Danantara: BUMN Kena Koreksi Atas Tantiem Siap-Siap

Danantara: BUMN Kena Koreksi Atas Tantiem Siap-Siap

Dunia bisnis menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Danantara: BUMN Kena Koreksi Atas Tantiem Siap-Siap menjadi informasi krusial bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.


aiotrade, JAKARTA — Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia memiliki rencana untuk memperbaiki beberapa laporan keuangan dari perusahaan milik negara (BUMN) yang dianggap tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan tata kelola keuangan di berbagai entitas BUMN yang dikelola oleh Danantara.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Rosan Roeslani, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, menjelaskan bahwa banyak laporan keuangan BUMN masih belum akurat dan tidak sesuai dengan realitas operasional perusahaan. Ia menilai hal ini merupakan praktik lama yang harus segera diperbaiki agar seluruh BUMN dapat memiliki standar transparansi yang lebih baik.

“Tahun depan saya akan melakukan koreksi terhadap beberapa buku perusahaan BUMN, termasuk yang besar-besar, karena pelaporannya tidak sesuai dan tidak benar,” ujarnya dalam HIPMI–Danantara Business Forum 2025, Senin (20/10/2025).

Rosan menekankan bahwa praktik “mempercantik buku” atau memperindah laporan keuangan untuk menunjukkan laba tinggi tidak lagi bisa diterima di bawah kepemimpinan Danantara Indonesia. Menurutnya, hal ini tidak hanya merugikan pihak perusahaan, tetapi juga berpotensi mengganggu kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan BUMN.

“Di bawah Danantara, di bawah pimpinan saya, tidak ada lagi di BUMN yang melakukan hal-hal mempercantik buku atau kelihatan profitnya gede tapi bagi dividennya harus pinjam duit dulu. Dan ini berlaku,” tambahnya.

Ia juga menyebutkan bahwa praktik manipulasi laporan keuangan sering terjadi karena adanya insentif berupa tantiem bagi komisaris yang dikaitkan langsung dengan laba perusahaan. Untuk itu, Danantara Indonesia telah menghapus sistem bonus tersebut agar dapat menjaga integritas pengawasan dan efisiensi biaya.

Sebelumnya, Rosan mengungkapkan bahwa kebijakan penghapusan tantiem bagi dewan komisaris BUMN yang diterapkan oleh Danantara Indonesia dinilai mampu menghemat dana hingga US$500 juta atau sekitar Rp8,31 triliun per tahun. Keputusan ini diambil setelah dilakukan perbandingan dengan praktik di sejumlah negara Asia Tenggara (ASEAN) dan dunia.

Hasilnya, kata Rosan, Indonesia dinilai perlu melakukan penyesuaian standar remunerasi agar lebih efisien dan sejalan dengan tata kelola global. Ide tersebut kemudian disambut positif oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Setelah dibandingkan dengan praktik di negara-negara ASEAN dan dunia, Presiden menyetujui penghapusan bonus. Hasilnya, dari sekitar 5.000 komisaris di 1.000 perusahaan, kebijakan ini menghemat sekitar US$500 juta per tahun,” ujarnya dalam Forbes Global CEO Conference di Jakarta, Selasa (14/10/2025).

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Danantara: BUMN Kena Koreksi Atas Tantiem Siap-Siap ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Salam sukses dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar