
aiotrade.CO.ID-JAKARTA
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa inflasi pada komponen inti mencatatkan angka sebesar 0,18% secara bulanan (Month to Month/mtm), dengan andil inflasi sebesar 0,11%.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Deputi Bidang Statistik Produksi BPS, M. Habibullah, menjelaskan bahwa inflasi inti ini dipengaruhi oleh kenaikan harga di berbagai komponen, terutama pada komoditas emas perhiasan dan biaya kuliah.
"Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi komponen inti adalah emas perhiasan dan biaya kuliah akademi/perguruan tinggi," ujar Habibullah dalam konferensi pers, Rabu (1/10).
Selain itu, komponen harga yang diatur pemerintah (administered prices) mengalami inflasi sebesar 0,06% dengan andil 0,01%. Pendorong utamanya adalah kenaikan harga sigaret kretek mesin (SKM) dan sigaret kretek tangan (SKT).
Adapun komponen bergejolak (volatile food) mencatat inflasi tertinggi, yaitu 0,52% MtM dengan andil inflasi 0,09%. Komoditas yang mendorong kenaikan harga pada kelompok ini adalah cabai merah, daging ayam ras, dan cabai hijau.
Secara kelompok pengeluaran, inflasi bulanan terbesar datang dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi 0,38% dan andil 0,11%.
"Beberapa komoditas penyumbang utama inflasi kelompok ini di antaranya cabai merah, daging ayam ras, dan cabai hijau," jelas Habibullah.
BPS juga mencatat bahwa inflasi terjadi di 24 provinsi, sedangkan 14 provinsi mengalami deflasi. Riau menjadi provinsi dengan inflasi tertinggi sebesar 1,11% MtM, sementara deflasi terdalam tercatat di Papua Selatan sebesar 1,08% MtM.
Penyebab Inflasi Inti
Inflasi inti terjadi karena kenaikan harga di beberapa komponen penting. Berikut beberapa faktor utamanya:
Emas perhiasan: Kenaikan harga emas perhiasan memengaruhi permintaan dan penawaran di pasar.
Biaya kuliah: Kenaikan biaya pendidikan di perguruan tinggi turut berkontribusi pada inflasi inti.
Peran Harga yang Diatur Pemerintah
Komponen harga yang diatur pemerintah mengalami inflasi sebesar 0,06%. Hal ini disebabkan oleh:
Sigaret kretek mesin (SKM): Kenaikan harga SKM berdampak pada kenaikan inflasi.
Sigaret kretek tangan (SKT): Kenaikan harga SKT juga berkontribusi pada inflasi.
Inflasi Tinggi pada Komponen Volatile Food
Komponen volatile food mencatat inflasi tertinggi sebesar 0,52% MtM. Beberapa komoditas yang menyumbang inflasi antara lain:
Cabai merah: Permintaan yang tinggi dan fluktuasi pasokan memengaruhi harga.
Daging ayam ras: Kenaikan biaya produksi dan distribusi memengaruhi harga.
Cabai hijau*: Fluktuasi musiman dan cuaca berdampak pada harga.
Kelompok Pengeluaran dengan Inflasi Terbesar
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat inflasi terbesar sebesar 0,38%. Faktor-faktor yang berkontribusi termasuk:
Kenaikan harga cabai merah: Dampak langsung dari fluktuasi pasokan.
Kenaikan harga daging ayam ras: Akibat kenaikan biaya produksi.
Kenaikan harga cabai hijau*: Disebabkan oleh kondisi iklim dan permintaan.
Distribusi Inflasi dan Deflasi di Provinsi
BPS mencatat bahwa inflasi terjadi di 24 provinsi. Sementara itu, 14 provinsi mengalami deflasi. Berikut data provinsi dengan inflasi dan deflasi terbesar:
Riau: Inflasi tertinggi sebesar 1,11% MtM.
Papua Selatan: Deflasi terdalam sebesar 1,08% MtM.
Komentar
Kirim Komentar