
Peredaran Narkoba di Majalengka Banyak Dimainkan oleh Jaringan Lintas Daerah
Polres Majalengka berhasil mengungkap sumber peredaran narkoba yang masuk ke wilayahnya. Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa barang haram tersebut berasal dari luar daerah, bahkan lintas pulau. Narkoba tersebut dikirim melalui sistem estafet dari luar Jawa hingga sampai ke Kabupaten Majalengka.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Kapolres Majalengka AKBP Willy Andrian menjelaskan bahwa selama bulan September hingga Oktober 2025, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Majalengka berhasil mengungkap sebanyak 11 kasus tindak pidana narkoba dengan total 11 orang tersangka. Kasus-kasus tersebut mencakup peredaran sabu, tembakau sintetis, psikotropika, serta obat keras tanpa izin edar.
Dalam operasi tersebut, polisi berhasil menyita berbagai jenis barang bukti. Di antaranya adalah 61,58 gram sabu, 6,4872 gram tembakau sintetis, 11 butir psikotropika, dan 669 butir obat keras terbatas. Barang bukti ini menjadi bukti nyata adanya aktivitas peredaran narkoba yang semakin marak di wilayah Majalengka.
Menurut Willy, sebagian besar pasokan narkoba berasal dari wilayah Jawa dan Sumatera. Narkoba tersebut dikirim melalui jalur perairan, lalu masuk ke wilayah Jawa Barat, dan akhirnya sampai ke Kabupaten Majalengka. Ia menjelaskan, “Ada yang dari Jawa, ada yang dari Sumatera. Masuk ke wilayah perairan, sampai ke Jawa Barat, hingga sampai ke Majalengka.”
Sistem pengiriman estafet ini dilakukan agar barang sulit dilacak oleh aparat kepolisian. Oleh karena itu, pihaknya akan memperkuat koordinasi dengan Polda Jabar untuk memetakan jalur distribusi antar daerah. Tujuannya adalah untuk menghentikan pasokan narkoba ke Majalengka.
“Kami akan terus memetakan jaringan antar kabupaten bahkan antar provinsi untuk menghentikan pasokan narkoba ke Majalengka,” ujarnya.
Willy juga menambahkan bahwa peredaran narkoba di Majalengka telah menyasar generasi muda, khususnya pelajar. Ia menyampaikan kekhawatiran terhadap masa depan generasi muda yang bisa terganggu akibat penyalahgunaan narkoba.
“Kita tidak ingin generasi muda kita, khususnya pelajar, terjerat narkoba. Masa depannya bisa terhambat karena narkotika,” ujarnya.
Para tersangka dalam kasus ini dijerat dengan Pasal 114 jo Pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman yang diberikan adalah minimal lima tahun penjara.
“Jaringan antar daerah ini tidak bisa dibiarkan. Kami akan terus lakukan penegakan hukum secara berkelanjutan,” pungkas Kapolres.
Strategi Penanganan Narkoba di Majalengka
Untuk menangani peredaran narkoba yang semakin kompleks, Polres Majalengka mengambil beberapa langkah strategis. Berikut adalah beberapa upaya yang dilakukan:
-
Peningkatan koordinasi dengan pihak lain
Polres Majalengka bekerja sama dengan Polda Jabar untuk memetakan jalur distribusi narkoba antar daerah. Koordinasi ini bertujuan untuk mempercepat identifikasi dan penangkapan jaringan narkoba lintas wilayah. -
Penguatan pengawasan di jalur transportasi
Petugas melakukan pengawasan lebih ketat terhadap jalur transportasi, baik darat maupun laut, mengingat banyaknya narkoba yang masuk melalui jalur perairan. -
Peningkatan kesadaran masyarakat
Selain tindakan hukum, pihak kepolisian juga aktif dalam memberikan sosialisasi tentang bahaya narkoba kepada masyarakat, khususnya para pelajar. -
Peningkatan kapasitas personel
Personel Satresnarkoba diberikan pelatihan tambahan untuk meningkatkan kemampuan dalam menangani kasus narkoba yang semakin canggih.
Tantangan dalam Penanggulangan Narkoba
Meskipun sudah ada upaya penanggulangan, masih ada tantangan yang dihadapi oleh Polres Majalengka dalam mengatasi peredaran narkoba. Beberapa tantangan tersebut antara lain:
-
Jaringan yang sangat terstruktur
Narkoba diangkut melalui sistem estafet, membuat jaringan sulit dipatahkan. Setiap tahap pengiriman dilakukan oleh orang-orang yang berbeda, sehingga sulit dilacak. -
Adanya modus baru dalam peredaran
Pelaku menggunakan metode pengiriman yang semakin canggih, seperti pengiriman melalui media digital atau penggunaan jasa logistik ilegal. -
Keterbatasan sumber daya
Meski ada komitmen tinggi dari pihak kepolisian, keterbatasan sumber daya tetap menjadi kendala dalam upaya pencegahan dan penindakan.
Kesimpulan
Peredaran narkoba di Majalengka membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif. Dengan kerja sama antar instansi dan peningkatan kesadaran masyarakat, diharapkan dapat mengurangi risiko penyalahgunaan narkoba, terutama bagi generasi muda. Kepolisian akan terus berupaya untuk menegakkan hukum secara berkelanjutan guna menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat.
Komentar
Kirim Komentar