Cara Kerja Mobil DCT dengan Kopling Ganda

Cara Kerja Mobil DCT dengan Kopling Ganda

Industri teknologi kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Cara Kerja Mobil DCT dengan Kopling Ganda yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.


JAKARTA – Saat ini, mobil dengan transmisi otomatis hadir dalam berbagai jenis. Beberapa di antaranya menggunakan AT konvensional, CVT (Continuously Variable Transmission), hingga DCT (Dual Clutch Transmission). Masing-masing sistem memiliki karakter dan keunggulan yang berbeda-beda. Terutama untuk DCT, sistem ini dianggap mampu memberikan sensasi seperti transmisi mobil sport, tetapi tetap praktis layaknya mobil matik.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Hermas Efendi Prabowo, pemilik bengkel spesialis mobil matik Worner Matic, menjelaskan bahwa konstruksi DCT sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan. Secara sederhana, transmisi DCT menggunakan dua kopling untuk mengatur dua set gigi transmisi, yaitu satu untuk gigi ganjil dan satu lagi untuk gigi genap.

Saat satu kopling sedang aktif menyalurkan tenaga, kopling satunya sudah bersiap di gigi berikutnya. “Kan DCT itu gini, ada dua input, ya. Ada dua as. As pertama, atau as primer, dan as kedua,” kata Hermas yang ditemui pekan lalu di Bintaro, Tangerang Selatan.

“As primer ini yang main di gigi 1, 3, dan 5. Sementara as satunya lagi main di gigi 2, 4, dan 6. Nah, dua-duanya itu kerja secara bergantian, pindah ke sini, pindah ke sana, begitu terus,” katanya.

Hermas menjelaskan bahwa konstruksi di dalam sistem DCT atau kopling ganda sebenarnya mirip seperti transmisi manual. “Di dalamnya itu ya tinggal urusan pindah gigi saja, makanya jarang sampai harus dibongkar total,” katanya.

“Kalau pun ada masalah, biasanya di bagian dual-clutch-nya. Dual-clutch itu kan fungsinya seperti kopling pada mobil manual, cuma dijadikan satu,” ujarnya.

Hermas menerangkan bahwa transmisi DCT biasanya tipe kopling kering. Kerjanya dikontrol oleh komputer. “Di dalamnya ada motor dan ada pengungkit, supaya pengungkit ini bisa menekan clutch yang diperlukan, begitu cara kerjanya,” katanya.

Hasilnya, perpindahan gigi terjadi sangat cepat dan tanpa jeda berarti, membuat akselerasi terasa halus dan responsif. Kombinasi antara kecepatan transmisi manual dan kenyamanan transmisi otomatis inilah yang membuat DCT biasanya digunakan di mobil performa tinggi.

Beberapa merek ternama seperti Ferrari dan Lamborghini diketahui menggunakan transmisi DCT. Di model yang lebih umum, seperti Hyundai Creta N Line Turbo dan Chery Tiggo 8 Pro Max juga memanfaatkan teknologi ini.

Keunggulan Transmisi DCT

Berikut beberapa keunggulan utama dari transmisi DCT:

  • Perpindahan gigi yang cepat: Dengan adanya dua kopling yang bekerja secara bergantian, perpindahan gigi terjadi sangat cepat dan tanpa jeda.
  • Responsif dan halus: Akselerasi terasa lebih halus karena perpindahan gigi dilakukan secara cepat dan presisi.
  • Efisiensi bahan bakar: Karena perpindahan gigi yang optimal, DCT membantu menghemat konsumsi bahan bakar.
  • Kenyamanan: Meski memiliki karakter seperti transmisi manual, DCT tetap nyaman digunakan karena tidak memerlukan tangan pengemudi untuk mengoperasikan kopling.

Penggunaan di Mobil Performa Tinggi

DCT sering digunakan pada mobil dengan performa tinggi karena kemampuannya dalam mengoptimalkan akselerasi dan efisiensi. Mobil-mobil seperti Ferrari dan Lamborghini menggunakan DCT untuk menciptakan pengalaman berkendara yang dinamis dan responsif.

Selain itu, banyak mobil produksi massal juga mulai mengadopsi DCT sebagai alternatif transmisi otomatis. Contohnya adalah Hyundai Creta N Line Turbo dan Chery Tiggo 8 Pro Max, yang menawarkan keseimbangan antara kenyamanan dan performa.

Cara Kerja DCT

Transmisi DCT bekerja dengan sistem dua kopling yang bekerja secara bersamaan. Setiap kopling mengontrol set gigi yang berbeda, sehingga perpindahan gigi dapat dilakukan tanpa jeda. Hal ini membuat DCT lebih cepat daripada transmisi otomatis konvensional.

Komputer kendaraan mengontrol seluruh proses ini, termasuk penggerak motor dan pengungkit yang digunakan untuk menekan kopling sesuai kebutuhan. Dengan demikian, pengemudi tidak perlu mengoperasikan kopling secara manual.

Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar