Kondisi IPM di Jawa Barat Tahun 2025: Ketimpangan yang Masih Menghantui
Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis data terbaru mengenai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat tahun 2025. Data ini menunjukkan bahwa masih ada sejumlah kabupaten yang berada dalam kategori IPM terendah, menunjukkan adanya ketimpangan dalam kualitas sumber daya manusia (SDM) antarwilayah. Dari total kabupaten dan kota di Jawa Barat, terdapat 10 daerah yang tertinggal dalam pembangunan SDM.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kabupaten Pangandaran. Meskipun dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari yang populer, kabupaten ini justru menghadapi tantangan serius dalam aspek dasar pembangunan manusia. Berdasarkan data BPS, IPM Pangandaran pada tahun 2025 mencapai 71,66, menjadikannya salah satu daerah dengan IPM terendah di Jawa Barat.
Ironisnya, kondisi tersebut tidak sejalan dengan laporan kekayaan kepala daerah setempat. Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, yang awalnya dikenal sebagai salah satu bupati dengan harta kekayaan paling rendah di Jawa Barat, kini melaporkan peningkatan signifikan dalam asetnya. Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diterbitkan pada 15 Januari 2024, total kekayaan Citra Pitriyami tercatat sebesar Rp899,8 juta. Namun, hanya dalam waktu sekitar satu tahun, jumlah tersebut meningkat menjadi Rp2,97 miliar berdasarkan laporan terbaru ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Meski telah memasuki masa jabatan baru dari 2025 hingga 2030, peningkatan harta kekayaan bupati belum diimbangi oleh peningkatan kualitas hidup masyarakat. Skor IPM yang stagnan menunjukkan bahwa masalah di sektor pendidikan, kesehatan, serta standar hidup layak masih menjadi tantangan besar.
Daftar Kabupaten dengan IPM Terendah di Jawa Barat Tahun 2025
Berikut adalah daftar 10 kabupaten di Jawa Barat yang memiliki IPM terendah pada tahun 2025:
- Kabupaten Cianjur – IPM 69,84
- Kabupaten Garut – IPM 70,67
- Kabupaten Tasikmalaya – IPM 70,76
- Kabupaten Sukabumi – IPM 71,13
- Kabupaten Indramayu – IPM 71,58
- Kabupaten Bandung Barat – IPM 71,65
- Kabupaten Pangandaran – IPM 71,66
- Kabupaten Kuningan – IPM 72,31
- Kabupaten Majalengka – IPM 72,37
- Kabupaten Subang – IPM 73,00
Data IPM 2025 ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah dan provinsi untuk lebih memperhatikan ketimpangan yang masih terjadi. Fokus utama harus diberikan pada sektor pendidikan berkualitas, akses layanan kesehatan, serta peningkatan daya beli masyarakat.
Tantangan dan Harapan untuk Masa Depan
Capaian IPM yang rendah di wilayah-wilayah tersebut menunjukkan bahwa pembangunan manusia masih menghadapi banyak tantangan. Tidak hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga dalam pengembangan sumber daya manusia secara menyeluruh. Untuk itu, data IPM 2025 tidak boleh hanya menjadi angka statistik semata, tetapi harus menjadi dasar evaluasi kebijakan dan lahirnya program pembangunan SDM yang lebih fokus, adil, dan efektif.
Pemerintah daerah dan pusat harus bekerja sama untuk memastikan bahwa semua warga Jawa Barat mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan, kesehatan, dan layanan publik lainnya. Hanya dengan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan, IPM dapat meningkat secara signifikan, sehingga mendorong kemajuan seluruh masyarakat.
Komentar
Kirim Komentar