Rest Area Kilometer 99 Kutepat: Ruang Budaya dan Kreativitas di Jalan Tol
PT Hutama Marga Waskita (Hamawas), Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang mengelola ruas Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat (Kutepat), telah meluncurkan rest area dengan konsep unik di Kilometer 99, yang terletak di wilayah Kabupaten Batubara. Rest area ini tidak hanya menjadi tempat singgah bagi pengendara, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Direktur Utama Hamawas, Dindin Solakhuddin, menjelaskan bahwa rest area pertama di ruas tol Kutepat ini dirancang lebih dari sekadar tempat istirahat. Galeri Budaya mini ditempatkan di salah satu sudut rest area, yang menampilkan berbagai miniatur budaya dari beberapa suku di Sumatra Utara. Tampilan tersebut mencakup rumah adat, alat musik tradisional, hingga perhiasan khas daerah.
"Rest Area Kilometer 99 Kutepat ini adalah cara baru kami mengenalkan budaya lokal kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan tol. Harapan kami, masyarakat yang singgah ke sini tak hanya dapat melepas penat, tapi juga memiliki memori baru atau bernostalgia dengan peninggalan nenek moyangnya," ujar Dindin.
Konsep Unik dan Fasilitas Lengkap
Rest area Kilometer 99 Ruas Kutepat merupakan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) pertama di Indonesia yang memiliki Galeri Budaya. Selain itu, rest area ini juga dilengkapi dengan area komunal yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Batubara untuk mengembangkan kreativitas mereka.
Fasad rest area yang pertama di ruas Kutepat ini sangat unik. Saat masuk ke kawasan, pengunjung disuguhi pemandangan bangunan dengan desain dinding yang menggunakan material serupa papan kayu coklat yang disusun miring. Desain ini memberikan kesan alami dan modern sekaligus.
Selain area parkir yang luas, rest area kilometer 99 Kutepat yang berdiri di lahan seluas 4,3 hektare ini juga dilengkapi taman-taman kecil di sepanjang bangunan. Taman-taman ini bisa menjadi tempat bagi pengendara untuk sejenak melepas lelah.
Tidak ketinggalan, barisan tenant-tenant makanan akan diisi oleh pelaku UMKM dari Batubara maupun Sumatra Utara dalam rangka mendukung pemberdayaan ekonomi lokal. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Fasilitas Teknis yang Lengkap
Secara teknis, semua kebutuhan pengendara tersedia di rest area ini. Saat ini, pihak Hamawas sedang dalam proses menyiapkan pom bensin, ATM, dan yang paling standar yaitu tempat ibadah. Semua fasilitas ini akan lengkap dan siap digunakan oleh pengunjung.
"Semoga ini adalah rest area pertama di Indonesia yang mengusung konsep budaya," ujar Dindin.
Peresmian dan Harapan Bupati
Rest Area Kilometer 99 di Ruas Kutepat merupakan tempat singgah perdana yang dioperasionalkan Hamawas menyambut libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Bupati Batubara, Baharuddin Siagian, mengapresiasi keberadaan rest area berkonsep budaya ini dan berharap menjadi wadah bagi pelaku UMKM lokal untuk memperkenalkan produk unggulan mereka.
"Saya tentu sangat mengapresiasi keberadaan rest area di wilayah Kabupaten Batubara ini. Kami harap rest area ini tidak hanya menjadi tempat singgah yang nyaman dan edukatif bagi para pengendara, tapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat kami," kata Baharuddin.


Bupati Batubara Baharuddin Siagian (kelima, kiri) bersama Direktur Utama PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) Dindin Solakhuddin (keenam, kiri) dan jajaran komisaris Hamawas meresmikan rest area di Kilometer 99 Ruas Tol Kutepat, Kabupaten Batubara, Jumat (19/12/2025) petang.

Tampilan udara rest area Kilometer 99 Ruas Kutepat di Kabupaten Batubara, Sumut. Dok: Hamawas.
Komentar
Kirim Komentar