BPKH dan Lazismu Perkuat Wakaf Produktif dengan Tanam Durian, Alpukat, dan Nangka

BPKH dan Lazismu Perkuat Wakaf Produktif dengan Tanam Durian, Alpukat, dan Nangka

Dunia bisnis menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai BPKH dan Lazismu Perkuat Wakaf Produktif dengan Tanam Durian, Alpukat, dan Nangka menjadi sinyal penting bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.
BPKH dan Lazismu Perkuat Wakaf Produktif dengan Tanam Durian, Alpukat, dan Nangka

Sinergi Lingkungan dan Ekonomi di Kabupaten Gunungkidul

Program Wakaf Pohon Produktif kembali diwujudkan dengan aksi nyata oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Lazismu, dan Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kali ini, kegiatan tersebut dilakukan di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Minggu (21/12/2025). Dalam program ini, ratusan pohon produktif yang bernilai ekonomi tinggi ditanam sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan sekaligus penguatan ekonomi masyarakat.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pemilihan durian, alpukat, dan nangka sebagai komoditas utama didasarkan pada adaptasi tanaman tersebut terhadap karakteristik tanah Gunungkidul. Selain itu, ketiga jenis pohon ini memiliki nilai jual yang tinggi dan masa produktif yang cukup lama. Pohon-pohon ini tidak hanya bertujuan untuk menghijaukan kawasan, tetapi juga direncanakan menjadi aset wakaf hidup yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Sebanyak 712 bibit pohon durian, alpukat, dan nangka diserahkan kepada warga untuk dikelola secara produktif. Proses pengelolaan ini akan didampingi oleh Lazismu agar dapat berjalan secara berkelanjutan. Penanaman fokus dilakukan di sepanjang aliran sungai kawasan Balai Persemaian Bibit BDAS Bunder, Kapanewon Patuk. Wilayah ini diketahui rawan terhadap degradasi lahan dan membutuhkan vegetasi penyangga untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

Program Wakaf Pohon Produktif merupakan bagian dari strategi wakaf produktif berkelanjutan yang dirancang oleh BPKH. Tujuan utamanya bukan hanya sebagai bentuk ibadah sosial, tetapi juga sebagai upaya membangun ketahanan ekonomi masyarakat yang berbasis lingkungan. Melalui pohon buah produktif, wakaf diharapkan bisa memberikan manfaat nyata yang berlangsung lintas generasi.

Komisioner BPKH sekaligus inisiator program, Lilis Sulistyowati, menegaskan bahwa pemilihan tanaman produktif menjadi kunci integrasi antara kepedulian ekologis dan dampak ekonomi. “Pohon-pohon seperti durian, alpukat, dan nangka memiliki nilai ekonomi tinggi dan umur panjang. Ini adalah wakaf yang tumbuh, berbuah, dan terus memberi manfaat,” ujarnya.

Gunungkidul menjadi lokasi keempat pelaksanaan program serupa setelah Sumatera Barat, Bogor, dan Majalengka. Sejauh ini, ribuan bibit pohon produktif telah ditanam di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ketua MLH PP Muhammadiyah, Muhammad Asrul Tanjung, menambahkan bahwa optimalisasi lahan wakaf melalui tanaman buah produktif menjadi bagian dari kontribusi Muhammadiyah dalam mitigasi perubahan iklim sekaligus penguatan ekonomi umat. “Kami ingin pohon-pohon ini kelak menjadi sumber penghidupan warga, sekaligus menjaga keseimbangan alam,” katanya.

Ke depan, hasil panen dari durian, alpukat, dan nangka akan dikelola melalui skema pemberdayaan yang dikelola oleh Lazismu. Skema ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat ekonomi umat, serta menjaga keberlanjutan fungsi ekologis kawasan Gunungkidul.

Manfaat Jangka Panjang Program Wakaf Pohon Produktif

Program Wakaf Pohon Produktif memiliki beberapa manfaat yang sangat signifikan, baik secara lingkungan maupun ekonomi. Berikut adalah beberapa di antaranya:

  • Peningkatan Kualitas Lingkungan
    Penanaman pohon di kawasan yang rawan degradasi lahan membantu menjaga keseimbangan ekosistem. Vegetasi penyangga yang ditanam dapat mencegah erosi tanah dan menjaga ketersediaan air di wilayah tersebut.

  • Peningkatan Pendapatan Masyarakat
    Hasil panen dari pohon durian, alpukat, dan nangka dapat memberikan pendapatan tambahan bagi warga. Hal ini membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi lokal.

  • Pembentukan Aset Wakaf Hidup
    Pohon-pohon yang ditanam tidak hanya berfungsi sebagai bentuk wakaf, tetapi juga menjadi aset yang terus berkembang. Hasilnya dapat dinikmati oleh generasi mendatang, sehingga manfaatnya berlangsung secara berkelanjutan.

  • Dukungan terhadap Mitigasi Perubahan Iklim
    Pohon-pohon produktif juga berperan dalam menyerap karbon dioksida dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Dengan demikian, program ini turut berkontribusi dalam upaya mengatasi perubahan iklim.

  • Penguatan Partisipasi Masyarakat
    Warga yang terlibat dalam pengelolaan pohon-produktif akan lebih sadar akan pentingnya lingkungan dan ekonomi. Hal ini mendorong partisipasi aktif dalam menjaga keberlanjutan program.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai BPKH dan Lazismu Perkuat Wakaf Produktif dengan Tanam Durian, Alpukat, dan Nangka ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Tetap optimis dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar