
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Tantangan Pemotongan Dana Bagi Hasil terhadap Pembangunan Infrastruktur Balikpapan
Pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat kini menjadi isu yang mengkhawatirkan bagi pemerintah daerah, termasuk Kota Balikpapan. Meskipun angka pasti pengurangan belum sepenuhnya diketahui, potensi ini telah memicu langkah-langkah strategis dari pihak pemerintah setempat untuk menjaga kelangsungan program-program prioritas yang berdampak langsung pada masyarakat.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyatakan bahwa pihaknya tetap berkomitmen pada sektor-sektor vital seperti pendidikan, penanganan banjir, air bersih, dan kesehatan. Ia menegaskan bahwa proyek infrastruktur yang tidak termasuk prioritas kemungkinan akan ditunda pelaksanaannya.
Keluhan Gubernur Daerah Penghasil Sumber Daya Alam
Masalah pemotongan DBH bukan hanya menjadi isu lokal, tetapi juga menjadi keluhan kolektif para gubernur dari daerah penghasil sumber daya alam. Mulai dari Aceh, Riau, Kalimantan Timur hingga Papua, mereka sama-sama merasa terganggu oleh kebijakan ini. Harapan agar pemerintah pusat dapat mengurangi besaran pengurangan tersebut terus disuarakan, namun sampai saat ini belum ada kepastian.
Strategi Mitigasi Anggaran oleh TAPD Balikpapan
Untuk mengantisipasi dampak terburuk, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Balikpapan sedang menyusun berbagai skenario anggaran, termasuk proyeksi paling pesimistis. Langkah ini dilakukan agar pemerintah kota tidak lengah ketika keputusan final diumumkan.
Menurut Bagus Susetyo, Balikpapan memiliki potensi ekonomi biru yang menjanjikan, terutama di sektor kelautan dan perikanan. Namun, kekayaan maritim ini masih jauh dari pengelolaan optimal.
Potensi Ekonomi Biru Balikpapan
Balikpapan memiliki garis pantai sepanjang 80 kilometer dengan fasilitas penyimpanan dingin berkapasitas 20 ton. Salah satu potensi yang sangat besar adalah kepiting soka, yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Menurutnya, potensi ini telah menarik perhatian staf khusus wakil Presiden.
Ia berharap dukungan dari pusat dapat mengundang investor untuk mengembangkan sektor ini, yang pada akhirnya akan memberdayakan nelayan kecil yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian maritim lokal.
Masalah yang Dihadapi Nelayan Kecil
Namun, nelayan kecil Balikpapan saat ini menghadapi dilema serius. Wilayah tangkap mereka di zona 4 sampai dengan 12 mil laut kerap disusupi kapal-kapal besar yang menggunakan alat tangkap pukat harimau (trawl), padahal alat tersebut seharusnya hanya diizinkan beroperasi di atas 12 mil laut.
Akibatnya, hasil tangkapan nelayan tradisional anjlok drastis. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah kota berencana berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan guna meningkatkan pengawasan di wilayah perairan tersebut.
Masa Depan Balikpapan
Meskipun tantangan terlihat berat, pemerintah kota tetap optimis dengan potensi ekonomi biru yang dimiliki. Dengan langkah-langkah strategis dan kolaborasi yang baik, diharapkan Balikpapan bisa tetap berkembang meski dalam situasi anggaran yang kurang ideal.
Komentar
Kirim Komentar