
Penguatan Harga Emas Antam di Tengah Ketidakpastian Global
Awal pekan ini, harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali menunjukkan penguatan yang signifikan. Pada perdagangan Selasa, 21 Oktober 2025, harga emas Antam melonjak sebesar Rp72 ribu per gram dibandingkan hari sebelumnya. Kenaikan ini menjadi sinyal kuat bahwa minat investor terhadap logam mulia kembali meningkat di tengah ketidakpastian global.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Lonjakan harga emas kali ini dipicu oleh pergerakan harga emas dunia yang kembali menembus level psikologis, seiring melemahnya dolar AS dan meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi jangka panjang. Investor pun beralih ke aset safe haven seperti emas, sehingga mendorong kenaikan harga logam mulia di pasar domestik.
Tren ini juga memperkuat ekspektasi bahwa emas akan tetap menjadi instrumen lindung nilai yang diminati menjelang akhir tahun. Selain itu, permintaan emas fisik di pasar lokal tercatat meningkat menjelang musim pernikahan dan akhir tahun, yang turut memberi dorongan tambahan pada harga.
Daftar Harga Emas Antam Per Selasa, 21 Oktober 2025
- 0,5 gram : Rp 1.293.500
- 1 gram : Rp 2.487.000
- 2 gram : Rp 4.914.000
- 3 gram : Rp 7.346.000
- 5 gram : Rp 12.210.000
- 10 gram : Rp 24.365.000
- 25 gram : Rp 60.787.000
- 50 gram : Rp 121.495.000
- 100 gram : Rp 242.912.000
- 250 gram : Rp 607.015.000
- 500 gram : Rp 1.213.820.000
- 1.000 gram : Rp 2.427.600.000
Sementara itu, harga jual kembali (buyback) emas Antam juga ikut menguat dan kini berada di level Rp 2.336.000 per gram. Kenaikan harga yang signifikan ini menunjukkan arah tren positif pada pasar emas domestik, terutama di tengah meningkatnya permintaan dan volatilitas global yang masih tinggi.
Faktor Pendorong Penguatan Harga Emas
Penguatan harga emas Antam tidak hanya didorong oleh kondisi ekonomi global, tetapi juga oleh beberapa faktor internal. Salah satunya adalah peningkatan permintaan emas fisik di pasar lokal. Masyarakat semakin sadar akan manfaat emas sebagai investasi jangka panjang dan alat lindung nilai terhadap inflasi.
Selain itu, kebijakan moneter yang cenderung rileks di berbagai negara juga turut memengaruhi pergerakan harga emas. Dengan suku bunga yang relatif rendah, banyak investor memilih untuk membeli emas sebagai alternatif investasi yang lebih stabil dibandingkan aset lainnya.
Prediksi dan Perkiraan Pasar
Dengan reli harga yang terus berlanjut, emas masih menjadi pilihan menarik bagi investor yang mengincar stabilitas nilai aset. Namun, pengamat menilai bahwa potensi koreksi tetap ada jika tekanan terhadap dolar AS mereda atau kebijakan suku bunga global berubah arah.
Banyak ahli ekonomi memprediksi bahwa harga emas akan tetap stabil dalam jangka pendek, terlebih jika situasi geopolitik tetap memanas dan inflasi tetap tinggi. Namun, investor disarankan untuk tetap waspada dan memantau perkembangan pasar secara berkala.
Kesimpulan
Harga emas Antam yang kembali menguat mencerminkan kepercayaan investor terhadap logam mulia sebagai aset yang aman dan stabil. Dengan berbagai faktor yang mendukung, emas tetap menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin melindungi nilai kekayaan mereka dari risiko inflasi dan ketidakpastian global.
Komentar
Kirim Komentar