
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Pertumbuhan Laba Bersih BTN Mencapai 10,6% YoY
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,3 triliun pada kuartal III-2025. Angka ini menunjukkan pertumbuhan double-digit sebesar 10,6% secara year-on-year (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,08 triliun.
Peningkatan laba bersih BTN terutama dipengaruhi oleh naiknya pendapatan bunga kredit sebesar 18,8% yoy menjadi Rp26,57 triliun hingga akhir September 2025. Meskipun beban bunga meningkat sebesar 2,5% yoy menjadi Rp13,81 triliun, peningkatan tersebut dapat dikendalikan dengan baik melalui upaya BTN dalam mengumpulkan Dana Pihak Ketiga (DPK) berbiaya murah.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyampaikan bahwa konsistensi dalam menjaga pertumbuhan bisnis telah membawa BTN mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,3 triliun. Ia menekankan bahwa BTN fokus pada pengembangan bisnis di sektor pembiayaan perumahan dan transaksi keuangan yang beragam, agar dapat memberikan manfaat bagi perekonomian secara keseluruhan.
Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga yang Signifikan
Pertumbuhan DPK BTN hingga kuartal III-2025 mencapai 16,0% yoy, menjadi Rp429,92 triliun dari posisi Rp370,75 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Angka ini lebih tinggi dari pertumbuhan industri perbankan yang sebesar 11,18% yoy per akhir September 2025.
Pertumbuhan DPK tersebut didukung oleh kenaikan pada deposito ritel yang memiliki biaya lebih rendah dibandingkan deposito institusi skala besar. Selain itu, BTN juga berhasil menjaga pertumbuhan dana murah (CASA) yang hampir mencapai separuh dari total DPK BTN per kuartal III-2025. Hal ini turut dipengaruhi oleh peningkatan transaksi di aplikasi Bale by BTN.
Pertumbuhan Kredit dan Pembiayaan yang Positif
Penyaluran kredit dan pembiayaan BTN tetap tumbuh positif sebesar 7,0% yoy menjadi Rp381,03 triliun hingga kuartal III-2025, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp356,06 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh penyaluran kredit dan pembiayaan ke sektor perumahan yang meningkat 6,4% yoy menjadi Rp322,53 triliun dan sektor non-perumahan (non-housing loan) yang naik 10,7% yoy menjadi Rp58,49 triliun.
Di sektor perumahan, BTN mencatatkan penyaluran KPR Sejahtera FLPP (KPR subsidi) sebesar Rp186,58 triliun hingga kuartal III-2025, meningkat 8,0% yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, KPR non-subsidi tumbuh 7,3% menjadi Rp111,33 triliun, berkat strategi perseroan dalam menggandeng developer top nasional dan memberikan penawaran bunga promo KPR.
Dukungan Pemerintah untuk Pertumbuhan Kredit Subsidi
Keputusan pemerintah yang meningkatkan kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjadi 350.000 unit tahun ini, serta alokasi untuk BTN sebanyak 220.000 unit, turut mendukung pertumbuhan kredit dan pembiayaan subsidi di BTN. Selain itu, berbagai insentif dan stimulus lainnya juga berkontribusi dalam memacu pertumbuhan tersebut.
Nixon berharap dengan dukungan pemerintah dan kerja keras BTN, semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati kepemilikan rumah dan meningkatkan taraf hidup mereka.
Komentar
Kirim Komentar