Apindo: Target 19 Juta Lapangan Kerja Prabowo Tak Terpenuhi

Apindo: Target 19 Juta Lapangan Kerja Prabowo Tak Terpenuhi

Dunia bisnis menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Apindo: Target 19 Juta Lapangan Kerja Prabowo Tak Terpenuhi menjadi informasi krusial bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.


Dunia usaha di Indonesia tampaknya tidak yakin bahwa pemerintahan Prabowo Subianto akan mampu menciptakan 19 juta lapangan kerja hingga tahun 2029. Hal ini disebabkan oleh tingginya angka Incremental Capital Output Ratio (ICOR) yang masih berada di level 6,4. ICOR adalah indikator yang menunjukkan seberapa besar investasi diperlukan untuk menghasilkan tambahan output ekonomi. Semakin tinggi ICOR, semakin tidak efisien investasi karena membutuhkan modal lebih besar untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang sama.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Bob Azam, menyatakan bahwa dengan ICOR sebesar 6,4%, pertumbuhan ekonomi sebesar 8% saja tidak cukup untuk membuka 19 juta lapangan kerja. Ia menilai, agar target tersebut tercapai, ICOR nasional harus turun ke level 4,6. Dengan penurunan ICOR ini, pemerintah bisa mencapai target penciptaan lapangan kerja meskipun pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 7%.

Bob menjelaskan bahwa jika ICOR tetap berada di atas 6,0, pembukaan lapangan kerja maksimal hanya akan mencapai 2 juta orang per tahun. Artinya, selama masa pemerintahan Prabowo, jumlah lapangan kerja yang bisa diciptakan hanya sekitar 10 juta orang jika tidak ada perubahan pada ICOR.

Selain itu, Ketua Bidang Perdagangan Apindo, Anne Patricia Sutanto, menilai bahwa penurunan ICOR akan menjadi daya tarik bagi investor asing. Saat ini, banyak investor asing mulai tertarik pada industri sepatu di Indonesia, sementara investor Vietnam mulai merasa jenuh dengan situasi saat ini.

Anne menekankan bahwa investor cenderung mempertimbangkan ICOR daripada upah minimum dalam memutuskan lokasi investasi mereka. Untuk meningkatkan ICOR, beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain deregulasi yang menyederhanakan proses izin usaha dan peningkatan produktivitas nasional.

Menurutnya, peningkatan produktivitas dapat secara signifikan menurunkan ICOR. Hal ini terlihat dari minat investor asing terhadap negara-negara Asia Tenggara lain yang memiliki produktivitas tinggi, seperti Vietnam dan Thailand. Contohnya, jam kerja maksimum di Vietnam hanya 48 jam per minggu dengan rata-rata upah minimum sebesar Rp 3,2 juta per bulan. Sementara itu, jam kerja maksimum di Indonesia masih 40 jam dengan rata-rata upah minimum sekitar Rp 3,3 juta per bulan.

Data terbaru menunjukkan bahwa ICOR Indonesia pada 2023 masih berada di level 6,3, sedangkan Vietnam berada di level 4,6. Dalam satu dekade terakhir, rata-rata ICOR Indonesia mencapai 6,8%.

Anne menegaskan bahwa bagi Apindo, masalah utama dalam penentuan upah minimum 2026 bukanlah besarnya angka, melainkan apakah produktivitas Indonesia lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain agar bisa menarik investasi baru.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Apindo: Target 19 Juta Lapangan Kerja Prabowo Tak Terpenuhi ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Salam sukses dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar