Bahlil: Daerah Perlu Nilai Tambah Maksimal dari Hilirisasi

Bahlil: Daerah Perlu Nilai Tambah Maksimal dari Hilirisasi

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Bahlil: Daerah Perlu Nilai Tambah Maksimal dari Hilirisasi menjadi sinyal penting bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Peran Hilirisasi dalam Peningkatan Ekonomi Daerah

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menekankan pentingnya memastikan bahwa daerah mendapatkan manfaat terbesar dari proses pertambangan dan hilirisasi. Menurutnya, pemerintah terus mendorong kolaborasi antara investor, pemerintah pusat dan daerah, pengusaha, serta masyarakat untuk menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Hilirisasi ke depan harus berkeadilan bagi daerah-daerah, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) daerah, dan masyarakat daerah," ujar Bahlil.

Ia menegaskan bahwa tidak boleh seluruh kue ekonomi dibawa ke Jakarta atau hanya dinikmati oleh investor. Hal ini menjadi implementasi dari sila kelima Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Contoh Keberhasilan Hilirisasi di Beberapa Wilayah

Bahlil memberikan contoh keberhasilan hilirisasi di Maluku Utara dan Sulawesi Tengah. Kedua wilayah tersebut telah mendorong pertumbuhan ekonomi daerah hingga mencapai 20 persen, sementara pertumbuhan ekonomi nasional berada di kisaran 6 persen.

Keberhasilan ini membuktikan bahwa hilirisasi mampu menjadi motor penggerak transformasi ekonomi daerah. "Ini adalah strategi untuk melakukan transformasi ekonomi kita, dari jasa konstruksi ke industri. Jika ini konsisten kita lakukan, insya Allah kita akan menuju apa yang sudah ditargetkan, yakni menjadi salah satu negara yang GDP-nya masuk 10 besar pada 2045," ujarnya.

Strategi Peta Jalan Hilirisasi Pascatambang

Pemerintah saat ini sedang menyusun peta jalan hilirisasi pascatambang, termasuk pembangunan industri baru setelah masa pertambangan berakhir. Langkah ini sangat penting untuk menjaga keberlanjutan ekonomi daerah agar tidak hanya bergantung pada kegiatan tambang semata.

Kementerian ESDM juga memastikan bahwa kebijakan hilirisasi dijalankan dengan prinsip pemerataan manfaat dan pemberdayaan masyarakat lokal. "Upaya ini menjadi bagian dari implementasi sila kelima Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," tambah Bahlil.

Kolaborasi untuk Mencapai Tujuan Bersama

Dalam upaya mencapai tujuan tersebut, Bahlil menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak. Investor, pemerintah pusat dan daerah, pengusaha, serta masyarakat harus bekerja sama untuk memastikan bahwa manfaat dari hilirisasi dapat dirasakan secara merata.

"Kolaborasi ini merupakan kunci keberhasilan dalam mewujudkan keadilan sosial dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ujarnya.

Visi Jangka Panjang

Visi pemerintah adalah menciptakan sistem ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan. Dengan fokus pada hilirisasi, pemerintah berharap dapat mengubah struktur ekonomi Indonesia dari yang sebelumnya lebih berbasis jasa konstruksi menjadi lebih kuat dalam industri.

Selain itu, pemerintah juga berkomitmen untuk terus memperkuat partisipasi masyarakat lokal dalam berbagai kegiatan ekonomi. Dengan demikian, semua pihak bisa bersama-sama berkontribusi dalam membangun Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.

Kesimpulan

Hilirisasi bukan hanya sekadar proses ekonomi, tetapi juga menjadi sarana untuk mewujudkan keadilan sosial. Dengan kolaborasi yang kuat dan komitmen yang tinggi, pemerintah berharap dapat mencapai visi jangka panjang yaitu menjadi salah satu negara dengan GDP terbesar di dunia pada tahun 2045.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Bahlil: Daerah Perlu Nilai Tambah Maksimal dari Hilirisasi ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Salam sukses dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar