Berita Saham Hari Ini: Asing Beli ICBP, Jual BWPT, Tertarik RATU? Cek Analisisnya

Berita Saham Hari Ini: Asing Beli ICBP, Jual BWPT, Tertarik RATU? Cek Analisisnya

Kabar dunia hari ini diwarnai peristiwa penting. Topik Berita Saham Hari Ini: Asing Beli ICBP, Jual BWPT, Tertarik RATU? Cek Analisisnya tengah menjadi perhatian global. Berikut laporan selengkapnya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pergerakan Saham di Akhir Pekan: Tiga Emiten dengan Performa Berbeda

Pada pekan perdagangan baru, Senin, 27 Oktober 2025, para investor kembali memantau pergerakan pasar saham. Tiga saham dari sektor berbeda, yaitu PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT), dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), menunjukkan pergerakan yang kontras dan menarik untuk diamati.

Berikut adalah analisis singkat mengenai performa dan sentimen ketiga saham tersebut, berdasarkan data perdagangan Jumat, 24 Oktober 2025:

Saham ICBP: Koreksi Tipis, Justru Ditampung Asing

Saham emiten produsen Indomie, ICBP, menutup perdagangan Jumat dengan pelemahan tipis sebesar -25 poin atau -0,28% ke level Rp 8.800 per saham. Meski bergerak di zona merah, data transaksi menunjukkan adanya aksi akumulasi oleh investor asing.

Investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (net buy) saham ICBP senilai sekitar Rp 13,7 miliar (Foreign Buy Rp 79,6 Miliar vs Foreign Sell Rp 65,9 Miliar). Aksi beli asing ini menarik, mengingat ICBP merupakan salah satu saham defensif di sektor konsumer primer.

Secara kepemilikan, ICBP mayoritas dikuasai oleh PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) sebesar 80,53%, dengan porsi publik sekitar 19,47% per akhir September 2025. Struktur ini menunjukkan stabilitas kepemilikan.

Outlook Senin: Aksi beli asing di tengah koreksi harga bisa menjadi sinyal positif. Jika tekanan jual mereda dan aksi beli asing berlanjut, ICBP berpotensi mengalami technical rebound hari ini.

Saham BWPT: Anjlok 5%, Dilepas Investor Asing

Kondisi berbeda dialami saham perkebunan sawit BWPT. Harga sahamnya anjlok signifikan sebesar -8 poin atau -5,03% ke level Rp 151 per saham. Pelemahan ini disertai dengan tekanan jual dari investor asing.

Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (net sell) saham BWPT senilai sekitar Rp 2,1 miliar (Foreign Sell Rp 3,3 Miliar vs Foreign Buy Rp 1,2 Miliar). Volume perdagangan BWPT juga cukup tinggi mencapai 264 juta lembar, mengindikasikan volatilitas.

Per akhir September 2025, pemegang saham utama BWPT adalah PT Rajawali Capital (37,7%) dan FIC Properties Sdn Bhd (Malaysia) (37%), dengan porsi publik sekitar 23,98% (free float ~22,66%).

Outlook Senin: Pelemahan tajam disertai aksi jual asing menjadi sentimen negatif. Pergerakan BWPT hari ini akan sangat dipengaruhi oleh sentimen harga CPO global dan kelanjutan aksi jual asing. Waspadai potensi tekanan lebih lanjut.

Saham RATU: Bangkit 1,5%, Dilirik Investor Asing

Saham emiten energi RATU berhasil bangkit dari tekanan dan ditutup menguat sebesar +125 poin atau +1,58% ke level Rp 8.025 per saham. Penguatan ini juga didukung oleh minat beli investor asing.

Tercatat, investor asing melakukan pembelian bersih (net buy) saham RATU senilai sekitar Rp 6 miliar (Foreign Buy Rp 16,9 Miliar vs Foreign Sell Rp 10,9 Miliar). Volume perdagangan juga cukup aktif senilai Rp 75,9 miliar.

Saham RATU mayoritas dikuasai oleh PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) sebesar 69,63% per akhir September 2025, dengan porsi publik sekitar 30,37%.

Outlook Senin: Rebound disertai aksi beli asing menjadi sinyal positif awal. Jika sentimen sektor energi mendukung dan minat beli asing bertahan, RATU berpotensi melanjutkan penguatannya hari ini.

Pergerakan Kontras Ketiga Saham

Pergerakan kontras ketiga saham ini di akhir pekan lalu, terutama terkait aksi investor asing, memberikan gambaran awal yang menarik untuk dicermati pada perdagangan saham hari ini. Setiap saham memiliki karakteristik dan dinamika yang berbeda, sehingga penting bagi investor untuk memantau perkembangan secara berkala.

Disclaimer: Analisis saham ini dibuat berdasarkan data perdagangan BEI per 24 Oktober 2025 dan laporan kepemilikan terakhir. Artikel ini bersifat informatif, bukan rekomendasi jual/beli. Kinerja masa lalu tidak menjamin masa depan. Investasi saham berisiko. Lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum berinvestasi.

Kesimpulan: Demikian kabar dari dunia internasional. Ikuti terus perkembangan global hanya di sini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar