

Meski demikian, Muhammadiyah tetap menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak amal saleh secara umum, sebagaimana dianjurkan pada bulan-bulan haram lainnya, tanpa mengkhususkan bentuk, waktu, atau keyakinan keutamaan tertentu pada Rajab.

Titik Temu NU dan Muhammadiyah

Walau berbeda dalam penekanan doa dan amalan khusus di bulan Rajab, NU dan Muhammadiyah memiliki titik temu yang sama, yakni mendorong umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan.

NU menekankan aspek tradisi dan fadilah doa yang diriwayatkan, sementara Muhammadiyah menekankan kehati-hatian dalam beribadah agar tetap sesuai dalil sahih.

Pada akhirnya, bulan Rajab dapat dimaknai sebagai momentum refleksi dan perbaikan diri. Umat Islam diajak memperbanyak amal kebaikan, menjaga keikhlasan ibadah, serta mempersiapkan diri secara spiritual menuju bulan Ramadan, dengan tetap menghormati perbedaan pandangan yang ada.

Kesimpulan

Bulan Rajab memberikan kesempatan bagi umat Islam untuk memperdalam hubungan dengan Allah melalui doa dan amal saleh. Meskipun terdapat perbedaan pandangan antara NU dan Muhammadiyah, kedua organisasi tersebut setuju bahwa bulan ini adalah waktu yang baik untuk meningkatkan kualitas ibadah. Dengan memahami perbedaan tersebut, umat Islam dapat menjalani bulan Rajab dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, sekaligus mempersiapkan diri menuju Ramadan yang penuh makna.

Kesimpulan: Demikian informasi mengenai Anjuran Doa dan Amalan Utama Bulan Rajab Menurut NU dan Muhammadiyah. Semoga bermanfaat Anda hari ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar