
Perubahan Alokasi Anggaran dalam RAPBD 2026 Subang
Pemerintah Kabupaten Subang menunjukkan komitmen yang kuat terhadap investasi jangka panjang dengan mengalihkan fokus anggaran yang tercantum dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2026. Dalam rencana ini, alokasi belanja daerah secara keseluruhan meningkat sebesar 3,67 persen menjadi Rp3,111 triliun. Namun, diikuti dengan langkah efisiensi yang ketat di sektor rutin.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Perubahan paling signifikan terlihat pada Belanja Modal yang direncanakan melonjak hingga 63,39 persen, mencapai Rp458,666 miliar. Kenaikan ini menandai pergeseran arah kebijakan Pemkab Subang untuk memperkuat pembangunan infrastruktur dan aset strategis demi meningkatkan daya saing ekonomi daerah.
Kenaikan Belanja Modal ini didanai melalui upaya efisiensi yang dilakukan pada Belanja Operasi, yang secara total dipangkas sebesar 5,29 persen. Di antara sektor-sektor yang mengalami efisiensi terbesar adalah Belanja Pegawai yang mengalami penurunan sebesar 5,95 persen atau Rp80,422 miliar. Selain itu, Belanja Barang dan Jasa juga turun sebesar 4,79 persen atau Rp35,385 miliar.
Meskipun terjadi pengetatan biaya rutin, Pemkab Subang tetap menjaga komitmen dukungan terhadap mitra pembangunan. Alokasi Belanja Hibah tetap dipertahankan sebesar Rp91,47 miliar, sama seperti tahun sebelumnya. Jumlah ini dinilai signifikan sebagai penanda bahwa Pemkab masih memberi ruang bagi kolaborasi dengan lembaga nonpemerintah, organisasi, dan kelompok masyarakat.
Komposisi RAPBD 2026 ini disampaikan dalam Jawaban Bupati atas Pandangan Umum Fraksi DPRD. Penyampaian dilakukan oleh Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi, dan Sekretaris Daerah, H. Asep Nuroni, di Gedung DPRD Subang, Kamis (2/10/2025) lalu.
Wakil Bupati Subang, Kang Akur, menegaskan bahwa RAPBD 2026 diarahkan untuk tetap konsisten pada visi pembangunan Subang. Fokus utama adalah pembangunan infrastruktur dasar, layanan kesehatan, pendidikan, dan pengentasan kemiskinan.
"RAPBD 2026 ini harus menjadi instrumen nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Kang Akur.
Selain itu, Pemkab Subang telah menyiapkan anggaran sebesar Rp34,3 miliar untuk menyelenggarakan Pilkades Serentak Tahun 2026 di 165 desa. Anggaran ini mencakup aspek regulasi hingga kesiapan infrastruktur digital, demi menjamin keadilan dan transparansi.
Komposisi Belanja Daerah 2026 ini merefleksikan perubahan prioritas fiskal, yaitu menekan pengeluaran rutin demi memperbesar ruang investasi jangka panjang. Selain itu, Belanja Bantuan Sosial (Bansos) juga mengalami kenaikan tipis sebesar 9,92 persen menjadi Rp2,216 miliar.
Pada bagian penutup, Sekda Subang, Kang Asep, menguatkan Jawaban Bupati terkait pembahasan Rencana Anggaran dengan menekankan komitmen Pemkab Subang untuk menjaga prinsip transparansi, akuntabilitas, dan gotong royong dalam pelaksanaan APBD 2026.
Prioritas Pembangunan Infrastruktur dan Layanan Dasar
Pemkab Subang menunjukkan kebijakan yang jelas dalam mengalokasikan anggaran. Fokus utamanya adalah pembangunan infrastruktur dasar, seperti jalan, irigasi, dan sistem drainase. Hal ini bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Selain itu, layanan kesehatan dan pendidikan juga menjadi prioritas utama. Pemkab berkomitmen untuk memperbaiki akses layanan kesehatan di seluruh wilayah kabupaten. Demikian pula dengan pendidikan, yang akan ditingkatkan melalui penambahan fasilitas dan pelatihan guru.
Pengentasan kemiskinan juga menjadi salah satu target utama. Pemkab berupaya untuk membangun program-program yang dapat membantu masyarakat kurang mampu, baik melalui bantuan sosial maupun pelatihan keterampilan.
Keberlanjutan dan Transparansi
Dalam menjalankan RAPBD 2026, Pemkab Subang menekankan pentingnya keberlanjutan dan transparansi. Semua kebijakan dan penggunaan anggaran akan diawasi secara ketat agar tidak terjadi pemborosan atau penyimpangan.
Selain itu, partisipasi masyarakat juga sangat dihargai. Pemkab berkomitmen untuk melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan dan evaluasi program-program yang dilaksanakan.
Dengan adanya RAPBD 2026 ini, Pemkab Subang berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik, sejahtera, dan berkembang secara berkelanjutan.
Komentar
Kirim Komentar