Bebek Jatuh ke Jurang, Tebing Longsor di Rest Area JLS Tulungagung

Bebek Jatuh ke Jurang, Tebing Longsor di Rest Area JLS Tulungagung

Kabar dunia hari ini diwarnai peristiwa penting. Topik Bebek Jatuh ke Jurang, Tebing Longsor di Rest Area JLS Tulungagung tengah menjadi sorotan dunia. Berikut laporan selengkapnya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Longsoran Tebing di Jalur Lintas Selatan Tulungagung

Di kawasan Jalur Lintas Selatan (JLS) Pantai Sine, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, terjadi longsoran tebing yang mengancam keamanan pengguna jalan. Longsoran tersebut terjadi pada Minggu (26/10) pagi dan melibatkan area sepanjang 70-an meter.

Dua warung makan yang berada di kawasan rest area tidak resmi di JLS Pantai Sine mengalami kerusakan parah. Bangunan-bangunan tersebut jatuh ke jurang dengan kedalaman sekitar 50 meter akibat terseret oleh longsoran tanah.

Camat Kalidawir, Rusdiyanto, menyampaikan bahwa longsoran terjadi setelah hujan deras yang terjadi selama hampir seharian. Ia menjelaskan bahwa peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun dua bangunan semipermanen yang menjadi lokasi favorit wisatawan untuk menikmati panorama Pantai Sine mengalami kerusakan total.

Titik longsoran hanya berjarak sekitar 10 meter dari badan jalan utama JLS yang menghubungkan Tulungagung dengan Kabupaten Blitar di sisi selatan. Hal ini menunjukkan potensi bahaya yang sangat dekat dengan jalur lalu lintas utama.

Pengalaman Pemilik Warung

Salah satu pemilik warung, Supardi, mengatakan bahwa sejak Sabtu (24/10) sore, tanah di sekitar tempat usahanya sudah menunjukkan tanda-tanda retak. Ia memutuskan untuk menutup warung dan mengevakuasi sebagian barang sebelum longsoran besar terjadi sekitar pukul 08.00 WIB.

"Retak-retak sudah terlihat sejak kemarin (25/10) sore, tetapi mulai parah pagi tadi. Sekitar jam delapan langsung ambrol semua. Bangunan dan perlengkapan baru ikut hilang ke bawah jurang," ujarnya.

Supardi mengaku mengalami kerugian hingga Rp 250 juta. Dia baru saja menyelesaikan renovasi warung dua pekan lalu lengkap dengan fasilitas parkir, musala, dan toilet untuk pengunjung.

Penanganan Darurat dan Peringatan

Camat Kalidawir Rusdiyanto menjelaskan bahwa tim gabungan dari kecamatan, BPBD Tulungagung, Forkopimcam, dan Perhutani telah melakukan penanganan darurat di lokasi kejadian. Petugas memasang garis pembatas dan menutup area longsoran menggunakan terpal untuk mengurangi erosi akibat hujan susulan.

"Kami imbau masyarakat dan wisatawan agar tidak mendekat ke bibir tebing, karena tanah masih labil. Jangan sampai karena ingin berfoto justru membahayakan diri sendiri," kata Rusdiyanto.

Dia menambahkan bahwa pemerintah kecamatan masih berkoordinasi dengan Perhutani dan instansi terkait untuk menentukan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan relokasi pedagang terdampak.

Status Waspada Bencana

Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda menyebutkan bahwa wilayah pesisir selatan Jawa Timur, termasuk Tulungagung, berada dalam status waspada bencana tanah longsor dan banjir bandang. Hal ini disebabkan meningkatnya curah hujan hingga 150 milimeter per dasarian sejak pertengahan Oktober.

BPBD Tulungagung juga telah menyiagakan pos pemantauan di sejumlah titik rawan longsor di Kecamatan Kalidawir, Besuki, dan Campurdarat. "Upaya mitigasi terus kami lakukan agar kejadian serupa tidak menimbulkan korban jiwa," ujar Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung Hendri Suprapto.

Kesimpulan: Demikian kabar dari dunia internasional. Simak terus perkembangan global hanya di sini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar