Fed meninjau dampak pemotongan, suku bunga mungkin dipertahankan

Fed meninjau dampak pemotongan, suku bunga mungkin dipertahankan

Dunia bisnis menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Fed meninjau dampak pemotongan, suku bunga mungkin dipertahankan menjadi informasi krusial bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.


aiotrade, JAKARTA - Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Beth Hammack mengatakan bahwa The Fed perlu menahan suku bunga dalam jangka waktu tertentu untuk mengevaluasi dampak dari pemangkasan 75 basis poin yang dilakukan pada 2025.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pernyataan ini disampaikan oleh Hammack di tengah situasi inflasi yang masih tinggi dan sinyal pelemahan pasar tenaga kerja. Menurutnya, saat ini posisi kebijakan moneter adalah skenario dasar yang ia yakini, yaitu mempertahankan level suku bunga selama beberapa waktu hingga ada bukti lebih jelas apakah inflasi benar-benar kembali ke target atau kondisi pasar tenaga kerja melemah secara signifikan.

Hammack menyampaikan pernyataannya kepada Bloomberg pada Senin (22/12/2025). Pemangkasan suku bunga terakhir oleh The Fed pada 10 Desember lalu diiringi tiga suara berbeda, yang merupakan jumlah terbanyak sejak 2019. Hal ini menunjukkan bahwa para pejabat bank sentral AS masih terbelah dalam menentukan arah kebijakan suku bunga ke depan.

Beberapa pembuat kebijakan lebih khawatir tentang perlambatan pasar tenaga kerja, sementara yang lain tetap menekankan pentingnya pengendalian inflasi yang masih berada di atas target. Proyeksi suku bunga yang dirilis setelah rapat tersebut menunjukkan bahwa enam pejabat memilih untuk menahan suku bunga.

“Kami telah memangkas suku bunga kebijakan sebesar 75 basis poin, yang seharusnya membantu menopang sisi ketenagakerjaan dari mandat kami. Namun, kami tetap harus berhati-hati,” ujar Hammack, yang akan menjadi anggota pemegang hak suara dalam Federal Open Market Committee (FOMC) pada 2026.

Hammack menekankan bahwa fokus utamanya adalah memastikan inflasi kembali ke target. Menurutnya, ini adalah salah satu tujuan utama dan penting yang harus diselesaikan oleh The Fed.

Para pembuat kebijakan juga baru saja menerima sejumlah data ekonomi yang sempat tertunda akibat penutupan pemerintahan AS terlama dalam sejarah. Tingkat pengangguran AS naik menjadi 4,6% pada November dari 4,4% pada September.

Sementara itu, indeks harga konsumen inti (core CPI), yang tidak mencakup harga pangan dan energi yang volatil, naik 2,6% secara tahunan pada November, menjadi laju kenaikan terendah sejak 2021.

Hammack menegaskan bahwa dirinya tidak terlalu bergantung pada satu laporan ekonomi semata. Ia menilai data inflasi terbaru masih mengandung gangguan akibat keterbatasan pengambilan sampel selama masa penutupan pemerintahan.

“Itu hanya satu angka dan saya ingin memberi waktu. Untungnya, kami memiliki cukup waktu sebelum pertemuan berikutnya untuk melihat gambaran yang lebih menyeluruh,” katanya.

Dia menambahkan bahwa inflasi telah bertahan di kisaran 3% selama sekitar satu setengah tahun terakhir, sementara biaya input bagi pelaku usaha masih terus meningkat. Kondisi tersebut berpotensi memicu kembali tekanan kenaikan harga, sehingga memperkuat alasan bagi The Fed untuk bersikap hati-hati.

Usai pemangkasan suku bunga pada Desember, Hammack menyatakan dirinya lebih memilih kebijakan suku bunga berada pada posisi yang sedikit lebih ketat dibandingkan saat ini.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Fed meninjau dampak pemotongan, suku bunga mungkin dipertahankan ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Salam sukses dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar