
Profil Faris Attallah R: Bintang Muda yang Menggabungkan Seni dan Olahraga
Faris Attallah R, atau yang akrab disapa Attallah, adalah seorang bintang muda Indonesia yang kini semakin dikenal berkat bakatnya dalam dunia hiburan. Di usianya yang masih 10 tahun, ia telah mencuri perhatian publik lewat perannya dalam berbagai sinetron dan web series. Salah satu proyek terbarunya adalah Dendam Keluarga dan Pernikahan Dini, yang diproduksi oleh MD Entertainment dan disutradarai oleh Haikal. Proyek ini juga melibatkan Andi Athira sebagai penulis skenario.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
"Pak Syaiful dan Pak Warid yang mengajak saya syuting. Pertama kali, casting director Mpok Lia," ujar Attallah saat diwawancara.
Karier yang Terarah dengan Bantuan Manajemen
Sejak lima bulan terakhir, Attallah berada di bawah naungan manajemen Mak Vera Bersinar Terang (MVBT), yang dipimpin oleh Mak Vera bersama dua anak kandungnya, Ival dan Eky. MVBT dikenal sebagai salah satu manajemen artis yang menaungi banyak nama populer di industri hiburan Tanah Air. Dukungan penuh dari tim ini membuat perjalanan karier Attallah semakin terarah, baik dalam seni peran maupun pengembangan bakatnya di luar dunia hiburan.
Ambisi untuk Menjadi Artis Internasional
Meski masih belia, Attallah sudah menunjukkan keseriusan dalam meniti karier di layar kaca. Baginya, seni peran bukan sekadar hobi, melainkan ruang untuk menyalurkan ekspresi dan membangun mimpi lebih besar di dunia hiburan.
“Cita-cita saya adalah bisa menjadi artis terkenal, bukan hanya di Indonesia tapi juga dunia. Saya ingin membanggakan kedua orang tua sekaligus memberikan karya yang bisa menginspirasi banyak orang,” ungkap Attallah dengan penuh semangat.
Dukungan Keluarga dan Lingkungan
Attallah lahir di Jakarta pada 20 Oktober 2014. Ia merupakan anak tunggal dari pasangan Muhammad Amin (Martin Rappenegger) asal Jerman dan Nur Faizah asal Jakarta. Ayahnya bekerja sebagai pegawai swasta, sementara ibunya berkarier di salah satu BUMN.
Sehari-hari, Attallah menempuh pendidikan di Jakarta Islamic School Kodam. Kedua orang tuanya senantiasa memberikan dukungan penuh agar Attallah bisa berkembang secara seimbang antara sekolah, seni, maupun aktivitas lain yang digelutinya.
Filosofi Hidup yang Matang
Meski masih kecil, Attallah punya pandangan dewasa tentang arti perjuangan dan kesuksesan. Baginya, kemenangan adalah buah dari usaha keras, sedangkan kegagalan bukan akhir, melainkan pelajaran untuk bangkit lebih kuat.
“Kalau gagal itu wajar. Yang penting belajar dari kesalahan, lalu mencoba lagi dengan tujuan yang lebih baik,” ujarnya.
Prestasi Cemerlang di Dunia Taekwondo
Tak hanya berkiprah sebagai artis, Attallah juga menorehkan prestasi membanggakan di cabang olahraga taekwondo. Ia tergabung dalam Revolution Taekwondo Club di bawah naungan DKI Jakarta, dan sejak 2023 telah meraih sederet medali di kejuaraan bergengsi, baik nasional maupun internasional. Beberapa pencapaiannya antara lain:
- Emas – Panglima TNI Cup Open International Taekwondo 2025
- Emas – Liga Taekwondo DKI Jakarta Series 10 2025
- Perak – Panglima Kostrad Cup 2025
- Perak – Indonesia Taekwondo Challenge 4 Kemenpora Cup 2024
- Emas – Liga Taekwondo DKI Jakarta Series 8 2024
- Perak – ATF UI 3 Taekwondo Championship 2024
- Perak – Liga Taekwondo DKI Jakarta Series 7 & 2024
- Perak – Indonesia Taekwondo Championship 2023
Deretan prestasi ini membuktikan bahwa Attallah mampu menyeimbangkan karier hiburan dengan dedikasi di dunia olahraga.
Harapan Ke Depan
Dengan dukungan keluarga, manajemen profesional MVBT, serta semangat pantang menyerah, Attallah diyakini bisa menapaki jalan panjang menuju kesuksesan. Ia tidak hanya berpotensi menjadi artis besar, tetapi juga atlet kebanggaan bangsa.
“Yang penting jangan mudah menyerah. Kalau capek, istirahat sebentar, lalu lanjutkan lagi. Setiap usaha pasti ada hasilnya,” tutup Attallah.
Komentar
Kirim Komentar