
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Strategi Diversifikasi Antam: Masuk ke Bisnis Perhiasan Emas
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau yang dikenal sebagai Antam, sedang mempersiapkan rencana ekspansi ke lini bisnis perhiasan emas. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam diversifikasi bisnis dan penguatan rantai nilai logam mulia.
Dalam beberapa tahun terakhir, Antam telah mengambil langkah-langkah penting untuk memperluas cakupan operasionalnya. Salah satu inisiatif utama adalah pengembangan unit usaha baru di bidang perhiasan emas. Rencana ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan dan laba bersih perusahaan.
Menurut estimasi, kegiatan usaha baru ini dapat menambah pendapatan hingga Rp 571 miliar dan laba bersih sekitar Rp 41,96 miliar pada 2025. Dalam jangka panjang, nilai penjualan diproyeksikan mencapai lebih dari Rp 1 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 78,28 miliar pada 2029.
Tujuan dan Visi Perusahaan
Corporate Secretary Antam, Wisnu Danandi Haryanto, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat posisi di sektor hilir. Selain sebagai produsen dan pemurni emas, Antam ingin menjadi pelaku aktif dalam industri perhiasan nasional.
Tujuan utama dari pengembangan bisnis ini adalah untuk menciptakan produk perhiasan emas dengan identitas khas Indonesia. Produk tersebut diharapkan mampu membuka peluang pasar baru serta meningkatkan nilai tambah hasil produksi emas domestik.
"Memperkuat peran ANTAM dalam mendorong tumbuhnya ekosistem logam mulia di dalam negeri," ujar Wisnu.
Kemitraan dan Pengembangan Produk
Antam juga melakukan penjajakan kemitraan strategis dengan berbagai pelaku industri dan desainer lokal. Hal ini bertujuan agar produk yang dihasilkan tidak hanya memiliki nilai estetika tinggi, tetapi juga memenuhi standar kualitas internasional.
Langkah ini dilakukan secara bertahap, dengan fokus pada pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Dengan kolaborasi ini, Antam berharap mampu menciptakan produk yang unik dan memiliki daya saing di pasar global.
Rencana Jangka Panjang dan Penambahan Kegiatan Usaha
Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen Antam menjelaskan bahwa pengembangan bisnis perhiasan masuk dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2025–2029. Salah satu tema strategisnya adalah penguatan fungsi penjualan emas, termasuk penetrasi ke lini pasar baru melalui kolaborasi, akuisisi, dan pengembangan produk.
Untuk mendukung ekspansi tersebut, Antam berencana menambah kegiatan usaha sesuai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) sektor industri perhiasan dan barang logam mulia. Beberapa klasifikasi yang akan digunakan antara lain:
- KBLI 32112 untuk industri perhiasan dari logam mulia
- KBLI 32113 untuk produk non-pribadi
- KBLI 32114 dan 32119 yang mencakup produk logam mulia untuk kebutuhan teknik dan laboratorium
Persiapan Sumber Daya Manusia dan RUPST
Direktur Operasi dan Produksi Antam, Hartono, menjelaskan bahwa pengembangan usaha ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi penjualan segmen logam mulia dan pemurnian perusahaan. Selain itu, pengembangan kegiatan usaha komoditas tersebut diharapkan dapat mendukung pencapaian target kinerja perusahaan dalam jangka panjang.
Perusahaan juga memastikan kesiapan sumber daya manusia tanpa perlu rekrutmen tambahan, karena tenaga ahli yang terlibat berasal dari internal. Antam akan meminta persetujuan penambahan kegiatan usaha ini dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan pada 12 Juni 2025 mendatang.
Kesimpulan
Dengan masuknya Antam ke bisnis perhiasan emas, perusahaan menunjukkan komitmennya untuk terus berkembang dan memperkuat posisi di sektor logam mulia. Inisiatif ini diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan dan pertumbuhan ekosistem logam mulia di Indonesia.
Komentar
Kirim Komentar