
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Harga Emas Dunia Kembali Naik Setelah Penurunan Berkelanjutan
Harga emas dunia mengalami penguatan signifikan pada akhir perdagangan Kamis (23/10/2025) waktu setempat atau Jumat (24/10/2025) WIB, dengan berada di kisaran 4.100-an dollar AS per ons. Penguatan ini terjadi setelah dua sesi berturut-turut yang menunjukkan penurunan harga.
Peningkatan harga emas didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik global dan kekhawatiran investor menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (AS). Dalam pasar spot, harga emas naik sebesar 1 persen menjadi 4.132,76 dollar AS per ons. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember juga menguat sebesar 2 persen, mencapai level 4.145,6 dollar AS per ons.
Sebelumnya, harga emas mengalami penurunan tajam pada perdagangan Selasa dan Rabu, turun ke level 4.054,34 dollar AS per ons. Sebelumnya, emas sempat mencetak rekor harga tertinggi sepanjang masa di 4.381,21 dollar AS per ons pada perdagangan Senin.
Peter Grant, Wakil Presiden dan Senior Metals Strategist Zaner Metals, menyatakan bahwa seluruh faktor fundamental yang mendorong kenaikan emas tahun ini masih tetap ada. Ia menilai bahwa kenaikan hari ini kemungkinan besar disebabkan oleh pembelian saat harga turun (buy the dip) dan meningkatnya ketegangan geopolitik.
Selama tahun ini, harga emas telah naik sekitar 57 persen, didorong oleh berbagai faktor seperti ketegangan geopolitik, ketidakpastian ekonomi global, ekspektasi pemangkasan suku bunga bank sentral, serta pembelian besar-besaran oleh bank sentral dunia.
Situasi geopolitik semakin memanas setelah Presiden AS Donald Trump memberlakukan sanksi baru terhadap Rusia terkait konflik Ukraina. Sanksi tersebut menargetkan dua perusahaan minyak besar Rusia, yaitu Lukoil dan Rosneft. Selain itu, pemerintahan Trump juga sedang mempertimbangkan pembatasan ekspor teknologi berbasis perangkat lunak ke China sebagai respons atas kebijakan Beijing yang menahan ekspor logam tanah jarang.
Fokus pasar kini beralih pada data indeks harga konsumen (IHK) AS yang akan dirilis pada Jumat ini. Data ini berpotensi menjadi sinyal inflasi paling jelas menjelang rapat kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed) pekan depan. Investor memperkirakan inflasi inti AS akan tetap berada di level 3,1 persen pada September 2025.
Investor meyakini bahwa akan ada penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan ini, dan satu kali pemangkasan tambahan pada Desember 2025 mendatang. Emas, yang tidak memberikan imbal hasil, cenderung diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah.
JPMorgan memprediksi bahwa harga emas dapat mencapai rata-rata 5.055 dollar AS per ons pada kuartal keempat tahun 2026, dengan asumsi permintaan investor dan pembelian bank sentral tetap stabil di kisaran 566 ton per kuartal pada tahun depan.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas
-
Ketegangan Geopolitik
Ketegangan antara negara-negara besar seperti AS dan Rusia, serta ancaman terhadap ekspor teknologi ke China, memicu ketakutan di kalangan investor. Hal ini meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset yang aman. -
Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga
Investor optimis bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang. Keputusan ini dapat memengaruhi arah pasar keuangan dan memperkuat posisi emas. -
Perubahan Kebijakan Internasional
Tindakan pemerintah AS terhadap sanksi terhadap Rusia dan pembatasan ekspor ke China menunjukkan pergeseran politik yang memengaruhi stabilitas ekonomi global. -
Permintaan dari Bank Sentral
Pembelian emas oleh bank sentral dunia tetap tinggi, sehingga memengaruhi pasokan dan permintaan di pasar global.
Prediksi Harga Emas ke Depan
JPMorgan memproyeksikan bahwa harga emas akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang. Dengan asumsi permintaan investor dan pembelian bank sentral tetap stabil, harga emas bisa mencapai level yang lebih tinggi dari sekarang.
Dalam skenario terbaik, harga emas diperkirakan akan mencapai rata-rata 5.055 dollar AS per ons pada kuartal keempat tahun 2026. Proyeksi ini didasarkan pada pertumbuhan ekonomi global yang tidak pasti dan kebijakan moneter yang cenderung lebih longgar.
Dengan situasi yang terus berubah, investor dan analis akan terus memantau perkembangan geopolitik, data inflasi, dan kebijakan bank sentral. Semua faktor ini akan berkontribusi pada pergerakan harga emas di masa depan.
Komentar
Kirim Komentar