AS dan Yordania Serang ISIS di Suriah

AS dan Yordania Serang ISIS di Suriah

Kabar dunia hari ini diwarnai peristiwa penting. Topik AS dan Yordania Serang ISIS di Suriah tengah menjadi perhatian global. Berikut laporan selengkapnya.

Yordania Terlibat dalam Serangan Udara AS ke ISIS di Suriah Selatan

Yordania telah menunjukkan keterlibatannya dalam serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat (AS) terhadap posisi kelompok radikal ISIS di wilayah selatan Suriah. Angkatan Udara Kerajaan Yordania melakukan operasi presisi pada dini hari Jumat (19/12/2025), dengan fokus pada sejumlah sasaran milik kelompok teroris tersebut. Aksi militer ini dilakukan bersama AS dalam kerangka koalisi internasional untuk melawan ancaman ISIS.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap upaya ISIS yang berusaha membangun kembali kekuatannya, yang bisa mengancam stabilitas kawasan. Yordania melihat operasi ini sebagai penting, terutama karena ISIS kembali menunjukkan aktivitas penguatan di wilayah Suriah selatan.

AS Melakukan Balasan atas Serangan di Sekitar Palmyra

Serangan balasan AS dilakukan setelah terjadinya serangan mematikan pada 13 Desember 2025 yang menewaskan dua prajurit AS di dekat Palmyra, Suriah tengah. Dua prajurit yang gugur adalah Sgt. Edgar Brian Torres Tovar (25) asal Des Moines, Iowa, serta Sgt. William Nathaniel Howard (29) dari Marshalltown, Iowa. Keduanya bertugas di Garda Nasional Iowa, sementara tiga personel lain dari unit yang sama mengalami luka-luka.

Operasi tersebut dinamai Operation Hawkeye, merujuk pada julukan negara bagian Iowa sebagai Negara Bagian Mata Elang. Operasi ini menghantam sekitar 70 target yang terkait ISIS, termasuk infrastruktur dan lokasi penyimpanan senjata di berbagai wilayah Suriah. Tujuan dari perencanaan serangan ini adalah melemahkan sisa-sisa ISIS sekaligus menekan ancaman terhadap pasukan AS di kawasan.

Pete Hegseth Mengirim Pesan Balasan Pemerintah AS

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyampaikan pesan balasan melalui unggahan di X. Ia menyebut serangan tersebut sebagai bentuk pernyataan balas dendam.

“Ini bukan awal dari sebuah perang — ini adalah pernyataan balas dendam. AS, di bawah kepemimpinan Presiden Trump, tidak akan pernah ragu dan tidak akan pernah berhenti untuk membela rakyat kami,” tulisnya.

Presiden Donald Trump juga memberikan pengumuman melalui Truth Social tentang respons militer AS. Ia menyatakan bahwa AS sedang memberikan pembalasan yang sangat serius kepada teroris pembunuh yang bertanggung jawab. Trump menyebut bahwa AS sedang melancarkan serangan kuat terhadap benteng-benteng ISIS di Suriah, wilayah yang ia gambarkan sebagai penuh masalah namun memiliki masa depan cerah jika ISIS dapat dimusnahkan. Ia juga menyampaikan dukungan penuh dari pemerintah Suriah terhadap langkah tersebut.

Operasi Lanjutan Koalisi Menekan Jaringan ISIS

Setelah serangan bulan ini, pasukan AS bersama mitra menjalankan 10 operasi yang menewaskan atau menahan sekitar 23 orang. Dari rangkaian operasi tersebut, aparat juga berhasil mengamankan perangkat elektronik yang menghasilkan intelijen penting. Informasi tersebut kemudian digunakan untuk menetapkan sasaran serangan udara pada pekan berikutnya.

Yordania tercatat sebagai salah satu negara mitra yang bergabung dalam serangan tersebut. Hingga saat ini, ratusan tentara Amerika masih ditempatkan di Suriah. Penempatan pasukan ini mendukung misi jangka panjang melawan ISIS yang telah berjalan sejak pertengahan 2010-an, ketika kelompok tersebut sempat menguasai wilayah luas di Suriah dan Irak.

Pejabat AS menyebut pelaku serangan memiliki keterkaitan dengan layanan keamanan dalam negeri Suriah. Namun, hubungan langsungnya dengan ISIS belum sepenuhnya terang. Hingga saat ini, ISIS juga belum mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Kesimpulan: Demikian kabar dari dunia internasional. Simak terus perkembangan global hanya di sini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar