Dari SpaceX hingga Tesla, Deret Kekayaan Elon Musk Tembus Rp10.000 T

Dari SpaceX hingga Tesla, Deret Kekayaan Elon Musk Tembus Rp10.000 T

Dunia gadget kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Dari SpaceX hingga Tesla, Deret Kekayaan Elon Musk Tembus Rp10.000 T yang menawarkan spesifikasi menarik. Berikut ulasan lengkapnya.


Elon Musk kembali mencatatkan dirinya sebagai orang terkaya di dunia, dengan kekayaan yang melampaui angka US$ 600 miliar atau lebih dari Rp10.000 triliun (dengan kurs Rp16.680 per US$). Angka ini menandai pencapaian pertama dalam sejarah manusia yang memiliki harta di atas ambang batas tersebut, dan nilai kekayaannya terus bertambah setiap hari. Berikut adalah beberapa sumber utama kekayaan Elon Musk.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Salah satu faktor utama yang memicu lonjakan kekayaan Musk pada pertengahan Desember adalah peningkatan valuasi perusahaan antariksa miliknya, SpaceX. Perusahaan ini mencapai valuasi sebesar US$ 800 miliar atau sekitar Rp13.342 triliun setelah melakukan penjualan saham internal. Dengan kepemilikan sekitar 42% saham, nilai aset Musk di SpaceX mencapai sekitar US$ 317 miliar atau sekitar Rp5.286 triliun.

SpaceX didirikan pada tahun 2002 dengan tujuan mengurangi biaya eksplorasi luar angkasa melalui teknologi roket yang bisa digunakan kembali. Perusahaan ini telah meluncurkan ratusan roket dan menjadi satu-satunya perusahaan swasta yang berhasil mengirim serta mengembalikan astronot dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Bisnis peluncuran satelit Starlink juga berkontribusi besar terhadap valuasi SpaceX sebagai salah satu perusahaan antariksa terbesar di dunia.

Selain SpaceX, Elon Musk juga memiliki sejumlah perusahaan lain yang turut memberi kontribusi signifikan terhadap kekayaannya:

  • Zip2
    Zip2 adalah perusahaan teknologi pertama yang didirikan oleh Elon Musk. Secara sederhana, Zip2 bisa diibaratkan sebagai cikal bakal layanan peta dan direktori bisnis online, mirip Google Maps dan Yellow Pages versi awal internet.
    Perjalanan bisnis Musk dimulai pada 1995 ketika ia bersama adiknya, Kimbal Musk, mendirikan Zip2 dengan modal awal US$28.000 atau sekitar Rp467 juta dari ayah mereka. Zip2 menyediakan panduan kota daring bagi perusahaan media cetak. Pada 1999, Zip2 diakuisisi oleh Compaq dengan nilai US$307 juta atau sekitar Rp5,12 triliun. Musk memperoleh sekitar US$22 juta atau sekitar Rp366,9 miliar dari transaksi tersebut, yang kemudian menjadi modal awal untuk bisnis berikutnya.

  • PayPal
    Musk menggunakan hasil penjualan Zip2 untuk mendirikan X.com, sebuah bank digital, pada 1999. Setahun kemudian, X.com bergabung dengan Confinity dan berubah nama menjadi PayPal.
    Pada 2002, eBay mengakuisisi PayPal senilai US$1,5 miliar atau sekitar Rp25,02 triliun dalam bentuk saham. Sebagai pemegang saham terbesar, Musk membawa pulang sekitar US$165 juta atau sekitar Rp2,75 triliun.

  • Tesla
    Musk merupakan salah satu pendiri Tesla, perusahaan kendaraan listrik yang berdiri pada 2003. Ia menjabat sebagai anggota dewan sejak 2004 dan menjadi CEO sejak 2008.
    Tesla melantai di bursa pada 29 Juni 2010 dengan harga IPO US$17 per saham atau sekitar Rp283.560 per saham. Hingga 13 Oktober, harga saham Tesla melonjak ke sekitar US$435,90 per saham atau sekitar Rp7,27 juta per saham, dengan kapitalisasi pasar mencapai US$910 miliar atau sekitar Rp15.178 triliun. Hal ini menjadikannya produsen otomotif paling bernilai di dunia.

  • Neuralink
    Didirikan pada 2016, Neuralink bergerak di bidang neuroteknologi dengan fokus pada implan otak-komputer. Teknologi ini memungkinkan pasien mengendalikan komputer dan lengan robot hanya dengan pikiran.
    Meski masih berstatus perusahaan privat, valuasi Neuralink mencapai US$9 miliar atau sekitar Rp150,12 triliun pada Mei 2025. Jika perusahaan ini melantai di bursa, potensi peningkatan kekayaan Musk akan sangat besar.

  • The Boring Company
    Musk mendirikan The Boring Company pada 2017 untuk mengembangkan sistem transportasi bawah tanah guna mengatasi kemacetan perkotaan. Salah satu proyek terkenalnya adalah Las Vegas Convention Center Loop, jaringan terowongan sepanjang 1,7 mil dengan tiga stasiun utama.
    Perusahaan ini telah mengerjakan proyek di California, Texas, dan Nevada, serta menjadi bagian dari visi mobilitas masa depan Musk.

Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar