
aiotrade.app,
JAKARTA — Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan memberikan peringatan kepada generasi muda tentang risiko dan peluang yang ada di balik investasi dalam perdagangan komoditi berjangka.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Perdagangan komoditi berjangka mencakup jual beli berbagai jenis aset melalui kontrak berjangka, derivatif syariah, dan derivatif lainnya. Produk yang diperdagangkan sangat beragam, mulai dari komoditas primer seperti emas, indeks saham, mata uang asing, hingga aset kripto, dan komoditas non-primer seperti hasil pertanian (kopi, sawit), pertambangan (tembaga), hingga kehutanan (rotan).
Bappebti terus melakukan edukasi kepada generasi muda terkait perdagangan komoditi berjangka, khususnya emas yang saat ini sedang trending. Kepala Bappebti Tirta Karma Senjaya mengatakan bahwa penyelenggaraan Bulan Literasi PBK tahun ini pertama kali digelar di lingkungan kampus. Tirta menambahkan, kegiatan literasi kali ini melibatkan enam perguruan tinggi di Indonesia dengan capaian publikasi digital yang signifikan.
“Terdapat 67 konten digital-digital yang telah dipublikasikan dan melihat lebih dari 467.000 penonton. Itu luar biasa. Berarti 500.000 audiensi,” kata Tirta dalam penutupan Bulan Literasi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) Tahun 2025 di Jakarta pada Jumat (24/10/2025).
Selama satu bulan penyelenggaraan, Bappebti menggelar berbagai kegiatan edukatif seperti seminar nasional, roadshow, diskusi, podcast, hingga market update yang melibatkan akademisi, masyarakat, dan pelaku industri. Total peserta Bulan Literasi PBK 2025 tercatat hampir 16.000 orang, terdiri atas 14.646 peserta offline dan 1.428 peserta online yang mengikuti berbagai rangkaian acara selama lebih dari sebulan.
“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat pemahaman publik terhadap risiko perdagangan berjangka komoditi ini dan perlindungan konsumen terhadap aktivitas yang tidak diizinkan di Indonesia,” kata Tirta.
Dengan mengusung tema Generasi Emas Cakap PBK: Pahami Risiko dan Peluang, Tirta menekankan masa depan industri PBK bergantung pada kualitas sumber daya manusia, terutama generasi muda. Dia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperluas jangkauan edukasi dan riset di bidang PBK.
Dalam kesempatan yang sama, Tirta juga mengingatkan agar masyarakat berhati-hati terhadap tawaran investasi ilegal yang masih marak beredar. “Kami meminta dari teman-teman semua, bila menemukan hal tersebut, laporkan kepada kami supaya segera dilakukan tindakan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Bulan Literasi PBK 2025 Agung Wisnuaji menyampaikan pemilihan kampus sebagai lokasi pembukaan bukan tanpa alasan. Lingkungan akademik dianggap strategis untuk menjangkau generasi muda yang berpotensi menjadi pelaku dan penggerak industri di masa depan.
“Universitas menyediakan lingkungan yang produktif dan audiens yang berfokus, selain memudahkan jangkauan terhadap mahasiswa, pengajar, dan peneliti yang memiliki minat tinggi dalam bidang perdagangan komoditi, ekonomi, dan keuangan,” katanya.
Agung juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan ini, mulai dari bursa berjangka, lembaga kliring, pialang, perbankan, hingga asosiasi industri. “Apresiasi dan terima kasih kami sampaikan kepada Bursa Berjangka Jakarta (JFX), Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (ICDX), Lembaga Kliring Berjangka Indonesia (KBI), para Pialang Berjangka, Penasehat Berjangka, Bank penyimpan dana margin, serta Bappebti,” kata Agung.
Dalam acara penutupan ini, turut diberikan apresiasi kepada sejumlah pihak yang berkontribusi aktif dalam penyelenggaraan Bulan Literasi PBK 2025. Penerima apresiasi tersebut meliputi Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO), PT Bursa Berjangka Jakarta, PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia, PT Indo Bursa Karisma Berjangka, PT Kliring Berjangka Indonesia, PT Indonesia Clearing House, PT Danpac Finansa Utama, PT Agrodana Futures, PT Maju Untuk Negeri, PT Indogold Makmur Sejahtera, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Data Labs Analytics, dan PT Kharisma Catur Mandala (Duitku).
Bulan Literasi PBK 2025 digelar di 11 kota besar di Indonesia, antara lain Medan, Jakarta, Bandung, Semarang, Malang, Solo, Manado, Pontianak, Yogyakarta, Batam, dan Surabaya.
Komentar
Kirim Komentar