Antisipasi Keracunan Penerima MBG, Polresta Banda Aceh Terapkan Keamanan Makanan

Berita mancanegara hari ini diwarnai peristiwa penting. Topik Antisipasi Keracunan Penerima MBG, Polresta Banda Aceh Terapkan Keamanan Makanan tengah menjadi sorotan dunia. Berikut laporan selengkapnya.
Antisipasi Keracunan Penerima MBG, Polresta Banda Aceh Terapkan Keamanan Makanan

Penerapan Standar Keamanan Pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis

Polresta Banda Aceh telah mengambil langkah-langkah tegas dan cepat untuk memastikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan dengan aman dan higienis. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penerapan Food Safety yang ketat serta penggunaan rapid test pada seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), khususnya di dapur SPPG Polri Polresta Banda Aceh dan tempat lainnya yang berada di wilayah hukum setempat.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Heri Purwono menekankan pentingnya meningkatkan pengawasan ketat terhadap dapur MBG. Hal ini mencakup pemilihan bahan baku hingga proses distribusi. Ia juga menegaskan bahwa setiap SPPG di wilayah hukumnya harus mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat, mulai dari pengadaan bahan baku, pengelolaan, hingga penyajian makanan. Semua proses tersebut harus benar-benar aman dan higienis.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kapolresta usai mengikuti zoom meeting tentang pencegahan dan mitigasi kejadian keracunan terhadap penerima manfaat MBG di wilayah hukum Polda Aceh. Informasi tersebut diperoleh melalui keterangannya yang diterima Serambi pada Minggu (26/10/2025) sore.

"Seperti yang kita terapkan di SPPG Kemala Bhayangkari Cabang Kota Banda Aceh, sudah kita lengkapi dengan rapid test, setiap hari sebelum disalurkan kepada penerima, personel Dokkes Polda Aceh dan Sidokkes Polresta selalu melakukan pemeriksaan," ujar Kombes Joko.

Pemeriksaan yang dilakukan meliputi Test Kit Sianida, Formalin, Nitrit, Boraks, dan Arsen. Menurutnya, penyediaan rapid test pada setiap menu makanan bukan hanya formalitas, tetapi sebagai bentuk tanggung jawab dan menjaga mutu makanan itu sendiri.

  • Setiap menu makanan yang akan disajikan kepada penerima manfaat MBG harus melalui pemeriksaan rapid test.
  • Proses pemeriksaan dilakukan oleh personel Dokkes Polda Aceh dan Sidokkes Polresta.
  • Hasil pemeriksaan digunakan untuk memastikan bahwa semua bahan makanan aman dan tidak mengandung zat berbahaya.

Kombes Joko menegaskan bahwa pihaknya meminta agar setiap SPPG di wilayah hukum Polresta Banda Aceh melakukan food safety melalui rapid test terhadap menu MBG untuk mencegah keracunan. Langkah ini dianggap penting guna memastikan kesehatan dan keselamatan para penerima manfaat MBG.

Pentingnya Pengawasan dan Pemeriksaan Berkala

Pengawasan dan pemeriksaan berkala menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas dan keamanan makanan yang disajikan melalui program MBG. Berikut beberapa aspek yang perlu diperhatikan:

  • Pemilihan Bahan Baku: Bahan baku harus berasal dari sumber yang terpercaya dan memiliki sertifikasi keamanan pangan.
  • Proses Pengolahan: Proses pengolahan harus dilakukan dengan menggunakan alat dan teknik yang sesuai standar higienis.
  • Penyimpanan dan Distribusi: Penyimpanan dan distribusi makanan harus dilakukan dalam kondisi yang aman dan terkontrol.

Dengan adanya pemeriksaan rutin dan pengawasan ketat, diharapkan program MBG dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat. Selain itu, langkah-langkah ini juga bertujuan untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah yang berfokus pada kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.

Kesimpulan: Demikian kabar dari dunia internasional. Ikuti terus perkembangan global hanya di sini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar