Sensus Ekonomi 2026: Alat Penting untuk Perencanaan Pembangunan Aceh
Sensus Ekonomi (SE) 2026 menjadi salah satu inisiatif penting yang akan dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh. Dalam rangkaian sosialisasi yang digelar di Auditorium Pascasarjana Universitas Islam Negeri Ar Raniry, Banda Aceh, Pelaksana Tugas Kepala BPS Aceh, Tasdik Ilhamudin, menjelaskan bahwa SE 2026 akan menjadi rujukan data kunci dalam mempercepat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
"Sensus Ekonomi akan berlangsung serentak secara nasional, termasuk di Aceh. Tujuannya adalah untuk mendata berbagai sektor ekonomi agar diperoleh data akurat yang dapat digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan," ujar Tasdik. Ia menambahkan bahwa seluruh lini usaha, termasuk perguruan tinggi hingga gampong, akan didata oleh petugas sensus. Hal ini bertujuan untuk memastikan seluruh kegiatan ekonomi tercatat secara lengkap.
Tasdik juga menjelaskan bahwa SE 2026 tidak hanya sekadar mengumpulkan data, tetapi juga akan memetakan potensi ekonomi dan prospek bisnis yang ada di Aceh. Contohnya, usaha ayam petelur akan didata beserta kebutuhan dan turunannya. Data ini nantinya akan menjadi bagian dari Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTSEN), yang merupakan satu-satunya data yang digunakan dalam penanggulangan kemiskinan.
Selain itu, Tasdik menekankan bahwa pihaknya terus melakukan sosialisasi secara masif. Ia meminta masyarakat Aceh untuk tidak takut atau ragu dalam memberikan informasi kepada petugas lapangan. "Kami mengajak masyarakat untuk mendukung kegiatan SE 2026 dengan memberikan data secara jujur dan lengkap," ujarnya.
Data yang dihasilkan dari SE 2026, menurut Tasdik, tidak hanya bermanfaat bagi pemerintah, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat. Dengan data yang akurat dan up-to-date, pemerintah dapat membuat kebijakan yang lebih tepat sasaran dan efektif.
Rekrutmen Petugas Sensus Ekonomi Nasional
Di tingkat nasional, Badan Pusat Statistik Republik Indonesia telah melakukan rekrutmen sebanyak 190 ribu petugas untuk pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, dalam sebuah diskusi fokus (focus group discussion) di Pekanbaru, Riau, menjelaskan bahwa rekrutmen akan dilakukan pada Februari 2026, sedangkan pelaksanaan sensus akan dimulai pada Januari 2026.
"Petugas bisa berasal dari mahasiswa, dosen, atau akademisi. Ini adalah pekerjaan padat karya se-Indonesia, dan bayaran tergantung jumlah responden yang berhasil dikumpulkan. Estimasi gaji berkisar antara Rp 3–5 juta per bulan," ujarnya. Ia menegaskan bahwa sensus ekonomi dilakukan setiap 10 tahun karena struktur ekonomi bisa berubah cukup signifikan dalam waktu tersebut.
Sonny juga menyampaikan bahwa Riau, sebagai wilayah dengan ekonomi terbesar kedua di Sumatra, memiliki jumlah pelaku usaha yang sangat besar. Oleh karena itu, dukungan dari semua pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Riau, sangat penting. "Pemprov Riau sudah mengundang pemangku kepentingan seperti pelaku usaha dan akademisi untuk hadir dan mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026," tambahnya.
Dukungan Pemerintah Daerah
Sementara itu, Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyatakan siap mendukung Sensus Ekonomi 2026. Ia menekankan bahwa pihaknya akan membuka akses sebanyak-banyaknya untuk memastikan data yang diberikan oleh pelaku usaha adalah pasti, benar, dan akurat.
"Ini akan menjadi pedoman selama 10 tahun ke depan sebagai bahan masukan bagi Pemprov Riau. Kami mendukung kerja sama dengan perusahaan, dan jika tidak ada keinginan untuk bekerja sama, kami akan melakukan pendekatan formal," ujarnya.

Petugas sensus menanyai warga saat Sensus Penduduk 2022 oleh BPS di Yogyakarta, Selasa (24/5/2022). Pada Sensus Penduduk 2022 ini petugas mencari data salah satunya tentang tempat domisili dan jumlah warga dalam satu rumah. - (Wihdan Hidayat / aiotrade)
Komentar
Kirim Komentar