Peran dan Tanggung Jawab Akuntan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu inisiatif pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak sekolah di berbagai wilayah Indonesia. Di balik keberhasilannya, terdapat sistem pengelolaan yang rapi dan profesional, termasuk dalam hal keuangan. Dalam hal ini, peran akuntan atau staf keuangan MBG sangat penting untuk menjaga transparansi, akuntabilitas, dan kelancaran administrasi keuangan di setiap Satuan Pendidikan Pelaksana Gizi (SPPG).
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Berbeda dengan tenaga lapangan yang fokus pada pengolahan dan distribusi makanan, staf akuntansi MBG bekerja di balik layar. Tugas mereka mencakup pelaporan, pencatatan, dan pengawasan dana operasional. Karena itu, posisi ini menarik bagi banyak tenaga profesional muda, terutama mereka yang memiliki latar belakang pendidikan ekonomi atau akuntansi.
Rincian Gaji Akuntan MBG

Berdasarkan data dan laporan dari pelaksana MBG di berbagai daerah, gaji untuk posisi akuntan atau staf keuangan MBG berkisar antara Rp5 juta per bulan. Nominal ini berlaku untuk staf inti yang tergabung dalam tim SPPG. Akuntan biasanya ditempatkan di tingkat sekolah atau daerah yang mengelola alur administrasi dan laporan penggunaan dana MBG.
Gaji ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata karyawan dapur MBG yang berkisar antara Rp2 juta per bulan. Sebaliknya, posisi kepala SPPG atau kepala dapur MBG memiliki gaji yang lebih besar, sekitar Rp6,4 juta per bulan.
Meskipun angka Rp5 juta tidak bisa disebut terlalu tinggi untuk level akuntan profesional, posisi ini tetap menarik karena sifat pekerjaannya berada dalam lingkungan program pemerintah dengan stabilitas kerja yang relatif baik. Namun, beberapa laporan di lapangan menyebutkan masih ada potensi keterlambatan pencairan gaji di sejumlah daerah, terutama pada tahap awal implementasi program.
Tanggung Jawab dan Peran Strategis Akuntan MBG
Pekerjaan seorang akuntan MBG bukan hanya sekadar mencatat transaksi. Mereka bertugas memastikan transparansi dana publik yang digunakan untuk program nasional. Setiap pengeluaran harus dilaporkan secara rinci, mulai dari bahan pangan, transportasi hingga biaya operasional dapur. Akuntan juga menjadi pihak yang berkoordinasi dengan tim dapur, kepala sekolah, dan dinas pendidikan agar anggaran digunakan sesuai rencana dan tepat sasaran.
Selain itu, akuntan MBG sering terlibat dalam penyusunan laporan pertanggungjawaban (SPJ), audit internal, hingga pengawasan lapangan untuk memastikan tidak ada penyimpangan penggunaan dana. Keakuratan data dan ketelitian dalam laporan menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap program ini.
Dari segi beban kerja dan tanggung jawabnya, gaji Rp5 juta per bulan untuk akuntan MBG bisa dibilang cukup kompetitif untuk pekerjaan berbasis proyek pemerintah daerah. Selain itu, posisi ini juga memberikan pengalaman berharga di sektor administrasi publik, yang bisa menjadi batu loncatan menuju karier di lembaga pemerintahan, BUMN, atau sektor keuangan lainnya.
Namun, bagi yang mencari penghasilan lebih tinggi, posisi ini mungkin bukan pilihan utama. Akan tetapi, jika kamu mengutamakan pengalaman, kontribusi sosial, dan stabilitas kerja, profesi akuntan MBG tetap menjadi pilihan strategis di tahun 2025.
Secara umum, gaji akuntan MBG berkisar di angka Rp5 juta per bulan, lebih tinggi dibandingkan staf dapur namun sedikit di bawah kepala SPPG. Dengan peran penting dalam menjaga transparansi keuangan program nasional, posisi ini layak dipertimbangkan bagi kamu yang ingin berkarier di bidang keuangan publik dengan dampak sosial yang nyata.
Komentar
Kirim Komentar