Merek Lokal Mati: Kehidupan di Tengah Kematian

Di tengah persaingan bisnis pakaian yang sangat ketat, tiga anak muda asal Palangka Raya, Kalimantan Tengah, memilih jalan berani. Mereka mendirikan merek pakaian bernama “Mati” sejak tahun 2019. Nama yang terdengar nyeleneh ini justru menjadi simbol untuk memaknai hidup dan berkarya sebaik mungkin.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Merek ini fokus pada skena streetwear dan digagas oleh Oche, Yogi, dan Hilman. Di awal perjalanan, ketiganya bersemangat menyalurkan ide melalui desain yang dekat dengan musik dan komunitas lokal. Namun, langkah mereka tidak selalu mudah.
Hilman meninggal dunia di tengah perjalanan, menyisakan duka mendalam. Terlebih, saat itu Oche dan Yogi masih harus fokus menyelesaikan kuliah, yang membuat merek Mati sempat vakum selama beberapa tahun. Setelah lama vakum, merek Mati kembali bergeliat pada awal 2024. Aditya Rully Maulana atau Aditbosan (24), pengembang merek Mati yang bergabung belakangan, mengungkapkan bahwa nama “Mati” terinspirasi dari band metal asal Amerika Serikat, Death, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Bagi Aditya, nama itu menjadi pengingat bahwa kematian selalu dekat dengan kehidupan.
Kasus Korupsi Tambang Zirkon di Kalteng

Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah atau Kejati Kalteng terus menyelidiki dugaan korupsi tambang zirkon di Gunung Mas oleh PT Investasi Mandiri (PT IM). Saat ini, pihak Kejati Kalteng sedang menunggu hasil audit kerugian negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
"Kami sudah melakukan ekspos dengan BPKP," ujar Asisten Pidana Khusus Kejati Kalteng, Wahyudi Eko Husodo, Kamis (23/10/2025). Eko menyebut bahwa hasil audit dari BPKP akan menjadi bagian penting dalam penetapan tersangka dugaan korupsi tambang zirkon tersebut. "Setelah itu, akan kita tindaklanjuti penetapan tersangka," ungkapnya.
Pernikahan Deden dan Bunga

Suasana bahagia saat ini sedang menyelimuti keluarga dari Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran. Putra sulungnya, Deden Wigustianto, akan melangsungkan pernikahan dengan Bunga Aulia Kinanty Kiai Demak, putri dari pasangan Debbie Charlota Jeaneke Egam dan Deddy Yudiansyah Kiai Demak.
Pasangan muda ini disebut pertama kali bertemu saat masih menempuh pendidikan di perkuliahan pada tahun 2017. Acara adat pernikahan mereka akan digelar pada 25 Oktober 2025, sementara akad nikah akan dilaksanakan di Rujab Gubernur.
Transformasi Digital di Kalteng

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah atau Pemprov Kalteng meluncurkan aplikasi pembayaran pajak kendaraan bermotor secara daring. Peluncuran aplikasi itu berbarengan dengan pengenalan Qris Tap oleh Bank Indonesia (BI) Kalteng dalam kegiatan Borneo Digital Economy Creative Festival atau Decafest 2025 di Duta Mall Palangka Raya, Jumat (24/10/2025).
Dalam sambutannya, Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran menyampaikan bahwa digitalisasi merupakan langkah penting untuk meningkatkan efisiensi layanan publik dan memperkuat daya saing daerah. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kearifan lokal dalam proses transformasi digital ini. Salah satu inisiatif yang diluncurkan adalah aplikasi Huma Betang-QRIS Tap, yang dirancang untuk menggabungkan teknologi digital dengan budaya setempat.
Komentar
Kirim Komentar