Gempa M6,2 Guncang Laut Sawu NTT, Dampak Tumbukan Lempeng

Gempa M6,2 Guncang Laut Sawu NTT, Dampak Tumbukan Lempeng

Kabar dunia hari ini diwarnai peristiwa penting. Topik Gempa M6,2 Guncang Laut Sawu NTT, Dampak Tumbukan Lempeng tengah menjadi sorotan dunia. Berikut laporan selengkapnya.


Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang Pantai Utara Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Senin dinihari, 27 Oktober 2025. Gempa ini terjadi setelah pergantian hari dan terdeteksi empat menit setelahnya. Pusat gempa berada di laut, sejauh 71 kilometer di barat laut Timor Tengah Selatan dengan kedalaman episenter sekitar 110 kilometer.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Direktur Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono menjelaskan bahwa gempa ini termasuk jenis gempa menengah yang disebabkan oleh aktivitas tumbukan antara lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia. Ia menyampaikan informasi ini melalui keterangan tertulis pada Senin pagi.

Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan turun atau normal fault. Berdasarkan peta guncangan, getaran dari gempa tersebut dirasakan di beberapa daerah seperti Maumere, Ende, Kefamenanu, Kupang, Waingapu, dan Lembata. Intensitas guncangan mencapai skala III-IV MMI, yang artinya dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah.

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami,” kata Daryono. Hal ini memberikan rasa aman bagi masyarakat di sekitar wilayah pesisir.

Tim BMKG juga sempat mendeteksi dua gempa susulan hingga pukul 00.35 WIB pada Senin subuh. Salah satu gempa susulan memiliki kekuatan sebesar M4,6. Meski kecil, gempa-gempa ini tetap menjadi perhatian untuk memastikan kondisi bangunan dan lingkungan sekitar.

Daryono mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu tentang gempa yang belum jelas kebenarannya. “Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda tahan gempa, atau tidak ada kerusakan akibat getaran,” ujar dia. Ia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menghadapi bencana alam.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan masyarakat antara lain:

  • Memastikan struktur bangunan tahan gempa dengan mematuhi standar konstruksi yang telah ditetapkan.
  • Menyimpan perlengkapan darurat seperti senter, air minum, dan makanan siap saji di tempat yang mudah dijangkau.
  • Mengikuti informasi resmi dari instansi terkait seperti BMKG untuk memperoleh data terkini dan rekomendasi keamanan.

Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk melakukan simulasi tanggap darurat secara berkala agar lebih siap menghadapi situasi darurat. Kesadaran akan risiko gempa dan persiapan diri adalah kunci utama dalam mengurangi dampak bencana.

Kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan kesiapan diri menjadi faktor penting dalam menghadapi gempa bumi. Dengan demikian, masyarakat dapat merasa lebih aman dan siap menghadapi segala kemungkinan yang terjadi.

Kesimpulan: Demikian kabar dari dunia internasional. Simak terus perkembangan global hanya di sini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar