Festival Lampion Jogja Jadi Hujan Api, Mengancam UMKM

Festival Lampion Jogja Jadi Hujan Api, Mengancam UMKM

Kabar dunia hari ini diwarnai peristiwa penting. Topik Festival Lampion Jogja Jadi Hujan Api, Mengancam UMKM tengah menjadi sorotan dunia. Berikut laporan selengkapnya.
Festival Lampion Jogja Jadi Hujan Api, Mengancam UMKM

Festival Lampion Yogyakarta Berakhir dengan Kejadian Tak Terduga

Festival Lampion Yogyakarta yang berlangsung pada Sabtu (25/10) lalu, akhirnya berakhir dengan sejumlah kejadian tak terduga. Netizen menggambarkan peristiwa tersebut sebagai "hujan api" karena beberapa lampion gagal mengudara dan menimbulkan risiko kebakaran di berbagai lokasi.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Banyak netizen yang merekam kejadian tersebut menggunakan kamera ponsel mereka dan membagikannya di TikTok. Dalam video-video yang beredar, terlihat beberapa lampion yang gagal terbang justru jatuh di emperan tempat wisatawan duduk. Kebanyakan dari lampion tersebut terbuat dari bahan plastik, sehingga menyebabkan kebakaran di area tersebut.

Selain itu, ada lampion yang jatuh dekat motor yang sedang diparkir. Warga sekitar langsung berlari untuk mencoba mengamankan lampion tersebut agar tidak membahayakan pengendara. Beberapa lampion juga terjebak di pohon-pohon cemara yang ada di kawasan Pantai Goa Cemara, Bantul. Api dari lampion tersebut sempat terlihat menyala di antara daun-daun pohon.

Tidak hanya itu, nyala api dari lampion juga jatuh di dagangan UMKM warga sekitar. Mereka tampak langsung menutup payung dan mengibaskan api tersebut untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

“First time experiencing hujan api di #jogja,” tulis akun TikTok @thalua, dikutip Senin (27/10).

Meski begitu, dari akun Instagram resmi Festival Lampion Yogyakarta, acara tahunan ini tampaknya berjalan lancar tanpa kendala. Belum ada keterangan lebih lanjut dari penyelenggara mengenai insiden yang terjadi.

Tujuan Festival Lampion Yogyakarta

Sebelumnya, Festival Lampion Terbang Jogja “Lanterne Festival de Paris” yang digelar pada hari Sabtu (25/10), diharapkan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) di Bantul. Kepala Seksi Promosi dan Pelayanan Informasi di Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul, Markus Purnomo Adi, mengharapkan adanya tambahan PAD bagi Bantul melalui festival ini.

Ia menjelaskan bahwa festival ini akan dibuka dari pukul 15.00 sampai penerbangan lampion pada pukul 22.30. Selain itu, festival ini juga diharapkan bisa meramaikan pansela Bantul, memberikan pemasukan bagi pengelola, serta meningkatkan omzet pelaku UMKM.

Perubahan Lokasi Festival Lampion

Sebelumnya, Festival Lampion ini diadakan di wilayah Parangtritis. Namun, khusus tahun ini, lokasi festival dipindahkan ke Pantai Goa Cemara. Kepala Dispar Bantul, Saryadi, menjelaskan bahwa pemindahan lokasi ini dilakukan karena kegiatan festival di kawasan Gumuk Pasir sudah tidak bersinergi dengan program restorasi gumuk pasir.

“Kita mengurangi kegiatan-kegiatan yang merusak atau menghambat pulihnya Gumuk Pasir, kita alihkan ke tempat lain,” katanya.

Setelah melakukan pengamatan di beberapa lokasi yang ada, Pantai Goa Cemara dipandang memiliki area luas yang cukup memadai dan suasana yang mendukung penerbangan lampion. Hal ini menjadi alasan utama pemindahan lokasi festival kali ini.

Kesimpulan

Festival Lampion Yogyakarta yang seharusnya menjadi acara budaya dan pariwisata yang menarik, ternyata diakhiri dengan kejadian tak terduga. Meskipun banyak orang yang mengapresiasi acara ini, namun insiden yang terjadi menunjukkan pentingnya pengamanan dan perencanaan yang matang dalam penyelenggaraan acara seperti ini.

Kesimpulan: Demikian kabar dari dunia internasional. Ikuti terus perkembangan global hanya di sini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar