Apindo Khawatir Target 19 Juta Lapangan Kerja Prabowo Tercapai

Apindo Khawatir Target 19 Juta Lapangan Kerja Prabowo Tercapai

Dunia bisnis menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Apindo Khawatir Target 19 Juta Lapangan Kerja Prabowo Tercapai menjadi informasi krusial bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Indikator ICOR Menjadi Kekhawatiran Utama Dunia Usaha

Ketidakpastian terhadap kemampuan pemerintahan Prabowo Subianto dalam menciptakan 19 juta lapangan kerja hingga 2029 menjadi perhatian serius bagi pelaku usaha. Hal ini didasarkan pada tingginya angka Incremental Capital Output Ratio (ICOR) yang masih berada di level 6,4. Angka tersebut menunjukkan bahwa investasi yang diperlukan untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi cukup besar.

Bob Azam, Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), menyatakan bahwa dengan ICOR sebesar 6,4%, pertumbuhan ekonomi sebesar 8% tidak akan cukup untuk membuka 19 juta lapangan kerja. "Jika ICOR tetap tinggi, target penciptaan lapangan kerja tersebut sulit tercapai," ujarnya saat berbicara di kantornya pada Selasa (25/11).

Apa Itu ICOR?

ICOR adalah indikator penting yang menunjukkan seberapa efisien investasi dalam menghasilkan pertumbuhan ekonomi. Semakin tinggi ICOR, semakin tidak efisien investasi karena dibutuhkan modal lebih besar untuk mencapai pertumbuhan yang sama. Untuk mencapai target 19 juta lapangan kerja hingga 2029, ICOR nasional harus turun ke level 4,6.

Bob menjelaskan bahwa jika ICOR bisa diturunkan, pemerintah dapat mencapai target meskipun pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 7%. Namun, jika ICOR tetap di atas 6,0, pembukaan lapangan kerja hanya akan mencapai 2 juta orang per tahun. Dengan demikian, total penciptaan lapangan kerja selama pemerintahan Prabowo hanya akan mencapai 10 juta orang jika tidak ada perubahan signifikan pada ICOR.

Peran ICOR dalam Menarik Investasi

Anne Patricia Sutanto, Ketua Bidang Perdagangan Apindo, menilai bahwa penurunan ICOR akan memberikan dampak positif terhadap daya tarik investor asing. Ia menegaskan bahwa investor cenderung mempertimbangkan ICOR daripada upah minimum dalam membuat keputusan investasi. Oleh karena itu, penurunan ICOR akan mendorong investor untuk melakukan ekspansi dan meningkatkan investasi di dalam negeri.

Menurut Anne, beberapa langkah yang dapat meningkatkan ICOR antara lain deregulasi yang menyederhanakan izin usaha serta peningkatan produktivitas nasional. Peningkatan produktivitas, menurutnya, dapat secara signifikan menurunkan ICOR. Hal ini terlihat dari minat investor asing terhadap negara-negara Asia Tenggara lain seperti Vietnam dan Thailand yang memiliki produktivitas tinggi.

Perbandingan Produktivitas dengan Negara Lain

Anne mengungkapkan bahwa jam kerja maksimum di Vietnam adalah 48 jam dengan rata-rata upah minimum sebesar Rp 3,2 juta per bulan. Sementara itu, jam kerja maksimum di Indonesia masih 40 jam dengan rata-rata upah minimum tahun ini sekitar Rp 3,3 juta per bulan.

Data terbaru pada 2023 menunjukkan bahwa ICOR Indonesia masih berada di level 6,3, sedangkan Vietnam berada di 4,6. Dalam satu dekade terakhir, rata-rata ICOR Indonesia mencapai 6,8%.

"Bagi kami, penentuan upah minimum 2026 bukan masalah nilainya, tapi apakah produktivitas kita lebih tinggi dari negara lain untuk menarik investasi baru," kata Anne.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Apindo Khawatir Target 19 Juta Lapangan Kerja Prabowo Tercapai ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Tetap optimis dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar