Celios: Pertumbuhan Ekonomi Tak Menjangkau Rakyat, Beras Masih Mahal

Celios: Pertumbuhan Ekonomi Tak Menjangkau Rakyat, Beras Masih Mahal

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Celios: Pertumbuhan Ekonomi Tak Menjangkau Rakyat, Beras Masih Mahal menjadi informasi krusial bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia: Antara Angka dan Realita

Pertumbuhan ekonomi Indonesia selama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tercatat mencapai 5,12 persen pada tahun 2025. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan tertinggi di antara negara G20. Namun, meskipun angka tersebut terlihat positif, banyak masyarakat masih merasakan dampak yang tidak sejalan dengan peningkatan ekonomi yang diumumkan.

Direktur Kebijakan Publik Center of Economic and Law Studies (Celios), Media Wahyudi Askar, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia menyoroti bahwa harga beras yang masih mahal menjadi salah satu indikator ketidakseimbangan dalam distribusi keuntungan dari pertumbuhan ekonomi tersebut. Meskipun Indonesia mampu mencapai swasembada pangan, masyarakat tetap menghadapi kesulitan akibat kenaikan harga bahan pokok.

Media juga menyoroti masalah ketimpangan ekonomi yang masih terjadi. Dalam wawancara di program diskusi "Laporan Khusus Satu Tahun Prabowo-Gibran" di Kompas TV, ia menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya berkaitan dengan angka, tetapi juga dengan korupsi, akses layanan publik, dan ketidakadilan dalam distribusi sumber daya. Menurutnya, bahkan jika pertumbuhan ekonomi tinggi, layanan publik yang buruk bisa membuat masyarakat tidak merasakan manfaatnya.

  • Masalah utama lain yang disoroti adalah kepemilikan tanah bersertifikat. Media menjelaskan bahwa 40 persen tanah bersertifikat hanya dimiliki oleh 60 keluarga di Indonesia. Hal ini menunjukkan adanya dominasi ekonomi yang tidak merata dan memperkuat ketimpangan sosial.

Investasi dan Ketenagakerjaan

Dari sisi investasi, Indonesia telah melihat peningkatan signifikan. Namun, Media menekankan bahwa penting untuk membahas aspek eksploitasi tenaga kerja dan upah murah yang masih menjadi isu utama. Banyak pekerja mengalami kesulitan karena sistem outsourcing yang semakin marak. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum diimbangi dengan perlindungan dan kesejahteraan bagi para pekerja.

Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Perkasa Roeslani, mengakui bahwa ada banyak PR (pekerjaan rumah) yang harus dikerjakan pemerintah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi. Ia menyebut bahwa beberapa prediksi dari investment banking dan tokoh luar negeri menyatakan bahwa Indonesia berpotensi menjadi negara besar di dunia pada 2045. Namun, Rosan tidak menjelaskan secara rinci apa saja PR yang perlu diselesaikan.

Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 mencapai 5,12 persen, yang merupakan salah satu yang tertinggi di antara negara G20. Ia juga menyebut bahwa inflasi dapat terjaga di sekitar dua persen, salah satu yang terendah di G20. Pencapaian ini, menurutnya, didukung oleh kerja keras semua menteri di Kabinet Merah Putih.

Dalam diskusi bersama Chairman dan Editor in Chief Forbes, Malcolm Stevenson Jr., Prabowo yakin bahwa pertumbuhan ekonomi delapan persen sangat mungkin dicapai. Ia menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu faktor pendukung. Program ini diklaim mampu menciptakan 1,5 juta lapangan pekerjaan langsung dari 30.000 mitra dapur umum. Selain itu, ada program 81.000 Koperasi Desa Merah Putih yang akan menyerap tenaga kerja tambahan.

  • Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai delapan persen pada 2029. Namun, pencapaian ini memerlukan upaya serius dari pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi berbagai tantangan struktural yang ada.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Celios: Pertumbuhan Ekonomi Tak Menjangkau Rakyat, Beras Masih Mahal ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Tetap optimis dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar