Festival Lalayon dan Kabata 2025 di Halmahera Timur
Festival Lalayon dan Kabata yang digelar pada tahun 2025 dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 telah resmi berlangsung. Acara ini diselenggarakan di Halmahera Timur, Maluku Utara, dan dibuka secara langsung oleh Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub, pada hari Senin (27/10/2025).
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Pembukaan festival dilakukan di Pendopo Ngaku Re Rasai, Kecamatan Kota Maba. Acara ini tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober 2025. Tema yang diangkat dalam festival kali ini adalah "Ziarah Tanah Asal", yang mengandung makna mendalam tentang perjalanan menuju hal-hal yang lebih suci dan bermakna.
Tamu Undangan yang Hadir
Beberapa tamu undangan hadir dalam acara pembukaan festival ini, antara lain:
- Seluruh Pimpinan OPD Pemkab Halmahera Timur
- Perwakilan PT Antam
- Perwakilan PT Nusa Karya Arindo
- PT Sumber Daya Arindo
- PT Position

Penjelasan Bupati Halmahera Timur
Dalam sambutannya, Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub, menyampaikan apresiasi kepada Karang Taruna Yebei Fayfiye, Kecamatan Kota Maba. Menurutnya, ziarah merupakan perjalanan jauh dengan tujuan tertentu yang bersifat sakral atau religius. Dalam konteks keagamaan, baik Islam maupun Kristen, ziarah biasanya dilakukan untuk mengunjungi makam orang-orang yang sudah tiada, seperti para tokoh dan pemimpin masyarakat.
"Menurut saya, makna dari tema yang diangkat pada hari ini sangat baik. Mudah-mudahan dapat menjiwai seluruh masyarakat," ujarnya.
Harapan untuk Ke depan
Selain itu, Bupati juga menyampaikan harapan bahwa kegiatan seperti ini bisa menjadi langkah awal bagi Karang Taruna Yebei Fayfiye dan diharapkan dapat diikuti oleh karang taruna lainnya. Ia menekankan pentingnya memilih momen yang tepat agar kegiatan dapat berjalan sesuai rencana.
"Dengan harapan ke depannya kegiatan yang akan dibuat oleh pemuda lebih sportif dan lebih baik lagi," tambahnya.
Kesimpulan
Festival Lalayon dan Kabata 2025 tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga menjadi wadah untuk meningkatkan semangat kebersamaan dan perjuangan bagi generasi muda. Dengan tema "Ziarah Tanah Asal", acara ini memberikan pesan penting tentang pentingnya menjaga akar dan nilai-nilai kehidupan yang bermakna.
Komentar
Kirim Komentar