Efek #SemuaSayangRamon: Kamar Ganti Persib Lebih Hangat dari Kuah Seblak!

Efek #SemuaSayangRamon: Kamar Ganti Persib Lebih Hangat dari Kuah Seblak!

Dunia olahraga tengah memanas hari ini. Terkait Efek #SemuaSayangRamon: Kamar Ganti Persib Lebih Hangat dari Kuah Seblak!, para suporter tentu sudah menanti kepastian beritanya. Simak informasi terbarunya.

Ramon Tanque: Dari Ejekan Menjadi Idola di Bandung

Jika ada kompetisi "Cara Tercepat Mengubah Hujatan Menjadi Pujaan," maka Ramon Tanque adalah juara dunianya. Penyerang asal Brasil ini sukses melakukan comeback status sosial yang lebih epik daripada plot twist sinetron religi, puncaknya lewat tagar #SemuaSayangRamon yang meledak pasca laga kontra Bhayangkara FC Minggu, 21 Desember 2025.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Bagaimana bisa seorang pemain yang awalnya dipanggil "kaku seperti robot rusak" kini dipuja layaknya menantu idaman warga Jawa Barat? Berikut analisis tentang perjalanan luar biasa Ramon Tanque:

Transformasi: Dari "Tank Mogok" ke "Tank Baja"

Ingat tiga laga awal Ramon? Saat itu, kolom komentar Persib lebih panas daripada kompor tukang seblak. Ramon dianggap terlalu kaku dan sempat mengalami paceklik gol yang membuat Bobotoh mulai rajin mengecek situs agen pemain untuk mencari pengganti.

Namun, alih-alih baper atau sibuk bikin story galau di Instagram, Ramon memilih jalur "jalur langit" alias kerja keras. Dua golnya ke gawang Bhayangkara FC adalah bukti bahwa mesin tank ini sudah panas. Sekarang, sebutan "Tanque" bukan lagi ejekan untuk gerakannya yang lambat, melainkan pujian untuk kemampuannya menggilas bek lawan.

Striker yang Lupa Kalau Dia Striker

Bobotoh punya standar yang unik: mereka lebih cinta pemain yang mau jatuh bangun daripada pemain bintang yang "takut kotor". Ramon adalah tipe pemain yang sepertinya lupa bahwa tugasnya "hanya" mencetak gol.

Ia tertangkap kamera sering melakukan track-back hingga ke garis pertahanan sendiri hanya untuk merebut bola. Di saat striker lain mungkin sedang santai menunggu suplai bola sambil benerin rambut, Ramon justru sibuk berduel fisik dengan bek lawan demi memberi ruang bagi Ulliam Barros atau Beckham Putra.

Kursus Kilat "Nyunda" di GBLA

Faktor X yang membuat tagar #SemuaSayangRamon makin masif adalah kepribadiannya yang sangat low profile. Ramon seolah sadar bahwa untuk menaklukkan Bandung, ia harus menaklukkan hati warganya dulu.

Mulai dari video viral dirinya mencoba bicara bahasa Sunda (yang logatnya masih agak "Samba-Sunda"), hingga keramahannya melayani swafoto di Stadion GBLA meski keringat masih mengucur deras. Kabarnya, ia sudah lebih fasih bilang "Mang, nuhun" daripada instruksi taktik dalam bahasa Inggris.

Direstui "Para Tetua" Ruang Ganti

Puncak dari fenomena ini adalah visual haru saat Thom Haye dan Marc Klok menggotong Ramon di pundak mereka. Pemandangan ini bak adegan film kolosal di mana sang pahlawan diarak pulang. Jika pemain sekelas Thom Haye saja sudah "Sayang Ramon," apalagi kita yang cuma remah-remah rempeyek di tribun atau 'hanya' bersorak di depan TV?

Ruang ganti yang harmonis ini menjadi sinyal kuat bagi rival-rival Persib: "Kami sedang jatuh cinta, dan tim yang sedang jatuh cinta biasanya sangat berbahaya!"

Fenomena #SemuaSayangRamon membuat Kolom komentar di Instagram @persib sudah berubah menjadi lautan hati biru.

Apakah Ramon akan menjadi legenda baru sejajar dengan Vladimir Vujovic atau Makan Konate? Waktu yang akan menjawab. Tapi untuk saat ini, satu hal yang pasti: Kalau kamu belum pasang tagar #SemuaSayangRamon, kamu mungkin kurang update.

Kesimpulan: Dukung terus atlet/tim kebanggaan Anda. Simak terus update pertandingan selanjutnya hanya di portal kami.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar