BWF World Tour Finals 2025: An Se-young Cederai Momota, Kim/Seo Jadi Monster di Kandang Naga

BWF World Tour Finals 2025: An Se-young Cederai Momota, Kim/Seo Jadi Monster di Kandang Naga

Kabar lapangan tengah menjadi sorotan hari ini. Terkait BWF World Tour Finals 2025: An Se-young Cederai Momota, Kim/Seo Jadi Monster di Kandang Naga, para fans tentu sudah menunggu kepastian beritanya. Simak informasi terbarunya.


Sejarah baru dalam dunia bulu tangkis telah ditorehkan oleh dua atlet asal Korea Selatan setelah meraih gelar di BWF World Tour Finals 2025. Tunggal putri Korea Selatan, An Se-young, berhasil menciptakan rekor yang sebelumnya hanya dimiliki oleh Kento Momota (Jepang) dengan meraih 11 gelar dalam satu musim. Ini menjadi pencapaian luar biasa bagi An Se-young yang menunjukkan dominasi dan konsistensi luar biasa selama musim ini.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Tidak lama kemudian, pasangan ganda putra Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, juga meraih gelar ke-11 mereka pada tahun 2025. Bagi Seo, ini merupakan gelar ke-12 karena sebelumnya ia pernah memenangkan Thailand Masters 2025 bersama Jin Yong. Kemenangan terakhir Kim/Seo melengkapi malam yang istimewa bagi Korea Selatan, karena mereka berhasil meraih tiga gelar dari BWF World Tour Finals 2025. Baek Ha-na/Lee So-hee juga memenangkan nomor ganda putri.

Dua tahun lalu, saat turnamen yang sama digelar, An Se-young berada di jalur untuk memecahkan rekor. Namun, ia gagal memanfaatkan kesempatan tersebut setelah kalah di semifinal. Pada game ketiga, ia unggul 19-10 melawan Tai Tzu Ying (Taiwan), tetapi kejadian tak terduga menggagalkan upayanya untuk mencetak sejarah.

Kali ini, An tidak melakukan kesalahan yang sama. Final melawan Wang Zhi Yi (China) berlangsung dengan tempo yang sangat cepat. Wang terbukti sebagai lawan yang tangguh, menguji batas ketahanan fisik dan mental An. Namun, setiap reli datang dengan harga yang mahal dan Wang mulai melemah. Dari awal gim ketiga, hanya ada satu pemenang yang jelas. Ada drama tambahan ketika An mengalami kram pada kakinya. Pada skor 20-9, ia melakukan pukulan net kill, tetapi pukulannya dinyatakan gagal. Ia akhirnya menyelesaikan pertandingan dua poin kemudian.

“Ini pertandingan yang sangat melelahkan,” kata An dilansir dari laman BWF Badminton. “Menjelang akhir, kaki saya sakit setiap kali mendarat, tetapi saya tetap bertahan hingga akhir. Saya sangat senang bisa menyelesaikan pertandingan dengan hasil yang luar biasa.”

“Saya bahkan tidak bisa menggambarkan perasaan saya. Kerja keras saya telah membuahkan hasil, dan saya ingin terus berjuang untuk meraih lebih banyak rekor.”

An Se-young menjuarai 10 turnamen tahun ini yang semuanya merupakan ajang BWF World Tour. Event-event ini menawarkan prize money atau hadiah uang. Pemain berusia 23 tahun itu mencatatkan 68 kali menang dan hanya menelan 4 kali kekalahan. Empat kekalahan itu dialami An pada perempat final Singapore Open, semifinal China Open, semifinal Kejuaraan Dunia, dan final Korea Open. Meskipun hasilnya bukan juara, An tetap mendapatkan hadiah uang pada turnamen-turnamen BWF World Tour itu. Hanya Kejuaraan Dunia yang tidak memberikan hadiah uang kepada atlet-atlet yang bertanding.

An menjadi juara dalam 3 ajang BWF World Tour Super 1000, 5 ajang Super 750, 1 ajang Super 500, dan 1 ajang Super 300.

Berbeda dengan final tunggal putri, final ganda putra didominasi oleh Kim/Seo. Lawan mereka, Liang Wei Keng/Wang Chang, mampu mengimbangi hingga pertengahan gim pertama. Setelah itu, pasangan Korea lebih unggul dalam segala hal. Gim kedua menjadi kekalahan telak bagi pasangan China karena mereka tertinggal jauh. Pasangan Korea menang dengan nyaman dengan skor 21-18 21-14.

“Ini adalah momen yang tidak akan pernah datang lagi, jadi kami menghargai setiap momen,” kata Seo. “Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan diri di tahun 2026. Sejak kami berpasangan di Malaysia Open, hal itu telah banyak mengungkap tentang diri kami.”

Kesimpulan: Jangan lewatkan aksi atlet/tim kebanggaan Anda. Simak terus update pertandingan selanjutnya hanya di portal kami.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar